The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
cemburu


__ADS_3

Sherli kembali menyibukkan dirinya ditoko. Bunga bunga yang dipesannya sudah tiba. Sherli menatanya dengan baik dan tak lama Gabriel masuk menghampirinya.


"Syukurlah kamu sudah disini" kata Gabriel.


"Kenapa? "


"Aku hanya ingin mengambil beberapa tangkai mawar. "


"Untuk Yuna? " tebak Sherli dan Gabriel mengangguk. Sherli lalu mengambil salah satu bunga mawar merah dan membungkusnya dengan rapi.


"Apa kalian akan pergi hari ini? "


"Yah.. "


"Buat dia senang"


"Pasti... "


"Jangan lupa belikan dia ice cream atau coklat dia akan suka itu" pesan Sherli lagi seraya menyerahkan bunga itu. Sherli sedikit tersenyum tapi Gabriel tahu itu senyuman yang dipaksakannya.


"Aku pergi dulu" kata Gabriel lalu pergi meninggalkannya disana. Sherli tertunduk. wajahnya berubah sedih.



"Sherli... " panggil Gabriel dan Sherli kembali melihatnya dan dia kembali tersenyum. Sherli tak menyadari kalau Gabriel memperhatikan perubahan sikapnya itu.


"Nanti sore tunggu aku. Aku akan mengantarkanmu pulang " kata Gabriel lalu pergi. Sherli terdiam, dia tahu hari ini Gabriel akan menghabiskan waktu seharinya untuk menemani Yuna.


"Jangan cemburu Sher..., kamu gak berhak cemburu. Bukankah mereka sangat cocok. sejak awal Gabriel hanya memanfaatkanmu" teriak Sherli pada dirinya sendiri.


Hari itu Yuna sangat senang. Hari itu Gabriel akan menuruti semua kemauannya. Mereka juga merekamnya, mengabadikan kencan mereka. Sherli merasa cemburu saat melihat Gabriel menyiarkan kebersaannya dengan Yuna.



mereka juga pergi untuk mandi kolam. Banyak viewrs yang merasa baper dan mendukung hubungan Gabriel dan Yuna. Sherli merasa tak tahan untuk menontonnya dia lalu menyibukkan diri dengan bunga bunganya.


"Bagaimana perasaanmu? " tanya Adi saat datang untuk memeriksaku.


"Sangat baik, aku juga sudah melatih kakiku agar bisa berjalan sendiri. Aku merasa sungkan jika terus digendong kalau ingin ke toilet. "


"Bagus.. tapi jangan terlalu memaksakan diri. Kalau besok sudah lebih baik. Aku akan membantu untuk berjalan, agar otot kakimu pulih"


"2hmm. "


"Oh yah.. ku bawakan makanan untukmu"


"Wah... sangat merepotkanmu"


"Tidak apa apa, kamukan gak suka makanan rumah sakit. " kata Adi. Aku terdiam sesaat dan menatapnya


"Kenapa.. ?"


"Ah.. sepertinya hari ini pernah terjadi. Aku seperti pernah mendengarmu berkata begitu " kataku dan Adi lalu teringat saat terakhir kali aku mengatakan hal itu padanya.


"Sudahlah.. makan dulu" kata adi lalu menyuapiku.



Rey yang juga baru datang melihat kejadian itu. Langkahnya terhenti saat melihat Adi sedang menyuapiku. Rey melangkah mundur dan berdiri dibalik tembok. Dia mengepal tangannya dan menggigit bibirnya menahan rasa kesalnya.

__ADS_1


"Nak rey... " sapa ibu yang baru datang


"Kok gak masuk.? "


"Saya lagi buru buru tante" kata Rey


"Begitu... "


"Saya harus balik ke kantor saya permisi dulu tante. " kata Rey lalu pergi meninggalkan rumah sakit.


Tak lama setelah sampai dimobil Rey meletak makanan yang dibawanya dengan sembarang. Dia memukul tangan kanannya ke stir dan tak lama ada no baru yang menelponnya.


"Hallo...." katanya menjawab.


"Hai rey.. ini aku May... "


"Ohh.. ada apa? "


"Maaf mengganggumu, aku hanya mau minta tolong"


"Soal apa? "


"Mobilku mogok, aku sedang buru buru kesuatu tempat"


"Ohh tunggulah, aku akan segera datang" kata Rey lalu menutup telponnya. May begitu gembira padahal itu hanya alasannya saja agar Rey datang untuknya. Selagi Rey dalam perjalanan. May mempersiapkan dirinya agar lebih terlihat maksimal.


"Maaf yah sangat merepotkanmu? " kata May merasa sungkan


"Tak apa apa, kebetulan aku juga mau kearah yang sama"


"Ah.. ini apa? " tanya May saat melihat bungkusan makanan didekatnya.


"Sepertinya kamu sangat terburu buru hingga tak sempat sarapan. "


"Ah tidak begitu sebenarnya itu unyuk seseorang yang sedang sakit. " kata Rey


"Begitu"


Sore itu sudah pukul 5, Sherli melihat jamnya. Sudah waktunya dia harus pulang tapi Gabriel tak juga muncul. Sherli lalu mempersiapkan dirinya dan mulai merapikan pekerjaannya agar saat Gabriel datang mereka bisa langsung pulang. Tapi hingga sejam lagi dia menunggu Gabriel tak kunjung datang.


"Mungkin kamu gakkan datang" kata Sherli dalam hati seraya tertunduk dan tak lama seseorang masuk kedalam toko.


"Kenapa terlambat " protes Sherli tapi Sherli kemudian diam karna yang datang bukanlah Gabriel tapi anak lelaki yang kemarin memesan bunga untuknya.


"Oh.. kamu ternyata. "


"Apa kamu nungguin seseorang? "


"Ehmm. "


"Tapi syukurlah kamu belum pulang. Aku juga berfikir aku sudah terlambat. "


"Memangnya kenapa? "


"Karna aku ingin membalas janjiku. Hari ini boleh aku mengantarmu pulang " tanyanya, Sherli terdiam. Gabriel juga tak kunjung datang.


"Kalau kamu gak mau juga gak apa apa. "


"Aku mau kok" kata Sherli segera dan lelaki yang belum diketahui namanya itu lalu tersenyum. Mereka lalu keluar dan berjalan menuju mobil lelaki itu.

__ADS_1


Mobil Gabriel muncul dan dia segera turun mendapati Sherli yang masih berdiri di depan pintu mobil.



"Kamu mau kemana? "


"Aku akan mengantarnya pulang " kata lelaki itu memotong. Gabriel menatapnya


"Namaku Bobby". katanya memperkenalkan diri. Gabriel bagai tak peduli. Dia lalu pergi mendahului mereka.


Ada rasa yang membuat Sherli sedih dan merasa bersalah saat mereka dalam perjalanan. Dia memikirkan Gabriel yang tadi pergi begitu saja.


"Kok melamum" kata Bobby membuyarkan fikiran Sherli


"Ah, enggak"


"Oh yah nama kamu siapa?"


"Sherli"


"Yang tadi itu siapamu? "


"Dia anak pemilik toko tempatku bekerja"


"Apa dia tadi yang sedang kamu tungguin?"


"Ehm... "


"Oantesan aja dia kesal gitu pas aku bilang mau anterin kamu"


"Dia memang begitu, selalu membuat kesal. "


"Sepertinya hubungan kalian agak rumit"


"Hubungan apa? " kami tak punya hubungan apa apa" kata Sherli pelan sambil tertunduk.



Gabriel merasa kesal. Dia duduk dikursi dekat tirai kamarnya. Dia mengelus jidatnya dengan jari telunjuk tangan kirinya yang masih memegangi kacamata hitamnya juga. Dia tahu dia sedang cemburu. Apalagi Bobby terlihat pantas menjadi pesaingnya. Tentu dia punya maksud lain selain mengantar Sherli pulang dan lagi Sherli memberi peluang untuknya.


"Kamu dimana? " tanya Gabriel segera saat Sherli baru saja memasuki kamarnya.


"Baru sampai rumah" jawab Sherli dan itu membuat hati Gabriel sedikit tenang.


"Cowok itu siapa? "


"Ohh dia pelanggan yang semalam pesan bunga"


"Oh jadi kamu sengaja ambil bunga dirumah buat cowok itu. "


"Kok kamu marah, diakan pelanggan"


"Yah kamukan bisa bilang kalau toko lagi tutup. Kamu pake acara ambil bunga kerumah buat dia. Kamu suka dia? " tanya Gabriel kesal


"Kok kamu jadi protes gitu. Yah bukan urusan kamu jugakan kalau aku suka atau enggak. Memang aku pacarmu yang bisa seenaknya kamu cemburui?"


"Kamu.... " Gabriel tersadar dia sudah terlalu maju.


"Kalau kamu gak punya hal yang mau dibicarakan lagi, aku mau istirahat " kata Sherli dan Gabriel dengan segera memutus teleponnya. Sherli merasa kesal dan meletakkan hpnya dimeja.

__ADS_1


__ADS_2