
"dengarkan aku baik baik"kata rey memulainya seraya menggenggam kedua tanganku.
"aku sangat mencintaimu. aku sangat menghawatirkanmu. aku ingin kamu segera pulih. ingin kamu segera mengingatku juga kenangan kita. tapi.., kesehatanmu jauh lebih penting saat ini. non..., jangan paksakan untuk mengingatnya. dokter bilang ingatanmu pasti akan kembali. kita hanya perlu bersabar. dan kalau pun kamu gak bisa mengingatnya lagi kita bisa menciptakan kenangan kita yang baru. "
"tapi kamu ingin aku mengingatnya,semua kenangan itu pasti sangat berharga bukan?"
"kamu yang paling berharga buatku.ingatlah aku sangat mencintaimu dan kamu juga pernah bilang kalau kamu sangat bahagia bersamaku walau kebersamaan kita baru sebentar dan kamu ingin selalu mengingatnya. "kata rey lagi. aku tertunduk dan rey memelukku.
"aku..., sangat sangat menyayangimu. jadi ku mohon jangan dekat dekat dengan adi. aku tidak tahan setiap kali dia berusaha mendekatimu. "keluh rey sedikit manja. aku lalu melepas pelukan itu dan menatapnya
"kamu cemburu? "
"sangat sangat cemburu. sampai aku ingin menembaknya. "
"hahahaha"aku tertawa. mendapati kebahagiaan bahwa ternyata aku memiliki kenangan yang berharga dengan rey. dan lagi dia sangat menyayangiku. aku bisa merasakan ketulusan dimatanya.
"hayoo. kita berlatih lagi"kata rey setelah tawa itu selesai. rey menemaniku dan membantuku untuk berlatih lagi hingga sore.
aku tidak tahu apa saja hal yang sudah kulupakan, juga tak tahu sudah berapa lama aku melupakannya yang ku tahu cuma satu hal. aku bersyukur bahwa aku tak melupakan rey sebagai orang yang paling kusayangi dan aku ingin selalu menyayanginya.
"istirahat yang baik. supaya cepat sembuh ok"pesan rey setelah kami kembali ke ruang inap.
"aku akan menelponmu nanti. aku harus pergi dulu"
"ehmmm"
"lov yu... " bisik rey setelah mencium keningku. rey pun lalu pergi sambil melambaikan tangannya.
"dah... "
gabriel memasuki sebuah store dan membelikan beberapa coklat. dia berniat untuk memberikannya pada sherli dan akan mengantar sherli pulang kerumahnya.
gabriel melangkah dengan semangat. sore itu dia baru saja menggadai mobilnya dan menggantinya dengan motor besar berwarna hitam. gabriel menggas motornya menuju toko sambil membawa coklat yang sudah dibelinya.
"tunggu aku sher... "katanya dalam hati.
gabriel memarkirkan motornya.namun baru saja dia melepas helmnya dan berniat turun matanya menangkap sosok bobby yang berjalan beriringan dengan sherli keluar dari toko. gabriel terdiam memandangi mereka berdua memasuki mobil dan lalu pergi.
"kamu ke rumah sakit mau ngapain? "
__ADS_1
"mau menjenguk kakak. dia sedang sakit"
"kakak...? "
"bukan kakak kandung. kakaknya gabriel. kak non sedang sakit. "
"oh..., "
waktu itu hampir magrib. dokter steve kembali memeriksa perkembanganku.bapak dan ibu sangat bahagia sewaktu dokter steve bilang bahwa kondisiku semakin membaik.dan setelah dokter steve keluar sherli datang membawakan sebuket bunga segar
"kak non... "sapanya dengan senyumannya yang cantik
"sher.. dokter bilang kak non sudah semakin baik"kata ibu sangat gembira.
"oh yah bagus dong"sherli lalu memelukku dan duduk disampingku.
"kalau kak non sudah sembuh. kak non bisa membantuku ditoko. aku sangat kewalahan"kata sherli mengeluh.
"iyah.. "
"oh yah kak. gabriel sudah mengurus kuliahnya loh.. "
"oh yah.. "kataku dan sesaat kemudian aku teringat pada kertas krs yang belum ku isi.
"kenapa kak? "
"oh.. apa kakak akan cuti? kakak belum pulih"
"nanti saja diurus. masih ada waktukan. nanti bapak akan hubungi dosenmu. mungkin nanti mereka bisa bantu "kata bapak dan tak lama gabriel muncul dengan wajah kusutnya.
"eh gabriel... kok mutung gitu? "kata ibuku. gabriel menatap kearah kami dan saat dia melihat sherli. Di merasa kesal dan lalu keluar.
"dia kenapa? "tanyaku bingung
"biar ku lihat "kata sherli lalu pergi mengejar gabriel.
"yel... yel... "panggil sherli. tapi gabriel yang masih kesal memilih untuk tak menghiraukannya dan melanjutkan langkahnya hingga keparkiran. namun sherli yang merasa bingung dengan gigih mengikutinya.
"kamu kenapa?"tanya sherli seraya menahan tangan gabriel saat gabriel akan memakai helmnya. gabriel lalu membalik dan menatapnya.
"kenapa? "
"kamu yang kenapa? kamu selalu saja bertingkah aneh. sebentar begitu baik dan sebentar tak mengacuhkanku. aku terus berfikir apa salahku padamu? "
" apa perdulimu? "tanya gabriel. sherli terdiam menahan kekesalannya. dia tak mungkin mengakui perasaanny sedang Dia tak bisa memastikan perasaan gabriel padanya.
__ADS_1
"perdulikan saja cowok yang selalu datang menjemputmu dengan mobil mewahnya, aku tidak punya waktu untukmu"kata gabriel kesal lalu pergi meninggalkan sherli disana.
sherli pulang.wajahnya tak begitu ceria, ibunya menegurnya saat masuk tapi sherli mengabaikannya. difikirannya hanya gabriel. walau mereka sering bertengkar tapi pertengkaran mereka malam ini sangat membuatnya sedih.sherli menangis dibalik pintu kamarnya. dia duduk dilantai dan menyandarkan kepalanya ke lututnya. dia teringat saat gabriel memeluknya dan menyuruhnya menangis dipelukannya.
rey masih dikantornya malam itu. dia mengerjakan beberapa laporan penting yang membuatnya tak bisa datang menemaniku. namun disela sela kesibukannya itu rey meraih hpnya dan membuat panggilan vidio
"hei... "katanya seraya tersenyum.
"bukankah sedang bekerja? "
"ehmm. pekerjaan ini membuatku kewalahan. aku perlu merefres otakku sedikit"
"oh yah... "
"ehmm. bagaimana kalau semangati aku sedikit"
"caranya bagaimana,harusnya kamu yang semangati aku"
benar juga"kata rey. dia tampak memikirkan sesuatu. dia lalu menuliskan sesuatu ditangannya dan memperlihatkan kemudian.
aku tersenyum sumringah saat melihat tulisan love you ditangganya.
"bagaimana ?"katanya dan aku langsung tersenyum puas.
"aku senang melihatmu tertawa seperti itu. "katanya kemudian.
"ehmm. sudahlah. cepat selesaikan tugasmu. jangan begadang"
"ok.. kamu juga tidur yah. jangan main hp lagi. "
"ehmm"
"kalau nanti aku kesana dan mendapatimu belum tidur. aku akan memborgolmu dan memenjarakanmu dikantorku"ancamnya. aku semakin tertawa sebelum akhirnya kami saling berkamlaian tangan dan memutus Teleponnya.
sedang ditempat lain, saat gabriel sedang berkumpul dengan teman temannya. gabriel mulai merasa kesepian. dia pun memikirkan sherli. dia hanya duduk diam sementara teman temannya yang lain tengah sibuk bercanda didekatnya. gabriel lalu meraih hpnya dan membuka kontak sherli. dia berniat untuk minta maaf atas perilakunya tadi tapi entah mengapa hatinya ragu. gabriel lalu menutup kembali hpnya dan memilih untuk pulang.
gabriel melewati rumah sherli. rumah itu sudah tampak sepi.sedang sherli masih duduk melamun di tempat tidurnya sambil memandangi gaun pink yang diberikan gabriel untuknya.
agak lama gabriel memandangi rumah sherli. hatinya kacau sama seperti sherli yang juga sedang memikirkannya.
__ADS_1
brum brumm..
sherli mendengar suara motor. sherli merasa itu adalah motor gabriel. sherli segera berlari keluar dari rumah tapi motor itu sudah jauh pergi meninggalkan rumahnya.