The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
sasaran pertama mika


__ADS_3

mika masih mengurung dirinya dikamar pagi itu. dia belum turun untuk makan, saat papinya datang menemuinya mika sedang duduk diatas tempat tidurnya sambil merajut sarung tangan anak anak.


"mika... "panggil papinya


"papi... "


"kamu kok gak turun untuk sarapan "


"mika belum lapar pi "


"hei... kamu itu gak sayang bayimu yah. kalau kamu gak makan, dia juga gak makan" kata papinya mengomel. mika lalu tertunduk, wajahnya tampak sedih.


"apa karna mamimu? "


"mami gak mau lihat mika pi. mika juga gak mau buat mama sedih"


"kalian itu sesama wanita memang sangat rumit yah. haduh.. ,papi sangat pusing"


"mika akan makan setelah mami selesai "


"jangan begitu. hayo ikut papi"kata papinya rey seraya menarik mika ikut turun kebawah.


"duduklah. papi akan siapkan sarapanmu"kata papinya seraya menarik kursi dihadapan maminya dan mengarahkan mika untuk duduk. mika menatap kearah maminya yang tampak tak mengacuhkannya. dia lalu duduk perlahan dan papinya menyiapkan roti dan segelas susu hangat untuknya.


"makan yang banyak. biar cucu papi sehat. "katanya seraya mengusap kepala mika.


"makasih pi"kata mika tersenyum dan tiba tiba maminya berdiri dengan sombongnya dan lalu meningalkan ruang makan


"biarin aja.. ,jangan difikirin. hayo makan"kata papinya lagi.


may berjalan santai memasuki rumah sakit. da mengarah menuju kantor adi yang saat itu juga ada disana sedang bekerja.


tok tok tok.


may mengetuk pintu kantor nya dan adi meliriknya


"silahkan masuk "katanya. may lalu masuk dan duduk didepan adi. adi berfikir kalau dia adalah pasien atau keluarga pasien.


"sepertinya kita pernah bertemu"kata adi saat may membuja kacamata hitamnya.


"ehmm. aku may.. "kata may terus terang dan adi serega teringat pada rey.

__ADS_1


"ada perlu apa menemuiku? "


"bukan apa apa hanya ingin berkunjung saja. aku kenal dengan rey,bukankah dia teman baikmu"


"sepertinya kau sudah tahu banyak "


"tidak juga..., "


"kau pasti punya maksud lainkan? "


"ehmm. sebenarnya aku kesini hanya ingin menjelaskan kalau daddyku baru saja memproduksi obat baru. yah memang benar kalau daddyku sudah ditangkap tapi katakan pada rey bahwa aku masih punya barang bagus yang bisa membuatnya menyesal seumur hidup "kata may sambil berjalan kearah adi. adi menatapnya yang kini bersandar dimejanya dan menghadap kearahnya. dan secara tiba tiba may menyuntikkan sesuatu pada adi.


"ku beritahu jika dalam 1 hari kedepan kamu tidak mendapatkan obat ini lagi. kamu akan menjadi gila. aku mau tahu bagaimana reaksi rey jika tahu kalau teman baiknya ini akan kecanduan dan gila. "kata may begitu senang sambil pergi meninggalkan adi.


adi lalu bergegas menuju lab. dia mengambil samle darahnya dan mengatakan pada dokter kalau dia sudah disuntik oleh cairan obatan terlarang.


rey mendapat pesan baru dari nomor yang tak dikenal. dia mengirimkan foto suntik yang sudah kosong


"tebak aku menyuntikkannya pada siapa? "kata isi pesan itu.



rey lalu menelfon papinya dan memastikan keluarganya ada dirumah. dan dia tenang karna mereka semua ada disana. rey lalu menelfonku dan aku mengabarkan kalau aku baik baik saja. Dia semakin tenang tapi seketika dia teringat adi. rey mencoba menelfon tapi adi yang dalam pemeriksaan tak bisa menerima telpon tersebut.


rey bergegas menuju rumah sakit. dia menggas mobilnya kencang agar bisa segera sampai.


"apa ke rs xxxx? "kata rey tak percaya saat salah suster memberikan informaai padanya.


"seseorang menemuinya dan menyuntikkan cairan obat obatan. darahnya sudah diperiksa dilab dan dokter spesialis juga menyarankan agar dia dipindahkan kesana untuk memantau kondisinya. "


rey bergegas menuju rumah sakit xxx. yah sebagai seorang polisi rey bisa dengan mudah mengakses rumah sakit untuk bisa segera menemukan adi.


adi dirawat disalah satu ruangan. tangannya diborgol hingga membuat rey begitu terkejut.


"kenapa dia harus diborgol? "


"ini jenis obat baru, kami khawatir dia akan melukai dirinya sendiri jika tak bisa mendapatkannya lagi. ini hanya untuk berjaga jaga. katanya obat ini akan segera bereaksi dakam dua hari. kami akan berusaha mencari penawarnya. "kata dokter yang menangani adi.



rey terdiam. berdiri sendiri didinding didepan pintu kamar adi. fikirannya sangat kacau dan dipenuhi rasa amarah. rey lalu bergegas merogoh sakunya dan menekan tombol pemanggil untuk no baru yang tadi mengirim pesan untuknya.

__ADS_1


"hallo rey... "sapa may sedikit tersenyum


"aku akan membuat perhitungan denganmu. aku akan mencarimu dan mengejarmu"


"jangan terlalu terburu buru. aku baru mulai, dulu kamu punya misi. mendekatiku untuk menangkap daddyku dan sekarang kita harus berbalik point. kamu harus bertanggung jawab atas daddy dan hatiku yang kamu permainkan begitu saja"


" baikkah kalau begitu mari kita selesaikan. temui aku di xxx. aku menunggumu sekarang."kata rey lalu memutus teleponnya.


"riu, adi dirawat di rumah sakit xxx. may menyuntikkan obat itu padanya. aku akan menemui may sekarang di xxxx. aku tak punya waktu menghubungi yang lain. aku akan cari penawarnya"kata rey melalui telepon hpnya saat dia dalam perjalanan menuju xxx.


aku merasa khawatur dan aneh. kenapa rey tumben sekali bersikap seolah dia sedang ketakutan. aku lalu menelfonnya kembali tapi rey tak ingin membuatku semakin khawatir. dia tak mengangkat telpon itu.


kekahwatiran dihatiku kian bertambah. selain adi tak ada lagi yang bisa ku hubungi untuk menanyakan rey.


"gabriel, bisa antar kakak kerumah bang rey"kataku saat dia dan sherli sedang mengobrol.


gabriel pun lalu mengantarkanku. dari dalam mobil aku melihat beberapa polisi sedang berjaga jaga didepan. mereka menanyaiku sebelum akhirnya mengijinkanku untuk masuk.


"siang tante... "sapaku kaku saat bertemu maminya rey dipintu.


"ada perlu apa? "


"aku mencari rey, aku tak bisa menghubunginya. aku khawatir terjadi sesuatu. jadi aku kesini"


"rey dikantornya. harusnya kamu tahu dijam segini dia sedang bekerja"kata beliau hingga aku bingung untuk berkata apa lagi.


"nona.... "sapa kak mika


"kak mika.... "


"ada apa? "


"mau cari rey kak. tadi dia menelfonku menanyakan apakah aku baik baik saja. aku merasa dia menghawatirkan sesuatu. jadi aku menelfonnya lagi tapi tidak diangkat. aku khawatir"


"oh... kakak akan coba hubungi yah"katanya begitu baik. maminya rey lalu pergi dengan wajah kesalnya.


kak mika mengajakku untuk duduk dikursi didekat taman kecil didalam rumahnya.


"telpon kakak juga gak diangkat"kata kak mika setelah beberapa kali kak mika mencoba menghubunginya. hatiku semakin cemas tak berkesudahan.


"tenangkah. kakak akan minta papi untuk cek rey dikantornya. "kata kak mika lagi lalu menelfon papinya.

__ADS_1


"hallo pi,, maaf mengganggu. ini pi dari tadi rey tidak mau mengangkat telpon. nona ada dirumah. dia bilang sangat khawatir. bisa tolong bantu carikan rey pi? "


__ADS_2