
"apa....? "may begitu terkejut saat mendapat kabar kalau daddynya sudah ditangkap polisi dan gudang mereka diamankan oleh polisi malam itu. dia tak mengira hal itu akan terjadi.
keesokan harinya aku melangkahkan kakiku memasuki bandara. gabriel mengurus barang barang kami sedang aku dan sherli menunggu diantrian penumpang yang akan chek in.
"yel cepatlah. nanti bisa terlambat"kata sherli tak sabaran tapi gabriel tampak aneh. matanya menyusuri pintu masuk seperti sedang mencari sesuatu.
"tunggu sebentar"kata gabriel seraya melirik jam tangannya. mungkin gabriel mengajak temannya. aku sama sekali tak tertarik untuk menunggunya. aku memperlihatkan tiketku pada petugas yang berdiri didekat pintu masuk.
"nah itu dia"kata gabriel saat melihat orang yang ditunggunya muncul menggunakan masker.
"kayanya gak asing"kata sherli sambil memperhatikan lelaki yang mengenakan kaos putih yang berjalan mendapati mereka seraya melepas maskernya.
"bang rey.. "katanya tak percaya.
aku membalik dan menatap rey yang mendekati kami. dia membawa serta tiketnya dan Sebuah tas yang tersangkut dibahu kirinya.
"aku belum terlambatkan ?"katanya seraya memperlihatkan tiketnya pada petugas didekatku.
kami memasuki pesawat. aku memilih duduk didekat jendela sedang sherli dan gebriel duduk dibelakangku. tak lama seseorang duduk disampingku dan dia adalah rey.
aku memilih diam tak ingin melihatnya. aku masih belum lupa bagaimana dia menyakitiku dan membuatku menangis.
kami tak bicara sepatah katapun hingga kami sampai dibandara. dan begitu keluar dari pintu keluar aku melihat adel melambaikan tangannya padaku dan kami segera mendapatinya.
"oh.. aku sangat menghawatirkanmu"katanya seraya memelukku.
"aku mendengar critamu dari pak dosen. kenapa kamu begitu tega. tak memberitahuku?"
"maaf.. tapi sekarang aku sudah membaik. "
__ADS_1
"syukurkah... ,apa ini adikmu yang youtuber itu? "
"ehmm. "
"dia benar benar keren"pujinya lalu mereka berkenalan.
"nahh ini...? "kata adel saat melihat rey yang berdiri dibelakangku. aku baru sadar ternyata rey masih mengikuti kami.
"hai. aku rey"
"oh... rey..., "kata adel seolah tak percaya seraya menatapku.
"rey yang kamu ceritain itu? omg tampan sekali. "kata adel begitu terpesona.
"baiklah.. kalian lasti lelah. ayo akan kuantar ke rumah "katanya sambil menuntun kami keparkiran. gabriel membantu rey membawakan barang barang. aku masih tak mengacuhkannya. hatiku begitu kesal melihatnya.
"kenapa dia ikut? "tanyaku sesaat sebelum menaiki mobil"
"dia memaksa. aku bisa bilang apa? setidaknya aku dan sherli bisa kencan. dia bisa menjagamu"kata gabriel lalu masuk kedalam kedekat sherli. aku lalu masuk dan disusul rey yang duduk disampingku.
"kakak istirahatlah dulu. pasti capekkan"saran sherli saat aku mengambil segelas air untuk minum.
"iyah... "
"aku dan gabriel akan keluar cari makanan"ijin sherli dan lalu mereka pergi. setelah selesai minum aku kembali kekamarku dan membereskan pakaianku.
"masih marah? "tanya rey. aku melihatnya yang sedang berdiri dipintu. aku tak menghiraukannya dan rey datang menghampiriku.
"hei.... " katanya seraya berlutut dihadapanku dan meraih kedua tanganku..
"maaf..., aku berada disituasi yang sulit. ayahnya may adalah target operasi kami. aku harus mendekatinya agar bisa mendapat informasi. aku tahu, aku sudah keterlaluan.aku benar benar menyesal. tapi aku hanya memikirkanmu saja. aku hanya mencintainu saja"katanya lembut sambil memasang wajah minta dikasihani.
"semalam aku tak bisa datang karna kami harus menjalankan misi penangkapan.aku meminta adi menjemputmu. fikiranku tak tenang. hanya memikirkanmu. bagaimana kalau kamu sakit lagi. aku harus mengeluarkan semua tenagaku untuk menghajar mereka. aku benar benar marah. aku memukuli mereka semua. aku tak memberi ampun. karna mereka semua aku harus menyakiti gadis yang paling ku cintai. aku memukul mereka hingga mereka semua habis ditanganku. "lapornya dan aku mulai merasa semua keluhannya itu sedikit menarik bibirku untuk tersenyum.
"ku mohon jangan marah lagi. aku lebih baik dihajar habis habisan dari pada menghadapi kamu yang marah begini. lihat.. ini lukaku. aku tertusuk benda tajam. dan lihat punggungku. mereka juga memukulku. rasanya sangat sakit "katanya mengadu seraya menunjukkan beberapa bekas lukanya padaku.
__ADS_1
"jangan marah lagi yah. aku sayang kamu"pintanya dengan wajah sedihnya
aku lalu tersenyum sambil meraih poninya dan memelintirnya.
"baiklah ku maafkan. tapi hanya sekali ini. lain kali aku takkan memaafkanmu. aku benar benar marah. aku bahkan tak pernah dicium seperti itu. benar benar membuatku patah hati. "keluhku juga dan seketika rey mendekat dan lalu menciumiku.
rey mendorongku hingga kami terjatuh diatas kasur. kubiarkan rey menciumiku. dan aku memeluknya erat. sudah kama sekali aku ingin memeluknya semesra itu.
"rey. geli"kataku . kami tertawa bersama dan kemudian rey berbaring disampingku. aku meraih wajahnya dan mengusapnya.
"aku sangat mencintaimu "katanya begitu lembut dan aku lalu menghambur memeluknya erat.
malam itu kami makan bersama dimeja makan. adel sudah memesan beberapa menu dan menyajikannya.itu adalah salah satu makan malam yang sangat menyenangkan dimana kami bisa tertawa dan bercanda bersama.
keesokan harinya kami mendatangi kampusku tempatku menuntut ilmu. kampus masih sepi sehingga sherli dan gabriel bisa berlarian dengan bebas dan menyusurinya dan mengabadikannya di chanelnya gabriel.
"nilaimu sangat bagus. "puji rey saat membantuku mengisi krs.
"aku ini pintar"
"ehmm. ku dengar kepintaran anak anak turun dari ibunya. jadi nanti anak kita akan pintar sepertimu dan tampan sepertiku"
"kepdan kamu"kataku dan kami kembali tertawa bersama. setelah menyelesaikan urusan kampus. gabriel berencana menuju Kebeberap lokasi wisata tak jauh dari sana. tampaknya dia sudah mensearching tempat tempat bagus sebelumnya dan pada akhirnya dia begitu kesal karna selalu menjadi tukang foto keliling untuk sherli.
kami menikmati liburan mendadak itu. begitu pula dengan rey yang tampak sangat keren dengan kemeja biru dan kaca mata hitamnya. dia selalu menggenggam tanganku kemanapun kaki kami melangkah dan sesaat kami melupakan semua masalah yang akhir akhir ini memburamkan hari hari kami.
sherli pun gak kalah bahagianya. mereka tak sungkan untuk selalu tampil mersa dan kompak dihadapan kami dan lagi gabriel sangat memanjakannya. kami menghabiskan sepanjang hari dan malam untuk bersenang senang mengunjungi berbagai tempat tempat bagus karna dihari berikutnya kami harus kembali ke indonesia.
"aku benar benar menyayangimu non,,, tetaplah bersamaku saja seperti ini"bisiknya pelan saat kami memandangi keindahan kota dari atas tower. aku membalik dan memeluk rey.
__ADS_1
"Tuhan... sungguh aku tak mau berpisah dengannya. "teriakku dalam hati.