
sonia menemaniku setelah ibu pulang.dia menatapku yang sedang menikmati buah segar yang dibawakannya.
"bagaimana dengan hubunganmu dengan rey? "
"baik.. semalaman dia menjagaiku sejak aku terjatuh. "
"oh baguslah kalau begitu. "
"sonia., aku tahu mungkin ini akan mengganggu perasaanmu. tapi aku sangat penasaran sebenarnya hubungan seperti apa yang kujalani dengan rey?"
"yah... kalian berpacaran. aku tak tahu persisinya sejak kapan tapi yah begitulah. rey sangat menyayangimu. dia sudah lama menyukaimu"
"begitu... "
"jangan selalu memaksakan diri. fikirkan saja supaya cepat sembuh"
"aku juga ingin segera sembuh. jujur saja, saat melihatnya tadi pagi tertidur didekatku. aku merasa sangat bersalah. aku ingin sekali mengingat semua kenangan kami. "kataku sedikit melow. sonia diam memandangku.
"apa aku harus memberi tahumu soal rey dan gadis itu?" tanya sonia dalam hati kecilnya. tadi dia tahu mungkin hal itu akan berpengaruh buruk. sonia membuyarkan fikirannya itu dan lalu mengupaskan jeruk lagi untukku.
"sudahlah.. hayo makan lagi. jeruk ini sangat maniskan"
may duduk melamun disalah satu restoran. sesekali dia melirik jam tangannya dan sesekali melirik keluar kaca. tak lama mobil rey muncul dan rey keluar dari sana.
"sudah lama? "tanya rey sambil duduk dihadapan may.
"baru aja. "
"sudah pesan makan?"
"belum" singkat may. rey lalu melambaikan tangannya kearah waiters dan gak lama waiters datang dan membawa menu makanan di restoran itu. tak lama setelah menunggu. waiters itu kembali dan menyajikan makanan mereka. rey menikmati makan siangnya sedang may sesekali memandangi rey.
"semalam mendadak pergi, kamu kemana? "
"ada kerjaan penting"
"ehmm. "
hening...
"tadi aku kerumah sakit menjenguk teman. tak disangka aku bertemu seorang gadis yang sedang sakit. dia duduk dikursi roda. dia punya gantungan hp seperti milikmu. "sindir may dan rey langsung tersedak.
"kamu gak apa apa? "
"iyah gak apa apa. ini terlalu pedas "kata rey bohong tapi may bisa melihat sesuatu yang lain dimata rey.
"ku fikir kamu tersedak karna berfikir aku sedang cemburu . tenang saja. aku lihat gadis itu sudah punya pacar. dia seorang dokter. dia sangat tampan. aku hampir terpesona karna ketampanannya"sindir may lagi dengan wajah ceria yang sengaja dibuat buatnya.
"memangnya aku kurang tampan yah?"
"kamu yang paling tampan. karna itu aku takkan rela melepaskanmu. kalau sampai aku tahu kamu dekat dengan gadis lain. aku akan membunuhnya"ancam may sedikit bercanda.
__ADS_1
"sadis sekali"
"jadi kamu lebih rela aku yang disakiti? "
"jangan bercanda. sudah. hayo dihabiskan makanannya"
rey kembali ke rumahnya. dia tertunduk dan memegangi keningnya. kata kata may direstoran tadi seolah seperti sebuah peringatan untuknya. rey merebahkan dirinya ditempat tidur dan menutup matanya.
"harus bagaimana? "keluhnya kecil dan tak lama rey tertidur. maminnya mengetuk pintu kamar rey, namun karna tak ada jawaban maminya masuk dan mendapati anak bungsunya itu sudah tertidur lelap. maminya lalu membuka sepatu rey yang masih belum dilepas dan meninggalkan rey untuk istirahat.
"sedang apa? "tanya gabriel saat sherli membereskan meja kerjanya sore itu.
"lagi beres beres. mau pulang"
"yah uda cepat beresin. aku kesana sekarang. tunggu yah"kata gabriel lalu memutus telponnya. gabriel menjemput sherli ke toko dan langsung menggajaknya kepameran boneka. sherli sangat senang. mereka menyusuri satu persatu stan disana dan gak lupa gabriel membelikan satu boneka kecil untuk sherli. dan disepanjang jalan mereka selalu berpegangab tangan.
yuna yang hari itu juga kesana bersama teman temannya melihat sherli dan gabriel sedang membeli ice cream. gabriel tampak tertawa mencandai sherli dan lagi dia sangat cemburu saat melihat gabriel menjaga sherli agar tak disinggung oleh pengunjung yang lain.
"suka gak? "
"ehmm. suka"
"yok kesana lagi. disana ada banyak boneka lagi"ajak gabriel lalu berjalan bersama menuju arah yang berbeda dengan yuna.
"wajahmu kenapa. sangat tidak bersemangat"kata paul saat rey tertunduk tak memperhatikan arahan seniornya.
"soal may? "
"ehmm"
"jangan dilama lamakan. lebih cepat kamu mengakhiri hubunganmu dengannya akan lebih baik. "
"aku mengerti"
setelah tugasnya selesai rey mengemudikan mobilnya menuju apartemen may. dia berencana untuk segera bertindak mendalami may dan mencari informasi tentang achan daddynya.
kebetulan sekali waktu itu achan ada diapartemen may. may pun memperkenalkan rdy pada daddynya itu.
"saya senang ada kamu yang menemani may selama dia disini. "
"kami hanya tak sengaja bertemu dan langsung cocok. rey sangat baik dad"terang may yang duduk disamping rey diruang tamunya.
"oh yah.. "
"kebetulan kalian bisa berjumpa disni. aku sangat senang "
"apa daddy tak mengganggu kalian?"
"tentu saja tidak. iyahkan rey? "
__ADS_1
"ehmm. malah lebih baik ketemu om. aku hanya mendengar sedikit cerita soal om. may bilang om sangat sibuk"
"yah begitulah.. om sangat sibuk mengurusi beberapa bisnis. sering keluar kota."
"tampaknya bisnis om sangat hebat sampai harus membuat om sesibuk itu. "
"bisa dibilang begitu"
"daddyku ini pebisnis yang hebat. "puji may dan daddynya tertawa kecil.
setelah daddy may kembali. rey dan may makan bersma diapartemen may dan rey merasa itu adalah waktu yang tepat untuk membahas daddynya may.
"daddymu hanya sebentar dan lalu pergi. kamu pasti merasa kesepian"
"tidak juga. daddy punya banyak uang. diA membuatku sibuk menghabiskan uangnya"
"seroyal itu? "
"ehmm. daddy tidak pernah marah. dia malah bisa marah kalau aku tak bisa dapatkan yang ku mau"
"memangnya daddymu berbisnis apa sehingga kamu gak khawatir untuk menghabiska uangnya? "tanya rey dan seketika expresi may berubah. dia seolah meresa takut dan enggan untuk membicarakannya.
"kenapa? "
"ah bukan apa apa. kita bahas yang lain saja"
"kenapa?"
"bisa kita bahas yang lain?"
"kamu marah yah kalau aku ngebaHas soal ini?"
"bukannya marah hanya saja... "
"kamu gak percaya aku? "tanya rey seraya meraih tangan mah yang terletak diatas meja. may menatap rey ragu. dan karna agak lama may terdiam rey kembaLi menarik tangannya dengan expresi sesalnya.
"yah sudah.. kita bahas yang lain saja"
"rey bukan begitu"
"tidak apa apa"
'tapi kamu tampak kesal"
"kita bahas juga gak berguna kan. jadi buat apa? "
"rey jangan marah begitu. aku hanya takut kamu tidak terima kalau tahu soal daddyku"kata may mencoba membuat rey mengerti. dia bisa melihat expresi kecewa diwajah rey.
"sudahlah lupakan saja"kata rey sambil meninggalkan meja makan. may yang khawatir lalu mengejarnya.
"rey.... "panggilnya seraya menghadang jalan rey.
__ADS_1
"aku belum siap.."keluh may seraya tertunduk. sekali dia menatap rey meminta pengertian rey.
"baiklah.. setidaknya aku sadar sekarang kamu gak serius. fikirkan saja dulu. aku juga harus pergi. "kata rey lalu meninggalkan may disana.