The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
kenangan yang hilang


__ADS_3

Malam itu sekitar pukul 7 Rey mulai membuntuti dan mengamati apartement May dan juga mengamatinya dengan dekat diluar. May tampak sangat periang dan lagi ada seorang pria yang selalu menjaganya.


Samar samar aku membuka mataku. Masih terasa berat. Kepala dan seluruh tubuhku terasa sakit.


"Non.... " aku mendengar suara Adi memanggilku. Aku berusaha mengumpulkan segenap kekuatanku dan menatapnya lebih jelas lagi. Dia tersenyum dan tak lama dokter Steve dan beberapa perawat masuk untuk memeriksaku.


"Kondisinya cukup baik, biarkan dia istirahat besok kita akan cek kembali perkembangannya. " jelas dokter Steve lalu pergi meninggalkan ruanganku. Bapak dan ibu masuk, mereka begitu bahagia saat bisa melihatku tersenyum kembali.


"Kak.... " kata Sherli begitu terharu seraya memelukku. Dia menangis sangat manja mengeluhkan rasa khawatirnya.


"Rey..... " kataku saat melihat Rey berjalan dibelakang Sherli. Rey berjalan perlahan mendapatiku, dia juga tampak meneteskan air mata.


"Kenapa kamu bisa disini, sonia mana? " tanyaku sambil memperhatikan pintu masuk tapi aku tak melihat tanda tanda kehadiran Sonia disana.


"Aku sangat mencemaskanmu. " kata Rey menahan perasaannya.


"Aku baik baik saja. Oh yah apa kalian sudah menikah? aku belum melihat cincin dijarimu" memdengar hal itu Rey terdiam. Dia merasa bingung.


"Sudah lama sekali kita tak bertemu. Sekarang kamu bekerja dimana? " tanyaku lagi hingga semakin membuatnya tak percaya. Adi lalu datang mendekatiku dan menatapku bingung.


"Kamu tidak ingat Rey...? " tanyanya penasaran


"Yah.. dia teman smaku, pacarnya Sonia. kenapa dia datang sendiri ? harusnya ada Sonia. Aku juga sudah lama tidak bertemu Sonia. " terangku lagi.


Keesokan harinya dokter Steve kembali memeriksaku. Rey masih berada disana menunggu dan dengan bingung dia tak sabar mendapat penjelasan.


"Ini hanya amnesia sementara. Mungkin disaat terakhirnya sebelum operasi dia terus memikirkan Rey. Beberapa syarafnya terganggu, kemungkinan dia terlalu memaksakan diri pada sesuatu kenangan sehingga ingatan itu ikut hilang dari memorinya. Saat ini lebih baik dia pulih dulu. Tidak baik jika harus memaksanya untuk mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Perlahan lahan seiring menjalani pengobatannya dia akan membaik. Semoga juga dengan ingatannya. " terang dokter Steve dirungannya dihadapan semua yang datang.



Rey berjalan putus asa meninggalkan ruangan dokter. Dia tak mengira hal itu akan terjadi. Setelah semua masalah yang mereka hadapi dan lewati. Kenapa harus kenangan saat bersamanya yang harus hilang. Bukankah saat terakhir kali kami bertemu aku mengatakan bahwa aku tak ingin melupakannya.



Rey kembali keruanganku. Dia tak berani untuk masuk, hanya menatapku dari jauh sambil menyandar ketembok.

__ADS_1


"Kenapa kamu melupakanku? ku kira aku begitu takut saat harus kehilanganmu. Ternyata aku lebih takut saat kamu dengan mudahnya melupakanku" katanya dalam hati.


"Rey..... " panggil Adi yang datang mendapatinya.


"Aku juga terkejut dengan kondisinya, tapi ku rasa lebih baik dia kehilangan kenangan itu. Kenangan itu hanya akan melukainya. " kata Adi, Rey tak perduli dia membalik dan meninggalkan Adi disana.


Siang itu Yuna datang bersama Sonia. Mereka menjengukku dan membawakan sekeranjang buah segar.


"Hei lama sudah tak bertemu" kataku seraya memeluk Sonia. Sonia yang bingung segera melepas pelukannya dan menatapku heran dan kemudian dia menatap Sherli yang ada dibelakang Yuna. Sherli lalu membawa Sonia keluar dan menerangkan kondisiku.


"Dokter bilang saat ini lebih baik membiarkannya pulih dulu. Amnesia ini hanya sementara karna pengaruh obat obatan yang merusak syarafnya. Tolong bersikaplah biasa didepan kak Non" pinta Sherli, mereka kemudian masuk. Aku baru bercerita dengan Yuna disana.


"Kalian membicarakan apa? sepertinya rahasia sekali" kataku protes


"Tidak apa apa" jawab Sonia sembari tersenyum kecil dan duduk didepanku.


"Yuna sudah tumbuh besar. Dulu dia masih Smp " kenangku dan tak lama Gabriel datang menghampiri kami.


"Ah. Iyel... " sapa Yuna kegirangan.


"Adikmu ini sangat populer."


"Oh.. gitu yah... "


"Oh yah sonia, bagaimana hubunganmu dengan Rey? semalam Dia kesini. Ku fikir kalian datang bersama. "


"Kami sudah putus.. "


"Oh.. benarkah, kok bisa, bukankah kamu sangat mencintainya? "


"Dia suka gadis lain"


"Ehmm. yah sudah.. nanti ku bantu carikan yang lain atau bagaimana dengan dokter Adi saja. Dia sangat tampan dan baik hati " kataku dan Sonia hanya tersenyum kecil.


__ADS_1


Rey membuntuti May disebuah supermarket. Saat May berniat mengambil sebotol minuman. Rey langsung mendahuluinya. May yang kesal lalu menatapnya. Rey tersenyum padanya seraya membuka minumannya dan meneguknya. May terpesona pada sosok Rey yang tampan yang tengah meneguk minuman ditangannya.


"Sori.. cuaca sangat panas" kata Rey setelahnya.


"Yah.. tak apa apa" kata May segera dan dia kaget saat Rey mengulurkan tangannya.


"Rey... " katanya memperkenalkan diri dengan begitu percaya diri. May menatapnya sesaat dan kemudian tanpa ragu dia menyalami tangan Rey.


"May... "


"Baru kali ini aku melihatmu disini. "


"Aku baru kembali dari eropa. Lagi libur kuliah "


"Sepertinya kamu sangat pintar. Aku suka perempuan yang pintar" kata Rey, May langsung tersipu malu mendengarnya.


"Senang bisa berkenalan denganmu" kata Rey lagi sebelum pergi dan belum jauh Rey melangkah. May lalu memanggilnya.


"Rey.... " panggilnya dan Rey lalu membalik menatapnya.


"Aku baru disini, kalau kamu gak keberatan. Apa boleh memberitahuku tempat tempat yang bagus untuk nongkrong. Duduk santai sambil minum Kopi " kata May meminta


"Tentu saja" kata Rey segera membuat May semakin bergembira. Dia tersenyum lebar sehingga membuat paras cantiknya semakin terpancar.


Rey mengajak May menaiki mobilnya kebeberapa tempat dikota itu. Dalam waktu sekejap mereka sudah sangat dekat. May sangat menikmati moment kebersamaan itu. Sikap Rey yang lembut dan begitu perhatian membuatnya baper.


"Aku tinggal disini. Kapan kapan mampirlah" kata May setelah sampai keapartemennya.


"Ok "


"Makasih buat hari ini. "


"Yah sama sama. "


"Baiklah kalau begitu aku masuk dulu yah. Nanti hati hati dijalan" pesan May lalu masuk dan tak lama dia keluar kembali.

__ADS_1


"Bisa minta nomor kamu gak? " katanya dan Rey segera mengetikknn nomor ponselnya di Hp May. May begitu gembira. Dia lalu masuk dan mengunci pintunya.


__ADS_2