
sherli terbangun saat dia mendengar suara pintu terdengat terbuka. sherli tersadar dan lalu duduk. dia baru sadar kalau dia tertidur ditoko semalaman . sherli lalu buru buru beranjak untuk melanjutkan pekerjaannya tapi sosok gabriel muncul dan mengagetkannya.
"kenapa tidak membangunkanku? "protes sherli.
"aku tidak menyuruhmu untuk tidur. kamu enak enaknya tidur. aku harus begadang menyelesaikan semua pesanan bunga ini"balik gabriel memberikan protesnya. sherli terdiam dan melihat jumlah bunganya sudah pas dan dia sangat terharu saat bunga bunga itu ditata dengan baik dan cantik.
"cantik sekali.. "pujinya kecil.
"setelah mengantar bunga ini. buatkan sarapan untukku"kata gabriel lalu mulai mengangkati bunga bunga pesanan itu kedalam mobil.sherli pun tak tinggal diam, dia ikut membantu untuk membawakan beberapa pot bunga.
"ayo cepat... "kata gabriel setelah semua pot bunga dimasukkan kedalam mobil dan sherli tampak sibuk mencari hpnya. dia segera masuk kedalam mobil seraya berniat menelpon ibunya.
"lama sekali"
"aku harus menelpon ibuku. dia bisa khawatir karna aku tak pulang semalam. "
"tenang saja. aku sudah menelpon ibumu. aku bilang kamu nginap dirumah buat temani ibuku"
"oh... syukurlah"
"ehmm.. "
hening....
"kamu makan coklat"kata gabriel tanpa menatap sherli. sherli teringat akan cokkat yang belum dihabiskannya.
"aku gak kaya kamu buang buang coklat. itu coklat mahal. dari pada kamu buang lebih baik aku memakannya"
"kamu makan semua ?"
"sisa potongan terakhir."
"kamu suka? "
"ehmm. itu kedua kalinya aku memakan coklat itu. sudah lama aku ingin beli tapi harganya mahal. " curhat sherli. gabriel hanya tersenyum kecil. dia teringat. dia mengecek ig sherli dan melihat sherli memposting coklat itu. sherli tak sadar kalau gabriel sengaja membelikan coklat itu untuknya.
setelah selesai mengantar bunga. sherli dan gabriel kembali kerumah. tak lupa gabriel menagih janji sherli untuk membuatkannya sarapan. selagi gabriel mandi sherli membuatkan sepiring nasi goreng untuknya. menatanya dengan unik dan meletakkannya dimeja. saat gabriel turun,sherli sudah tak ada lagi disana. gabriel hanya menemukan sepucuk notes didekat nasi gorengnya.
" terimakasih sudah membantu, semoga kamu suka nasi gorengnya. dan aku juga sudah memberi gambo makan"
itu isi pesannya. gabriel hanya tersenyum seraya melirik gamboo yang tengah asyik makan sambil mengibas ibaskan ekornya.gabriel menghampiri gambo. mengusap kepalanya beberapa kali.
"dia bukan hanya peduli padaku saja. tapi juga bapak, ibu, kakak dan juga gamboo" kata gabriel pada diri sendiri. hatinya merasa gembira. lalu Dia menikmati sarapan paginya.
tak lama setelah gabriel keluar dari rumah dan berjalan menuju motornya. sebuah taxi berhenti didepan rumahnya. gabriel penasaran dan melihat sosok yang baru turun dari taxi tersebut.
"hai... "sapa yuna sambil menghampiri gabriel.
__ADS_1
"ehmm. yuna... ada apa? "
"ehm. begini. aku mau minta tolong. kalau boleh"
"minta tolong apa? "
"besok. ada temenku yang ngajak jalan jalan. mereka berpasangan. aku merasa tak enak kalau nanti sendiri, kamu mau gak ikut temanin aku? "kata yuna malu malu.
"aku gak maksa kamu,, cuma kalau kamu mau. aku sangat senang sekali. "kata yuna penuh harap
"ok.. aku ikut "
"kamu mau? "tanya yuna tak percaya dengan senangnya
"iyah.. "
"yah udah besok kamu jemput aku kerumah yah. jam 2"
"ok... "
siang itu rey menemani may untuk berbelanja bahan dapur disebuah mall dan tak sengaja sonia melihatnya. mereka tampak sangat dekat seperti halnya orang yang sedang berpacaran. sonia yang masih tak percaya sempat membuntuti mereka.
"makasih yah rey.. kamu sudah sangat repot bantuin aku belanja"kata may setibanya diapartemennya. rey meletakkan beberapa bungkusan belanjaan diatas meja sedang may membuatkan segelas minuman untuknya.
"nih minum dulu "kata may seraya menyerahkan segelas minuman pada rey. rey segera meneguknya. may sangat terpesona pada sosok rey. dimatanya rey sangat sangat sempurna. tampan dan juga sangat lembut.
"tanya apa? "
"ehmm.. belakangan ini kita sering bareng.. aku khawatir nanti ada yang marah atau cemburu "kata may sedikit malu malu. rey tersenyum lalu meletakkan gelasnya diatas meja.
"kamu gak suka kalau kita sedekat ini? "
"bukan begitu. sejujurnya aku... aku mukai menyukaimu."kata may malu malu seraya tertunduk. rey tertawa kecil lalu mengelus kepala may. may menatap senyum rey yang semakin membuatnya terpesona.
"aku nyaman saat bersamamu. aku mau selalu dekat denganmu"kata may lagi seraya meraih tangan rey.
"baguslah... "
"aku sayang kamu rey... "kata may segera. rey tersenyum dan seketika may memeluknya. rey tahu itu salah. dia teringat padaku tapi saat ini dia dalam misi untuk pekerjaannya.
sedang dirumah sakit adi sedang membantuku berlatih.adi yang selalu peduli dan membantuku perlahan juga membuatku nyaman.
"kenapa kamu sangat perduli padaku ?"
"kamu ini pasienku"
"apa semua pasienmu juga kamu perlakukan begini? "tanyaku dan adi hanya tertawa kecil.
__ADS_1
"makasih yah. kamu sudah sangat baik. juga sabar membantuku berlatih"
"aku hanya mau melihatmu sembuh "
"kalian semua berusaha keras agar aku segera sembuh. aku pasti segera sembuh"kataku semangat. adi tersenyum, dia tampak sangat manis dan tampan.
"non... "suara rey terdengar jelas memanggilku. aku meliriknya kebelakang dan rey tampak berjalan mendekati kami.
"biar aku saja yang menjaganya. "kata rey agak dingin.
"bukankah kamu harus kerja ?"
"kapan aku kerja itu urusanku. lagi pula ku rasa kamu punya banyak pasien yang harus diurus"
"baiklah....,"kata adi menyetujui untuk mengakhiri perdebatan diantara mereka berdua.
" non.. aku pergi dulu yah,kalau sudah lelah jangan dipaksakan, nanti kakimu tambah sakit. " sarannya lalu pergi.
"kenapa kamu ngomong dingin gitu? adi dokter yang baik. aku jadi merasa tak enak padanya. "
"dia hanya berusaha mendekatimu. dan aku benci itu. ku peringatkan, jangan coba coba terpesona dengan sikap baiknya itu. "
"rey... "
"jangan terlalu dekat dengannya. ok"pinta rey dan aku lalu mengangguk.
"eh..., kalian saling kenal? "tanyaku lagi bingung
"kalian bicara seolah kalian sudah saling kenal. adi bilang seharusnya kamu kerja. kamu kerja apa? "
"ehmm. aku polisi. "
"benarkah? "
"ehmm. "
"aku tak pernah melihatmu memakai seragam polisi. pasti sangat tampan "
"memangnya kapan aku tidak tampan? "tanya rey dan kami tertawa bersama
"rey.... aku mau tanya sesuatu"kataku setelah itu
"tanya apa? "
"aku tidak ingat apapun saat aku terbangun. hal terakhir yang aku ingat. aku pulang ke rumah dan makan bersama bapak dan ibu. aku seperti melupakan sesuatu. sesuatu sebelum aku menjalani oprasi. dan aku tak mengerti. rey... kamu bilang waktu itu. kamu ingin aku mengingatmu. apa yang harus ku ingat rey? beritahu aku. "kataku sambil menatap rey penuh harap.
__ADS_1