
pagi itu rey mengikuti upacara penting dikantornya. dia memakai seragam lengkap pagi itu.
"ku dengar hubunganmu dengan anaknya achan sudah semakin baik. "kata paul setelah mereka selesai upacara.
"jangan meragukan pesonaku. aku bisa membuat semua wanita jatuh hati dan tergila gila padaku"
"yah.. ,itu benar.. tapi walau begitu kamu hanya setia pada nona sajakan. oh yah bagaimana kabarnya sekarang? "
"sudah lebih baik. dia juga sudah bisa berjalan"
"baguslah aku senang mendengarnya. tapi... "
"tapi apa? "
"kalau dia tahu kamu mendekati may. mungkin dia akan sedih"kata rey dan sejenak rey terdiam
"tapi aku lebih menghawatirkan jika may yang tahu kalau kamu sudah berpacaran dengan nona. "
"aku akan mengurusnya"
"ehmm. rey misimu ini misi negara. kalau bisa jangan biarkan may mendapat informasi pribadimu. maksudku soal nona aku hanya menghawatirnya."
"ehmm. tenang saja"
rey berjalan memasuki rumah sakit. kami janjian bertemu di taman rumah sakit. namun pagi itu aku masih harus diperiksa oleh dokter steve sehingga rey harus bersabar menungguku diluar ruangannya.
"rapi sekali"kata adi dari belakang. rey meliriknya dan adi berdiri agak jauh disebelah kanan rey.
"kuperhatikan hubunganmu dengan nona semakin membaik"
"seharusnya memang begitukan"
"ehmmm.. "
"sudah ku fikirkan. walaupun nona tak bisa mengingat kenangan kami lagi. aku tak perduli. asal kami saling mencintai dan menjaga hubungan ini pasti bisa bahagia. "
"kamu selalu terlalu percaya diri. "kata adi sedikit meledek rey. rey seolah kesal. dia menatap adi yang tersenyum seraya memandangi hamparan bunga di depannya.
"rey.... kalaupun kalian bisa menerima semua itu tapi bagaimana dengan mamimu ? apakah dia juga bisa menerima hubungan kalian?"
__ADS_1
"jangan terlalu melebih lebihkan situasi."
"aku hanya mengingatkanmu"kata adi lagi. kali ini dia menatap rey. rey lalu berjalan mendekatinya.
kalau begitu aku pun harus memberitahumu kalau aku takkan melepaskannya dan dia, dia pun takkan melepaskanku"kata rey begitu yakin lalu meninggalkan adi disana.
siang itu sherlipun merasa tak tenang. dia merasa harus meluruskan masalahnya dengan gabriel. waktu itu masih jam 1:30 setelah sherli makan siang sherli menutup toko dan bergegas menuju kerumah. saat itu gabriel sedang bersiap siap untuk pergi menjemput yuna.
"gabriel... "panggil sherli.
gabriel menatap sherli dan sherli datang mendekatinya.
"aku ingin bicara "kata sherli sedikit ragu dan tertunduk.
"terus terang saja. aku harus pergi"
"begitu... aku... "belum sherli memulai pembicaraannya tiba tiba yuna muncul dan menghampiri mereka.
"syukurkah kamu masih disni"katanya begitu gembira. dan kemudian yuna memperhatikan syerli.
"oh hai... " sapa yuna ramah.
"apa aku mengganggu kalian? "tanya yuna sedikit tak enak.
"ehmm. syukurlah kita bertemu disni. "
"aku harus pergi. bicaranya lain kali saja"kata gabriel pada sherli.
"ini apa? "tanya yuna saat melihat sebuah bungkusan kecil masih tersangkut bagian depan motor gabriel. gabriel teringat akan coklat yang dibelikannya untuk sherli. yuna memeriksa kotak itu dan mengeluarkan isiny.
"wah... coklat... "katanya kegirangan"
"kamu sengaja yah membelinya "kata yuna kegirangan. sherli merasa begitu tak tahan. dia lalu pergi meninggalkan mereka disana.
gabriel melihat kepergian sherli. hatinya seakan ingin mengejar langkah sherli tapi yuna segera muncul dihadapannya.
"ini bukan untukmu. "kata gabriel segera seraya mengambil kembali coklatnya dan menyimpannya disaku jaketnya. yuna sedikit kecewa tapi dia lalu tersenyum saat gabriel mengajaknya untuk pergi.
sherli kembali menangis setibanya ditoko. dia tidak bisa menahan air matanya walaupun dia sudah berusaha. gabriel memperhatikan toko saat mereka lewat dari sana dan dia bisa melihat dengan jelas sherli menangis. gabriel menggas motorya kencang hingga sampai ditempat yang mereka sepakati sebelumnya.
"yuna maaf sepertinya aku tidak bisa ikut denganmu"kata gabriel setelah yuna turun dari Motornya.
__ADS_1
"tapi... "
"ada yang sedang menungguku. aku harus menemuinya sekarang" kata gabriel lalu pergi. gabriel menggas motornya kencang menuju toko. dihatinya hanya ada sherli. dia tidak tahan mengingat gadis yang disukainya itu menangis sendirian. sherli begitu terkejut saat gabriel masuk membuka pintu. airmatanya masih tampak jelas membasahi pipinya. gabriel melangkah mendekatinya.
"kenapa kesini? bukahkan kamu ingin pergi. pergilah... "kata sherli saat gabriel melangkah cepat mendekatinya dan langsung memeluknya. sherli terdiam, dia tidak mengira gabriel kembali kesana hanya untuk memeluknya saat dia benar benar memerlukannya.
"jangan menangis. aku tidak tahan melihatmu menangis"kata gabriel. sherli begitu terharu. gabriel memeluknya sangat erat. bobby yang kebetulan datang begitu terkejut melihat kejadian itu.
"maaf.. aku tidak bermaksud "kata bobby setelah gabriel melepas pelukannya.
"tolong jangan dekati pacarku lagi. "kata gabriel sedikit kesal. matanya begitu tajam memandang bobby yang masih berdiri didekat pintu
"baiklah aku mengerti. sory... "kata bobby lalu pergi.
hening...
"ini untukmu. aku membelinya untukmu "kata gabriel seraya menyodorkan coklatnya. sherli yang masih tersedu sedu menatap gabriel kian haru.
" kenapa kamu selalu bersikap sesuka hatimu? aku benar benar sedih memikirkanmu. aku terus berfikir apa salahku. aku berfikir kenapa kamu tiba tiba baik. sebenarnya apa maumu?
"aku mau kamu berhenti menangis. aku mau kamu jangan pernah mau didekati cowok lain. aku mau dihatimu hanya ada aku saja. aku mau kamu. jadi pacarku"kata gabriel tegas. sherli terdiam. dia masih menangis dihadapan gabriel. gabriel lalu menyeka air matanya dan kembali memeluknya.
"maaf... aku tidak tahu harus bagaimana menghadapimu. aku sangat cemburu. aku sangat kesal. "kata gabriel. sherli mencoba menenangkan dirinya dipelukan gabriel.
"kamu maukan jadi pacarku? "tanya gabriel sekali lagi. sherli segera mengangguk
"kalau begitu peluk aku juga"kata gabriel. sherli lalu memberanikan diri untuk membalas pelukan gabriel.
"maafkan aku. aku tidak bermaksud memarahimu dan membentakmu"kata gabriel lagi. sherli lalu menatap gabriel. dia melihat penyesalan dimata gabriel.
"aku mengebut sangat kencang agar bisa segera sampai disini. aku menerobos lampu merah dua kali. aku terus memikirkanmu. "cerita gabriel dan sherli tertawa kecil. gabriel merasa lega melihat gadis yang baru jadi pacarnya itu tersenyum.
"tapi bukannya tadi mau pergi dengan yuna? "
"ehmm. ku rasa gak baik kalau terus melanjutkan hubungan yang bakal buat dia merasa baper. aku tak tahan melihatnya selalu bersikap seolah aku ini pacarnya. "
"dia sangat menyukaimu"
"jadi kamu tidak suka aku? "
"aku... ,aku suka kamu. sangat sangat suka"jawab sherli dan gabriel begitu senang mendengarnya.
__ADS_1
"ku fikir ini memang untuk yuna. aku sangat cemburu "
"bodoh. sudah jelas jelas ini coklat kesukaanmu. mana mungkin aku beli untuknya"kata gabriel sambil memukul kecil kening sherli dengan jari telunjuknya. mereka tertawa bersama dan memakan cokkat itu bersama.