The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
situasi genting


__ADS_3

"aku ingin bicara. datanglah ke xxxx"kataku dalam sebuah pesan wa pada rey dan tak lama Dia membacanya.


aku meminta gebriel untuk mengantarkanku ketempat itu tapi ditengah jalan ada kecelakaan dan kami harus bersabar menunggu kemacetan. rey tiba disana lebih dulu dan tak lama dia mendapat telpon dari may.


"kamu dimana. kenapa susah se x mengangkat telponku"kata may tak sabaran


"maaf aku ketiduran. "


"kamu dimana, aku ingin bertemu"


"aku lagi ada di xxx. tunggulah diapartemenmu. aku akan segera kesana. ada hal yang harus ku urus dulu. "kata rey lalu memutus telponnya. may yang tak terima lalu bergegas meraih tas dan lalu bergegas menuju ke xxxx untuk menemui rey.


aku melihat rey menunggu di xxx,



"non... "katanya menyapaku. aku bisa melihat wajah yang merasa bersalah.


"aku.... "


"rey..... "suara may terdengar jelas sebelum aku berbicara. dia mendekati kami dan segera menarik tangan rey kedekatnya.


"kamu kesini buat jumpain dia? "


"aku yang memintanya kesini"kataku segera. may menatapku dengan begitu kesal.


"aku mungkin tak tahu apa saja yang sudah terjadi setelah aku kehilangan ingatanku. tapi sekarang aku sudah ingat semua. sejujurnya saat ini hatiku sangat sakit. aku masih belum percaya dengan apa yang kulihat. bahkan sekalipun aku ingin membencimu. tapi hatiku tak terkendali. sekali saja. katakan padaku dan aku akan mempercayainya. apapun itu aku akan mencoba mengerti. "kataku sambil menatap rey yang juga menatapku.


"rey... "may berusaha memecah kami. dia terus menarik narik tangan rey seperti seorang anak kecil.


"katakan sekali saja"kataku lagi dan tiba tiba may dengan kesalnya berdiri dihadapan rey menengahi kami.


"rey... "katanya sedikit membentak.


"kalau kamu gak bisa jawab sekarang juga gak apa apa. aku akan menunggumu nanti malam ditaman didekat rumahku. datanglah karna besok aku harus pergi."kataku lagi lalu pergi meninggalkan mereka.


may menampar rey begitu keras setelah itu.


"kamu benar benar keterlaluan "kata may marah lalu meninggalkan rey juga disana.


sore itu gabriel mengajak sherli berbelanja. mereka membeli beberapa jaket tebal dan juga syal dan sepatu. mereka mempersiapkan semua keperluan mereka untuk berangkat. setelah selesai mengurus krs. kami akan istirahat sehari dan lalu pulang. dan ketika sedang memilih milih sepatu seseorang menelfon gabriel dan mereka mengobrol sebentar.

__ADS_1


"telpon dari siapa? "tanya sherli setelah gabriel kembali.


"fans... "jawabnya singkat dan sherli tertawa kecil.


"kamu sok ngartis tahu"


"yah walaupun memang bukan artis tapi jangan menyangkal ketampanan pacarmu ini"


"sok tampan kamu"



akupun mengemasi beberapa pakaian untuk ku bawa. jam masih menunjuk jam 4 sore. sedang rey juga sudah bersiap siap untuk melakukan aksi mereka makam ini.



"team sudah siap. perlengkapan juga"kata paul saat menghampiri rey diluar.


"aku keluar dulu ada hal yang harus ku urus. aku akan segera kembali. "kata rey lalu pergi. dia kembali kerumah dan mengambil buku kecil dari lemarinya. saat diperjalanan dia menelfonku.


"hallo... "kataku saat aku baru mau keluar dari rumah.


"jangan menungguku. aku takkan datang"


"ku mohon... saat ini aku tidak bisa mengatakannya padamu"


"kalau begitu aku akan menunggumu. aku akan menunggumu sampai kamu kembali padaku."kataku kesal lalu memutus telponnyA.


rey lalu mencoba menelfon adi tapi adi sedang menjalankan operasi dan tak bisa menerima teleponnya.


"rey cepatlah, kita harus berangkat sekarang"kata paul saat rey baru turun dari mobilnya. rey lalu bersiap siap dan lalu memasuki mobil paul dan mereka berangkat.



"semua baik baik saja?"tanya paul saat melihat wajah rey yang tak karuan karna adi tak juga mengangkat telponnya.


"hm.... "


"waktu menunjuk pukul 8.30 rey tak kunjung muncul dan aku masih duduk disalah satu kursi taman untuk menunggunya. sedang setelah selesai melakukan oprasi. adi kembali ke ruangannya dan mengecek hpnya.


"kenapa dia terus menelfonku?"fikir adi dan lalu menelfon rey kembali

__ADS_1


"kenapa lama sekali ?"protes rey kesal


"kamu kenapa?"


"aku dalam tugas. nona menungguku ditaman didekat rumahnya. tolong bawa dia pulang aku tak bisa kesana"


"lalu bagaimana denganmu. kenapa bukan kamu yang menjemputnya"


"aku sudah bilang aku dalam tugas. doakan saja agar aku kembali dengan selamat"kata rey lalu memutus telponnya karna mereka sudah sampai.


adi merasa kebingunan dengan sikap temannya itu tapi dia tak mau berlama lama disana. dia lalu bergegas menuju taman dan mencariku disana.



rey menyiapkan senjatanya dan memimpin teamnya untuk mulai bergerak. seperti yang sudah digambarkan rey. disana banyak anggota achan dan lagi mereka juga memiliki senjata. rey dan teamnya harus bergerak perlahan dan melumpuhkan mereka satu persatu untuk menghindari kekacauan dan keributan agar mereka bisa menangkap basah achan yang malam itu juga sedang berada dilab untuk memeriksa hasil ciptaan mereka yang baru.


"kalau sudah ketergantungan. maka tidak bisa menghindar lagi. mereka akan sangat ketergantungan hingga akan memerlukan obat ini sebanyak mungkin dan itu berarti kita harus siap membuat stok barang dan menjualnya dengan harga tinggi"terang salah seorang ahli. achan tersenyum puas mendengar hal itu.


"non.... "panggil adi saat menemukanku ditaman.


"kenapa kamu disini? "


"rey memintaku untuk menjemputmu"


"aku akan menunggunya"


"non. dia takkan datang. ayo pulanglah denganku"


"dia akan datang. dia sudah berjanji padaku. dia sudah bilang tak peduli berada dimana dan bersama siapa dia pasti akan kembali padaku "kataku sedikit marah dan keras kepala. aku tahu seharusnya aku tak melampiaskan amarahku pada adi yang selalu baik padaku.


setelah nyaris melumpuhkan setengah anggota achan dan memasuki kawasan gedung. salah seorang anggota achan menyadari kedatangan mereka dan menyalakan alaram tanda bahaya. achan begitu terkejut. dia lalu diamankan tangan kanannya untuk meninggalkan tempat itu. tapi rey tak mau tinggal diam. seketika terjadi baku hantam dan serangan peluru disana. anggota achan yang terlatih tak mau menyerah. mereka melakukan serangan balik pada rey dan teamnya.


"dengarkan aku non. rey takkan datang. dia takkan datang"kata adi menegaskan padaku. hal itu membuat aku patah hati dan aku seperti biasa hanya bisa menangis.


"dia akan datang. dia berjanji akan kembali padaku saja"kataku setelah adi memelukku.


adi tak menjelaskan alasan rey untuk tak datang sekalipun dia tahu kalau rey dalam situasi yang tak baik.


"semoga kamu baik baik saja rey"kata adi dalam hatinya sambil terus memelukku erat.


rey mengalamai kesulitan saat mengejar achan. anggota achan tak ada habis habisnya menghadang jalannya. tapi seolah rey ingin membalaskan setiap tetesan air mataku. dia tidak peduli walaupun dia sudah terluka. dia tetap maju untuk mengejar achan.

__ADS_1


"tunggulah aku. aku pasti kembali padamu. tunggu aku sebentar saja. tunggu aku non "kata rey dalam hatinya sambil memukul setiap orang yang menghalangi jalannya.


__ADS_2