
rey berada didua pilihan yang sangat sulit untuknya. aku masih terdiam. sama seperti may yang hanya diam menunggu rey.
"non... "aku mendengar suara adi didekatku dan saat itu pula aku melihat rey mendekati may dan dia menciumnya dihadapanku. setetes air mata jatuh membasahi pipiku. mengapa rey setega itu? mengapa dia melakukan hal ini padaku didepan mataku? saat adi melihat kejadian itu. adi lalu berdiri dihadapanku agar aku tak melihat lagi semua itu.
"hayo pergi "katanya lalu membawaku dari tempat itu. dan sekali lagi hanya adi tempatku bersandar saat semua rasa sakit itu datang.
"mengapa dia mempermainkanku ?mengapa dia ingin aku mengingat semuanya kalau ternyata dia sudah punya orang lain dihatinya? mengapa dia menyakitiku begini, apa salahku. ?"keluhku dipelukan adi sambil terus menangis. adi hanya diam sebab dia pun tak percaya pada apa yang sudah dilakukan rey.
"sudahlah... sudah.. ayo kita pulang"ajaknya lalu membukakan pintu mobilnya. kami pergi meninggalkan tempat itu dan aku pun ingin meninggalkan hatiku disana.
may juga membawa rey kesebuah tempat. sebuah tempat yang gak jauh dari kota. tempat yang selama ini mereka cari tahu. dan rey bisa melihat semua aktivitas pekerjaan disana. mulai dari lab. gudang produksi obat obatan dan juga para bekerja yang sedang mendistribusikan obat obatan itu.
"kalau aku menceritakannya langsung mungkin kamu gak akan percaya. jadi aku langsung saja membawamu kesini. daddyku punya bisnis barang terlarang. aku tahu ini memang bukan sesuatu yang patut untuk dibanggakan. aku tahu seharusnya aku malu dengan ini dan karna ini daddy tak mau aku tinggal bersamanya. dia takut jika aku akan bahaya saat polisi akan tahu semua ini. dan karna ini aku harus berpura pura dihadapan banyak orang. aku ikut dalam organisasi amal. ikut dalam kegiatan sosial yang sebenarnya tak cocok denganku. daddy memberikan semuanya untukku dan aku tak bisa jika tak mendapatkan apa yang ku mau. rey..., aku tidak tahu apakah perasaanmu akan berubah setelah mengetahui hal ini. tapi kamu harus tahu bahwa aku begitu serius. aku sangat menyayangimu dan gak mau kehilanganmu. "kata may. rey hanya diam sambil tersenyum kecil. may lalu memeluknya sedang hati reu sedang kacau karna memikirkanku.
"kalian sudah sampai "kata ibu saat kami tiba dipintu rumah. gambo berlari menghampiriku. dia mengibas ngibaskan ekornya karna begitu gembira menyambut kepulanganku. aku mengelus kepalanya agar dia senang.
"lebih baik istirahat dulu dikamarmu. "saran adi. aku menatapnya. adi begitu perhatian. aku masuk kekamar ditemani adi.
"aku tahu perasaanmu sedang gak baik. mungkin aku juga gak bisa mengobatinya. non.. jangan bersedih. semua akan baik baik saja"kata adi.
"makasih yah di.., kamu selalu ada disaat aku membutuhkanmu. makasih kamu selalu baik dan sabar untukku"
"aku hanya tak ingin kamu menangis "kata adi sambil menyeka air mataku yang baru terjatuh. aku hanya tertunduk dan adi segera memelukku lagi. aku hanya bisa menangis pilu dibahunya.
rey kembali kekota setelah mengantar may keapartemennya. hatinya begitu kacau dan dia memilih untuk menepi. rey menyandarkan kepalanya kebelakang dan menutup matanya.
"harus bagaimana aku menjelaskan padamu? "bisiknya dalam hati. tak lama rey mengeluarkan hpnya dari sakunya dan menelfon adi.
"temui aku di xxx, ku tunggu sekarang? "kata rey.
adi segera menuju ketempat yang katakan rey. dia mendapati rey sedang berdiri didekat mobilnya tampak menunggunya.
__ADS_1
"aku menyuruhmu kesini agar kamu gak salah faham.jangan berfikir aku sengaja melakukan itu untuk menyakitinya. aku tak perlu menjelaskan apa yang sedang kulakukan. kamu hanya perlu tahu satu hal. aku masih mencintainya. jadi jangan berfikir untuk menggunakan kesempatan ini untuk mendekatinya. "tegas rey
"melihatmu seperti ini. seolah menghawatirkan hubungan kalian. rey.. aku juga gak tertarik untuk mendengar alasanmu. sejak awal sudah ku ingatkan. takdir Tuhan yang menentukan."
"kalau begitu katakan pada Tuhan bahwa aku takkan melepaskannya. tidak akan pernah "tegas rey penuh amarah lagi lalu pergi begitu saja meninggalkan adi.
"bagaimana perkembangannya? "tanya riu saat rey datang untuk menjenguknya lagi.
"aku sudah mengirimkan lokasinya pada paul. malam ini akan menyusun strategi dan malamnya kami akan bergerak. "
"baguslah"kata riu tapi setelah itu dia mendapati wajah rey yang terlihat begitu tak bersahabat.
"apa ada yang mengganggu hatimu? "
"may...., sepertinya dia tahu soal nona. aku terpaksa menciumnya didepan nona demi informasi ini"
"aku harus mengabaikan dan mengorbankan perasaannya untuk hal ini. benar benar payah. "
"sudahlah.. setidaknya setelah ini kamu bisa menjelaskannya. dia pasti mengerti. "hibur riu tapi tetap saja itu tak menenangkan hati rey.
aku duduk sendiri melamun didekat pintu dibalkon lat 2 rumahku. memandangi hamparan bintang dilangit. aku teringat apa yang dikatakan rey saat terakhir kami duduk berdua diteras balkon. hatiku begitu benci setiap kali mengingat momen saat rey mencium may dihadapanku. namun setelah itu aku selalu teringat pada kata kata rey.
"aku ingin mempercayaimu. "kataku dalam hati.
sedang ditempat lain rey tengah berdiskusi dengan teamnya. rey memberikan gambaran lokasi itu.
beberapa kali malam itu may mengirim pesan pada rey tapi rey tak membacanya apalagi membalasnya. hal itu membuatnya bertanya tanya.
"mengapa kamu menghilang setelah aku memberitahu semuanya. apa kamu begitu tak bisa menerima aku yang begini ?"kata may begitu kesal didalam kamarnya.
__ADS_1
setelah diskusi dengan teamnya selesai. rey melirik jam tangannya. sudah jam 11.30.rey keluar dari kantornya dan menuju kerumahku tapi rumah sudah gampak sepi. rey berfikir untuk tak menggangguku lagi. dia lalu kembali kerumahnya.
keesokan harinya saat kami sarapan bersama sherli datang dan dia membawakan bunga untukku
"eh nak sherli ayo ikut sarapan "kata ibu menyambutnya. sherli lalu menyerahkan bunga yang dibawanya untukku dan gabriel menarik kursi didekatnya agar sherli duduk disebelahnya.
" makanlah.. "kata ibu sambil menyiapkan sepotong roti isi didepan sherli.
"aku sudah pesan 3 tiket. lusa kita berangkat jam 10."kata gabriel
"ibu ikut? "tanya sherli melirik gabriel.
"kamu... "
"aku...? kata sherli tak percaya
"ehmm. biar ada yang temani kakak. kalian sesama wanita bisa saling menjaga. kalau kakak kenapa napa kan ada kamu yang temani"
"aku gak punya paspor"
"sudah ku urus"
"kalau begitu harus bicara dengan ibu dirumah"
"sudah.. "kata gbriel lagi seraya menikmati sarapannya.
"semalam gabriel kerumahmu. meminta berkas untuk urus paspormu sekalian minta ijin"terang ibuku lagi dan sherli lalu tenang.
"kalian bisa sekalian berlibur. nanti tolong bantu gabriel jagain kak non yah"
"baik bu. "kata sherli patuh.
__ADS_1