The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
luka lama


__ADS_3

hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Adi mengobati kedua telapak tanganku dengan begitu lembut. Membersihkan lukanya lalu membalutnya dengan baik. Sedang aku masih sesekali terisak isak disebelah Sherli diatas tempat tidurku. Aku merasa Tuhan begitu tak adil padaku.


Aku harus menanggung semua rasa sakit ditubuh dan juga dihatiku. Apa salahku,,, kenapa aku harus menanggungnya sendiri?


"Tidurlah... jangan difikirkan lagi. Semua akan baik baik saja. " kata Adi setelah itu. Aku hanya mengangguk perlahan lalu membaringkan badanku dan tidur menyamping. Sherli segera menyelimutiku dan lalu berjalan keluar bersama ibuku yang menunggu dipintu kamar.


"Besok aku akan datang lagi untuk menganti perbanmu. Aku pulang dulu yah" kata Adi lagi. Aku hanya Diam, aku kehilangan moodku untuk berbicara. Mereka kemudian pergi dan menutup pintu namun aku masih bisa mendengar apa yang dipertanyakan bapak dan ibu pada adi diluar. Walau berat Adi tetap menceritakan kronologis kejadian itu secara detail.


"Sungguh keterlaluan.. " kata bapak begitu marah dari luar dan ibu mencoba menenangkannya.


"Sabar pak..., "


"Gak bisa bu.. bapak harus menemui mereka. Mereka jangan berfikir kita bisa dipermainkan begitu saja. Hanya karna mereka orang terpandang, seenaknya mempermainkan Nona" kata bapak tak terima lalu keluar meninggalkan rumah. Gabriel dan Sherli segera menyusulnya.


Rey berjalan perlahan memasuki rumahnya. Tampak rumah sudah sepi, hanya tertinggal beberapa keluarga dekat masih bercerita disana. Rey berjalan memasuki pintu rumah dan melihat Sonia masih disana bersama maminya


"Rey.. "kata Sonia sambil berdiri begitu melihat Rey datang dengan wajah kusutnya.


"Rey... Rey... " suara bapak dengan keras terdengar memanggil dari luar. Rey bergegas keluar mendapatinya dan dengan segera bapak menamparnya.

__ADS_1


"Kamu fikir kamu Siapa? mempermainkan dan mempermalukan anakku. Kamu fikir karna kamu seorang polisi dan keluargamu orang terpandang dengan semudah itu mempermainkan kami ha ? " bentak bapak begitu marah sambil menarik kerah baju Rey.


"Hei lepaskan "kata papinya Rey mencoba melerai. Maminya Rey keluar bersama Sonia mendapati mereka


"Charles... " bentak maminya Rey. Bapak memperhatikannya dan beliau langsung terdiam. Dia begitu tak menyangka kalau akan bertemu mantan pacarnya itu disana.


"Kenapa...? kamu gak terima? " kata maminya Rey kesal sambil berjalan mendekati bapak yang kini bungkam.


"Kamu tentu masih belum lupakan, apa yang kamu lakuin sama aku 30 tahun yang lalu. Aku masih belum lupa semua itu dan mungkin Tuhan mendengar semua tangisanku selama itu. Bagaimana Charles..., apa kamu merasa ini tak adil? apa ini belum cukup..., kamu yang memulainya. Kamu yang meninggalkan karma ini jadi kamu harus terima akibatnya. "


"Mami... "bentak Rey kesal hingga semua orang disana terkejut dengan sikap tak sopan Rey.


"Aku sangat menyayangi mami, tapi aku tidak menyangka mami memperalat anak mami sendiri untuk dendam pribadi mami. Kalau mami berfikir ini hanya untuk menyakiti mereka. Harusnya mami sadar mami juga sakitin hatiku juga. Mami kelewatan... " kata Rey kesal lalu pergi meninggalkan rumah itu.


"Rey... Rey... Rey tunggu" panggil Sonia sambil mengejar Rey keluar rumah dan Rey dengan segera menaiki mobilnya tanpa memperdulikan Sonia dibelakangnya.


"Pak..., bapak kenapa? " tanya ibu yang menunggu diruang tamu dengan khawatir.


"Gak apa apa bu, bapak mau kekamar. Bapak lelah " kata bapak tak semangat lalu masuk kekamarnya. Dia belum siap untuk menceritakan semuanya.


"Iyel.. ini sudah malam nak, antarlah Sherli pulang"


"Iyah bu... " jawab Gabrie lalu mengajak Sherli untuk diantar pulang.


"Kasihan kak non yah... "kata Sherli diperjalanan

__ADS_1


"Kak Non pasti sangat down. Memang bang Rey gak salah, tapi kalau sudah begini bagaimana bisa mereka melanjutkan hubungan mereka. Keluarga pasti tidak akan merestuhi hubungan mereka. "kata Sherli lagi namun Gabriel tampak tak ingin membahasnya, raut wajahnya begitu datar namun Sherli tahu Gabriel pasti sedang memikirkan hal yang sama.


Rey mabuk malam itu. Dia baru menghabiskan beberapa botol bir, dia berjalan sempoyongan hingga kerumah Adi. Adi baru sampai disana saat melihat Rey muntah di depan rumahnya. Adi segera membawanya masuk dan membaringkannya disalah satu sofa panjang diruang tamunya.


"Aku tuh sayang banget ama dia Di. Kenapa mami tega sama anaknya sendiri? sekarang harus bagaimana?Di..., tolong... tolong bilang kemereka . Aku sayang Nona, aku gak mau pisah lagi. Bilang sama mamiku... aku bisa gila... aku bisa gila Di.. " katanya sambil menarik narik bahu Adi kedekatnya. Adi tak mau menghiraukannya. Tapi walau temannya itu sedang mabuk berat, dia tahu itu kata hatinya yang paling jujur.


" Hal ini saja sudah membuatmu begitu terpukul apalagi jika kamu tahu kalau Nona sekarat karna penyakitnya" fikir Adi dalam hati kecilnya


"Di.... "panggil Rey lagi sebelum Adi pergi


"kenapa kamu ngambil kesempatan buat dekatin dia? kamu sahabatku, jangan berfikir menjadi rivalku. Aku takkan sungkan. "katanya lagi namun kali ini pun Adi tak peduli, dia tahu tak ada gunanya berdebat dengan Rey yang sedang mabuk berat. Adi memilih meninggalkannya dan masuk kekamarnya.


Malam itu Sonia pun tak bisa tertidur. Disatu sisi dia begitu memihakku dan tak tega jika menyakitiku tapi disisi lain Sonia juga tak tega pada maminya Rey dan juga tak ingin menghindari perasaannya yang masih begitu mencintai Rey.


"Kalau kamu benar benar mencintai Rey, tante mohon, jangan lepaskan dia" kata kata mami Rey selalu teringat dibenaknya. Sonia memejamkan matanya dia tahu kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk bicara denganku.


"Non... sori,,,, tapi aku juga menyayangi Rey. lagi pula kalian sudah tak mungkin bersama. " katanya kecil.


Setelah sampai dirumah Gabriel langsung masuk kekamarnya dan menghempaskan tubuhnya keatas tempat tidur dengan sembarang. Gabriel malam itu pun tak tertidur, dia merasa begitu kesal, dia teringat kalau Sonia memiliki seorang adik perempuan seusianya. Gabriel lalu meraih hpnya dari meja belajarnya dan menstalking profil Yuna.


Gabriel memikirkan sesuatu sambil memandangi foto yuna di ignya. Dia mengepal tangannya begitu kesal dan lalu mengirim sebuah pesan untuk Yuna.


Yuna membuka ignya saat mendapat satu notifikasi. Dia tak percaya bahwa orang yang mengirim pesan padanya adalah Gabriel. Sosok yang sangat dikaguminya sejak Gabriel terkenal sebagai you tuber.


Yuna segara membalas pesan itu, dia tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa dekat dengan Gabriel tanpa dia ketahui kalau Gabriel punya tujuan lain untuk mendekatinya.

__ADS_1


Gabriel tersenyum kecil, karna hanya dengan mudah Yuna bisa jatuh kedalam perangkapnya. Gabriel berniat untuk mengajaknya bertemu. Membuatnya baper dan lalu mempermalukannya. Sama seperti yang ku alami.


__ADS_2