The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
cemburu part ii


__ADS_3


rey kembali kekantor. dia menghadap atasannya dan memberikan laporan. dan lagi atasannya juga memberikan sedikit informasi tambahan untuk rey soal achan. rey membaca berkas itu dengan baik. dari sana rey mengetahui kalau may punya alergi terhadap seafood. jika tak sengaja mengkonsumsinya dia akan mengalami iritasi kulit yang parah.


"cobalah lebih dekat lagi dengannya. supaya kamu punya akses untuk dekat dengan achan. ku dengar achan sedang memproduksi obat baru. kasus terakhir yang menggunakannya. penderitanya mendadak jadi mengalami trauma terhadap orang disekitarnya. dan lagi akan sangat ketergantungan. jika dalam 2 hari tidak digunakan. maksimal penderita akan gila. "terang atasannya. rey lalu menutup berkas itu dan menatap atasannya.


"rey.., aku percaya kamu bisa. dengan keahlianmu selama ini. itu sudah cukup untuk menangkap basah achan. tapi aku mengingatkanmu agar tetap waspada. dia bukan orang yang setengah setengah."


"aku mengerti "


"may hanya akan tinggal 2 minggu disini. aku dapat info sebelum dia kesini. dia sudah booking penerbangan ke london. kalau bisa kamu harus selesaikan tugasmu sebelum may pergi. setidaknya harus ada sedikit hasil sebelum kita menangkapnya. "



siang itu gabriel menemui notarisnya untuk menyelesaikan urusan jual beli rumahnya. dan setelah membereskan semua berkasnya gabriel berniat segera kembali ketoko untuk menemui sherli.


"hai... "sapa bobby saat sherli tengah sibuk sendiri dengan hpnya


"eh bobi... "


"kamu sedang sibuk gak? "


"gk terlalu sih. kenapa? "


"ehmm. aku cuma mau ngajak kamu makan siang"


"ehmm. tapi aku harus jaga toko. aku juga kebetulan sudah makan"


"ehmm gitu yah... "


"kamu belum makan yah? "


"ehmm. gak enak makan sendiri. kebetulan tadi lewat sini. ku fikir akan mengajakmu sekalian "terang bobbi.


"baiklah... aku temani saja. tapi aku gak bisa lama lama. soalnya gak ada yang jagain toko "


"ehmm. tentu"

__ADS_1


bobby lalu mengajak sherli kesalah satu cafe didekat toko. mereka hanya perlu berjalan sedikit untuk sampai. bobby memesan makanan sedang sherli hanya memesan segelas jus segar. bobby anak yang baik dan suka bercanda. sherli merasa sangat nyaman dengannya.


gabriel merasa bingung saat mendapati toko kosong dan tertutup. dia berniat untuk menelfon sherli tapi niatnya itu kemudian sirna saat gabriel melihat mobil bobby terparkir disana. gabriel mengenali mobil itu. dia berfirasat kalau mereka pasti tak jauh dari sana. gabriel lalu berjalan untuk mengecek dan jelas saja. gabriel melihat sherli sedang tertawa mendengar candaan bobby. gabriel tak pernah melihat sherli tertawa lepas seperti itu. gabriel merasa cemburu. dia lalu pergi dan kembali ke mobilnya.



'bu... kok gabriel dari semalam gak kesini yah. dia dimana? "tanyaku saat ibu baru datang menjengukku.


"dia lagi nemuin notaris"


"notaris??? "


"ehmm. gabriel menjual rumahnya"


"kenapa ?"tanyaku masih tak percaya. ibu lalu datang dan duduk didepanku.


"karna dia sangat menghawatirkanmu. dia ingin kamu sembuh. dia mau kamu mendapat perawatan terbaik. gabriel bilang rumah itu bisa dibeli lagi nanti. lagian gabriel tak menempatinya"terang ibu. aku tertunduk tak mengira adikku yang cuex itu begitu besar berkorban untukku.


"jangab sedih. gabriel ingin kamu sembuh. jadi kamu harus segera sembuh. jangan buat usahanya sia sia"saran ibu. aku mengangguk kecil sambil menyeka air mataku. hatiku merasa sangat terharu.


setelah bobby berpamitan. sherli berjalan mendekati toko dan diA begitu heran saat melihat pintu terbuka. sherli bergegas masuk kedalam dan mendapati gabriel sedang duduk didekat meja kerjanya menatapnya tajam.



"aku hanya keluar 15 menit"


"sepertinya dia sangat membuatmu nyaman. "


"bukan urusanmu"


"emm. memang bukan. "kata gabriel sedikit kesal lalu pergi dan sebelum keluar dia membuang sebuah bungkusan kedalam tempat sampah.


"kumat lagi"kata sherli pelan sambil menatap kepergian gabriel. sherli lalu melirik tong sampah itu. seperti ada sesuatu yang membuatnya merasa tertarik. sherli mendekatinya dan meraih bungkusan itu. ada sebatang coklat, sherli terdiam. dia teringat pernah mengatakan pada gabriel agar memberi yuna coklat. seolah ada rasa sesal menghampiri sherli. tapi dia hanya bisa melihat gabriel memasuki mobilnya dengan sangat kesal.


gabriel memasuki ruanganku dengan wajah kesalnya. dan ibu berpamitan untuk pulang.


"ku dengar kamu menjual rumahmu"kataku saat diA menghampiriku dan duduk di kursi didekatku sambil memainkan hpnya.

__ADS_1


"asal saja kakak gak hadir diacara wisudaku. aku gakkan memaafkan kakak"katanya mengomel. aku tersenyum. aku melihat adikku itu sudah mulai berfikir dewasa. dia tak hanya memikirkan kesenangannya saja tapi juga keluarga.


"hei... kakak mau tanya sesuatu? "


"tanya saja"


"sherli... apa kamu suka dia? "tanyaku. sesaat gabriel menatapku. ku lihat rona kekesalan masih kentara dimatanya.


"dia sudah punya pacar "


"sudah punya pacar? "


"ehmm. "


"tapi aku melihatnya begitu cemburu saat yuna menggandengmu kemarin"


"cemburu apanya. dia bahkan sudah berani pergi berdua dengan cowok lain. benar benar membuatku kesal"


"oh.. jadi benar kamu juga menyukainya?"tebakku. gabriel kembali menatapku kesal. dia lalu pergi begitu saja.


tak lama adi muncul. dia membawakan kursi roda kekamarku.


"bagaimana. sudah merasa lega bih baik? "


"ehmm"


"baiklah. saatnya untuk menjalani latihan. kita ditaman saja. matahari bagus untukmu. "


adi lalu mendorong kursi rodaku. membawaku keluar dari ruang inapku. tampak banyak orang yang lalu lalang disana.


"aku baru tahu ada tempat sebagus ini dirumah sakit"kataku saat kami tiba ditaman itu. adi hanya tersenyum dia lalu bergerak kehadapanku dan mengulurkan tangannya.


"hayooo"katanya.tanpa berfikir lama aku lalu meraih tangannya yang kuat itu. mencoba mengangkat tubuhku agar bisa berdiri tegak.


"bagaimana? "tanyanya saat aku berhasil untuk berdiri. aku tersenyum dan kami mulai berlatih. aku berusaha keras agar bisa melangkahkan kakiku selangkah demi sekangkah. adi begitu baik dan sabar. dia menjagaku agar aku tak terjatuh.


rey yang dalam perjalana menuju ruanganku tak segaja melihatku dan Adi berada ditaman untuk berlatih. rey menghentikan langkahnya dan menatap kami agak lama sebelum akhirnya dia pergi membawa rasa cemburunya.

__ADS_1



__ADS_2