The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
pendekatan


__ADS_3

"hei... "sapa sonia saat datang menjengukku sore itu. dia masih mamakai seragam kerjanya. dia membawakan buah segar untuk diberikan padaku.


"senang kamu kesini"kataku setelah dia duduk didepanku.


"makanya cepat sembuh. supaya kamu bisa keluar dari sini. kamu pasti bosankan? "


"ehmm. lumayan. "


"bagaimana kabarmu? "


"sudah lebih baik. tadi juga baru berlatih berjalan sama adi biar otot kakiku gak kaku lagi"


"sepertinya hubungan kalian makin baik saja. wajar sih, adi berkorban sebesar itu untukmu "


"ha..., maksudnya? "tanyaku sedikit bingung. sonia seketika tersadar. dia tampak bingung untuk memberi penjelasan.


"ah.. anu.., maksudku. adi begitu baik merawatmu. kamu pasti terharukan"katanya namun aku menyadari ada hal lain yang coba disembunyikan sonia.


"sonia... "kataku cukup serius dan sonia membalas tatapanku.


"apa aku melupakan sesuatu? "


"melupakan apa? "


"entahlah.. tapi aku merasa ada yang kurang. aku merasa aneh. aku merasa seperti melewatkan sesuatu. dan rey dia bilang., dia ingin aku mengingatnya. aku tidak mengerti. apa yang harus ku ingat lagi dengannya. aku merasa sangat dekat dengannya. aku merasa dia sangat tertekan saat bertemu denganku. seolah ingin mengatakan sesuatu.tapi tak jadi. "


"jangan berfikir terlaku banyak. ingat dokter steve menyarankan agar kamu bisa pulih dulu. itu yang paling penting "


"jadi apa aku melupakan sesuatu? "tanyaku lagi. sonia terdiam dan tertunduk sebelum akhirnya dia menatapku lagi sambil tersenyum.


"non..., terkadang lebih baik melupakan sesuatu.sudahlah jangan terlalu difikirkan. oh yah aku kesini hanya mau melihat perkembanganmu. aku harus segera pulang"


"ehmm. "


"lain waktu aku kembali. cepatlah sembuh yah"kata sonia sambil memelukku sebentar lalu pergi. hatiku kian kacau, aku berfikir apa yang sudah ku lupakan dan mengapa mereka tak mau memberitahuku. aku membaringkan diriku lagi. aku berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya. tapi hal terakhir yang ku ingat hanyalah setelah aku sampai dirumah. semakin aku berfikir aku merasa kepalaku semakin sakit. aku memegangi kepalaku mencoba menahan sakitnya.


"non.... " aku mendengar suara rey. aku membuka mataku dan melihatnya. wajahnya tampak kahwatir.


"kenapa,, apa yang sakit? "


"kepalaku. sakit sekali"

__ADS_1


"aku panggilkan dokter.tunggu sebentar. "katanya. lalu bergegas keluar. tak berapa lama dokter masuk bersama seorang perawat. dia langsung memeriksaku dan menanyakan hal yang menyebabkan aku merasa kesakitan dan setelah itu menyuntikkan sesuatu yang pada akhirnya membuatku tertidur.


"bagaimana dok? "tanya rey khawatir.


"dia mencoba mengingat memorinya yang hilang. sepertinya dia mulai menyadari hal itu. tapi saya sarankan jangan biarkan dia memikirkannya dulu. sejauh ini kondisinya sudah sangat baik. hanya setelah kondisi syaraf dan motoriknya membaik. baru kita akan mencoba memulihkan memorinya. "


"baik dokter. trimakasih"


"sama sama kalau begith saya permisi dulu"pamit dokter lalu meninggalkan ruang inapku. rey berjalan menghampiriku yang sudah tertidur. dia membelai lembut kepalaku dan menatapku sedih.



"cepatlah sembuh non... "


malam itu setelah selesai berdandan didepan cermin panjangnya. may meraih hpnya dan menekan tombol pemanggil dikontak rey. tak begitu lama sampai rey mengangkatnya.


"hai... "sapa may


"hai..., "


"kamu sibuk gak?keluar yok. aku bosan diapartemen aja seharian"


"kemana aja, kamu tentu lebih tahu tempat tempat yang baik disnini"


"baiklah. aku akan kesana segera. tunggu 15 menit saja yah"


"ok... "


rey lalu bergegas keluar dari rumah sakit dan menuju apartemen may. may segara masuk kedalam mobil tak lama setelah mobil rey berhenti. may tersenyum sumringah setelah dia menutup pintu mobil.


"wangi sekali. ini bau parfum yang berbeda sebelumnya saat pertama kali kita bertemu"kata rey memulai pembicaraan mereka saat mereka masih dalam perjalanan menuju kota.


"ah iyah.. daddyku baru mengirimkannya untukku"


"oh... "


heningggh. rey mencoba mengulur waktu agar tak terlalu membuat may merasa curiga.


"ngomong ngomong sebenarnya disini kamu tinggal bersama siapa? kamu masih sangat muda,seharusnya tentu masih sibuk kuliah"


"yah.. sebenarnya aku mahasiswa semester akhir diluar negri. kebetulan musim libur. jadi aku kembali. daddyku sangat crewet. dia ingin aku segera kembali. "

__ADS_1


"anak perempuan memang lebih dekat dengan ayahnya ,aku sering mendengar hal itu"


bukan karena itu juga. mommyku meninggal saat melahirkanku. jadi daddy sangat menghawatirkanku. sebenarnya dia tidak setuju kalau aku kuliah jauh jauh tapi karna sejak lahir aku sudah dimanjakan. jadi aku terkesan egois. aku selalu dan harus mendapatkan yang ku mau. dan daddy tak pernah mengecewakanku"


"wajar sih.. ,jadi kamu tinggal bersama daddymu diapartement. tapi kenapa apartemenmu tampak sepi?"


"sebenarnya aku tinggal sendiri disana. daddy tak mau jika tinggal bersamaku. daddy sangat sibuk dan tak tentu akan tinggal dimana. dia selalu berpindah pindah "


"ohh, bisnisman "


'yah begitulah.. "


malam itu sudah jam 9 malam tapi sherli masih ada ditoko dan masih tampak sibuk. gabriel yang baru balik dari rumah sakit melihat toko masih belum tutup. gabriel yang merasa penasaran lalu menepi dan masuk kedalam toko. sherli masih Tampak sibuk merangkai bunga. dia sangat fokus sampai tak menyadari gabriel memandanginya dari pintu. gabriel menikmati waktu yang tak seberapa itu untuk memandangi sherli. hingga tak sengaja sherli menjatuhkan gunting dan akhirnya dia melihat gabriel.


"belum pulang? "kata gabriel seolah olah dia baru datang.


"masih ada pesanan yang harus ku bereskan. besok pagi harus sudah diantar. "kata sherli sedikit cuex sambil melanjutkan pekerjaannya. gabriel mekangkah mendekatinya dan duduk disampingnya. sherli yang merasa aneh menatapnya melongo sesaat.


"kenapa? "tanya gabriel bingung


"kamu yang kenapa? tumben sekali duduk disini. biasanya juga gak betah"


"ini sudah malam. besok saja lanjutkan. "


"tidak bisa. aku masih harus menyelesaian 10 pot bunga lagi. "


"apa begitu penting ?"


"ini punya langganan kita. kalau kita tidak bisa menepatinya mereka akan kecewa. "


"yah sudah biar ku bantu"kata gabriel seraya melepas jaketnya. sherli yang tak percaya terdiam sesaat.


"ayo ajarkan aku"kata gabriel lagi dan sherli pun mulai mengajarinya untuk memotong bunga dan juga menatanya agar gampak cantik.



sesekali. mereka bercanda dan tertawa bersama. tak disangka gabriel yang baru belajar bisa dengan cepat menjadi mahir. mungkin karna jiwa seni yang mengalir dirinya.


waktu berlalu dengan cepat. sherli mulai merasa mengantuk dan berniat untuk istirahat sebentar disofa panjang disisi meja kerjanya. saat gabriel selesai dengan bunganya dia baru menyadari kalau sherli sudah tertidur. gabriel menghitung bunga yang mereka kerjakan. masih ada 2 pot Bunga lagi yang belum selesai. gabriel pun lalu menyelimuti sherli dengan jaketnya. dia juga membereskan tempat kerja sherli dan tak sengaja dia melihat bungkusan coklat yang kemarin dibelinya. coklatnya sudah nyaris habis. tinggal potongan terakhir yang masih tersisa.


ganriel tersenyum. dia lalu membereskan sisa pekerjaan mereka dan membiarkan sherli tidur terlelap disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2