
pesawat yang kami tumpangi mendarat. semua penumpang keluar beriringan. tom sahabat gabriel yang menjemput kami kebandara.
"aku duluan yah.. ntar malam aku akan kerumah"kata rey setelah mobil berhenti didepan rumahnya.
"dah... "kata rey melambaikan tangannya saat kami akan melanjutkan perjalanan. aku masih memandang rumah rey. yah aku baru teringat tentang kejadian memilukan malam itu dan aku belum sempat membicarakannya lagi dengan rey. bagaimana kalau maminya rey menentang hubungan kami mati matian.
"istirahatkah dikamar, pasti lelahkan"kata ibu setibanya kami dirumah. aku menurut dan langsung masuk kedalam kamar. rey bilang nanti malam akan datang. aku akan menanyakannya nanti.
"mereka sudah kembali. pesawatnya landing tadi siang"kata wesli, tangan kanan achan pada may diapartemenya.
"siapkan semuanya, aku tak mau menunggu lebih lama lagi"kata may sambil memicingkan matanya ingin melepas dendamnya.
rey kembali kekantornya sore itu sekitar pukul 3 sore. dia menyapa rekan rekan kerjanya dengan wajah yang lebih ceria. misi yang diberika padanya sudah selesai dan perasannya juga tampak berbunga bunga.
"hei jagoan "kata paul menyapanya saat rey masuk kekantor. rey menenteng sesuatu yang lalu diletakkan diatas meja.
"oleh oleh.. "katanya dan rekannya lalu memburu makanan yang dibawakannya.
dan yang lain datang untuk menyalaminya untuk kesuksesannya memimpin pasukan pada misi malam itu.
"kau hebat rey.. "kata mereka sangat bangga.
dan setelah bercengkrama dengan teamnya rey lalu menjenguk riu di rumah sakit.
"hei rey... selamat yah. "kata riu menyambutnya
"gimana kabarmu? "
"kalau tak ada halangan, akan segera keluar. mungkin minggu depan sudah kembali aktif"
"baguslah... "
"wajahmu tampak sangat cerah. sepertinya bukan hanya satu misi yang berhasil"tebaknya dan rey tersenyum.
"lalu apa rencanamu selanjutnya? "tanya riu
"belum ku fikirkan. "
"lamarlah dia segera "
"ehmm, ku rasa itu ide yang bagus. "
"lalu bagaiman dengan putri achan, apa dia tahu penyamaranmu?"
__ADS_1
"aku belum tahu, saat kejadian dia ada diapartementnya, dan hingga saat ini kami belum ada komunikasi. "
"rey,,, waspada saja. may putri tunggalnya. kemungkinan besar dia akan meneruskan achan"
"ehmm. pasti.. "
malam itu tepat pukul 7 rey datang kerumahku dan kami makan malam bersama. aku senang melihat dia dan keluargaku tampak seolah tak ada masalah.
"nak rey..., ibu minta tolong. ngobrolnya jangan sampai kemalaman yah. nona baru sembuh dan kalian juga baru sampai "pesan ibu saat akan meninggalkan kami diteras rumah.
"baik bu"jawab rey segera dan akhirnya ibu masuk meninggalkan aku dan rey disana berdua.
"dingin gak? "tanya dan aku segera menggeleng. rey duduk disampingku dan kami bersandar bersama.
"rey... akh mau tanya sesuatu"
"tanya apa? "
"tante...?"kataku, aku merasa tak berani untuk meneruskan tapi seokah rey mengerti. dia lalu duduk menghadap ku. rey menceritakan semua kesalah pahaman yang terjadi saat aku dirumah sakit.
"kamu gak usah khawatir lagi."kata rey seraya mengusap pipi kananku.
"tapi aku aku takut tante gak bisa menerima hubungan kita"
"aku akan bicara denganny. ok"kata rey mencoba meyakinkanku lagi.
keesokan harinya wesli menyerahkan beberapa foto pada may dan may begitu kesal saat melihatnya. dia lalu mengambil HP nya dan menekan tombol kontak rey tapi sepertinya rey sudah memblokir nomornya sehingga dia tidak bisa menghubunginya lagi.
"pagi pi. mami... "sapa rey pagi itu seraya duduk dikursi makan dihadapan maminya. rey mengambil roti dan sibuk mengoleskan selai diatasnya.
" semenjak pulang dari kanada kamu makin ganteng saja"puji papinya dan rey langsung sumringah.
"bagaimana, hasilnya? "
"nona akan tetap kuliah tali selama dua bulan dia akan kuliah online untuk recovery"
"semoga gakkan mengurangi prestasinya yah"
"dia salah satu mahasiswa terbaik pi. aku sangat malu saat melihat nilainya"kata rey dan mereka berdua tertawa bersama. rey lalu melirik maminya.
"mami... "panggil rey dan maminya menatapnya.
"mami akan dukung hubunganku dengan nonakan? "tanya rey penuh harap. maminya masih diam. rey lalu meraih tangan maminya itu dan menatap beliau penuh harap.
"makanlah,, nanti terlambat "saran maminya mengelak.
__ADS_1
pagi itu sherli kembali ke toko. dia begitu bersemangat pagi itu dan lagi tak lama setelah itu dia menerima order dari seorang wanita. sherli harus menyelesaikan beberapa buket bunga untuk diantarkan nanti kerumah custumernya jam 2 siang.
rey mengemudikan mobilnya menuju kantor dan dia begitu terkejut saat melihat may berdiri didepan gerbang kantornya. rey segera turun dan may datang menghampirinya.
"jangan merasa menang dulu. aku sudah tahu semua. dan saat ini aku benar benar marah. rey...., aku mau tanya, kamu mau aku memulainya dari mana, pacaramu, sahabatmu atau keluargamu? "ancam may. rey hanya diam dan may lalu pergi meninggalkannya disana
hari itu gabriel menghadiri acara temannya. sebuah acara lamaran sahabat perempuannya. gabriel kesana bersama teman temannya yang lain dan dia juga bertemu yuna disana. yuna tampak masih tersenyum padanya.
sherli memasuki rumah mewah yang tampak sedang ada acara. sang custumernya ingin sherli mengantarkannya langsung kedalam. sherli pun masuk sambil membawakan bunga ditangannya.
"sherli... "kata tom saat melihatnya dan gabriel juga terkejut saat melihatnya disana.
"ngapain kesini? "tanya tom
"ehmm mau antar bunga. cust minta aku antar kesini tapi sejak tadi hpnya tak bisa ku hubungi "
"aku yang pesan "kata yuna kemudian. mereka menatapnya. tampak yuna yang berdiri diantara teman temannya sedang melihat mereka.
"sini bungaku"kata yuna. gabriel merasa yuna sedang mengerjainya. gabriel dengan segera menahan tangannya.
"kenapa yel? akukan hanya pesan bunga"kata yuna sambil berjalan kearah mereka
"gak usah main main. "
"aku juga gak suka dipermainkan "
"kamu... "kata yuna kemudian sambil mendorong bahu kanan sherli.
"jangan mimpi pacaran sama gabriel. kamu itu gak pantas. kamu cuma seorang penjaga toko. kamu liat status kamu. gak sebanding dengan gabriel. gak berpindidikan"ejek yuna
"yuna... "bentak gabriel kesal. sherli yang begitu sedih lalu meninggalkan tempat itu dan gabriel segera mengejarnya.
"sheeli... sher... "panggil gabriel sambil meraih tangan sherli saat mereka sampai didekat parkiran. sherli diam dan gabriel berdiri didekatnya.
"kita pulang "kata gabriel. gabriel lalu mengeluarkan motornya dari parkiran dan membawa sherli dari sana dan kembali ke toko. sherli segera masuk dan gabriel mengejarnya.
"hei.... "katanya seraya menyeka air mata sherli
" aku gak peduli mereka nilai kamu seperti apa. yang tahu kamu itu aku. yang cinta kamu itu aku. "
"tapi mereka benar... "
__ADS_1
"kalau begitu buat mereka salah"kata gabriel lagi. sherli tak mengerti dan dia segera menatap gabriel.
"kamu mau sekolah? "tanya gabriel dan Sherli segera mengangguk.