The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
mengalah ...


__ADS_3

Adi menjalani operasi pengangkatan sebelah ginjalnya. Dokter Steve seniornya yang langsung menanganinya. Setelah pengangkatan ginjal Adi. Dokter Steve akan melanjutkan operasiku besok.


Rey selalu berada disisiku. Dia terus menggenggam tanganku berharap aku akan tersadar.


"Non.... jangan meninggalkanku begini. Tolong jangan membuat sia sia penantianku selama ini. Non... kamu bisa mendengarkanku. Ku mohon dengarkan aku. Aku menunggumu disini non... lihat aku.. lihat aku" kata Rey dalam hati. Setetes air mata jatuh begitu saja dari mataku yang masih terpejam. Rey menyekanya dengan lembut. Dia lalu mencium keningku dan menangis.


"Biarkan saja pak,,, " kata ibu saat bapak berniat memasuki ruanganku. Bapak lalu menahan langkahnya dan kembali mengunci pintu perlahan.


"Sher... pulanglah dulu nak. Biar bapak dan ibu disini" saran ibuku


"Baik bu, nanti aku akan datang kembali" kata Sherli. Sherli lalu meningalkan koridor itu dan berjalan melewati ruangan Yuna. Sherli begitu kaget saat melihat Yuna sedang didorong memakai kursi roda.


Sherli dan Yuna berada dirungan Yuna. Kini Yuna duduk bersandar diatas tempat tidurnya sedang Sherli masih berdiri disampinya.


"Kenapa kesini? kalau kamu mau menghinaku. Aku tidak peduli " kata Yuna sombong. Dia mencoba melarikan pandangannya.


"Mungkin aku gak berhak memberitahumu. Tapi aku tak mau kamu membenci Gabriel. Aku mau meluruskan masalah ini" kata Sherli. Yuna menatapnya segera dan Sherli bermaksud untuk menjelaskannya.


"Gabriel memang salah memperalatmu hanya untuk membalaskan dendamnya. Tapi dia melakukan itu karna apa yang sudah terjadi antara kak Nona, kak Sonia dan bang Rey. Semua kejadian itu memang terjadi diluar dugaan mereka tapi hal yang paling membuat Gabriel terpukul adalah kak Non yang sedang sekarat. Dia juga dirawat disini. Dia koma. Yuna..., aku juga tak menduga Gabriel akan melakukan hal sebodoh ini. Tapi aku mohon jangan bertingkah bodoh seperti ini lagi. Ingat keluargamu, aku akan meminta Gabriel untuk mengklarifikasi vidio itu jadi ku mohon cepatlah sembuh" kata Sherli lalu pergi meninggalkan Yuna yang masih diam.


__ADS_1


"Ku mohon " kata Sherli saat menemui Gabriel dirumah. Gabriel menutup wajahnya. Dia menyadari apa yang dia perbuat sangatlah keterlaluan dan sudah berakibat fatal. Sherli baru saja memintanya untuk mengklarifikasi vidio itu untuk membersihkan nama Yuna.


"Masalah takkan selesai jika kita terus menambahnya. Yel...., fikirkan Yuna. Kamu pasti tak tega jika dia harus di bully dan dipermalukan terus beginikan. Ini bisa berakibat buruk buat mentalnya. Dia takkan sanggup bertemu orang orang. " bujuk Sherli lagi seraya meraih tangan Gabriel. Gabriel lalu menatapnya dan bangkit berdiri menghadapnya



Sherli tahu Gabriel berusaha untuk tegar. Tatapan Gabriel membuatnya begitu iba. Sherli berusaha memberanikan diri untuk mendekati dan memeluknya.


"Semua akan baik baik saja" kata Sherli pelan.


Gabriel lalu memberi klarifikasi untuk vidio yang sudah tersebar dan ditonton banyak viewers itu. Gabriel mengatakan kalau itu hanya salah satu konten rekayasa untuk membuat sebuah cerita yang seolah nyata untuk acara valentine dan meminta viewernya untuk memberi apresiasi untuk peran Yuna.


Tak lama setelah siaran itu banyak viewers yang memberi komentar positif dan menyebut kalau adegan itu sangat bagus dan menyentuh. Mereka tak hanya fokus pada sosok Sherli yang begitu cantik tapi juga mengapresiasi akting Yuna yang sangat natural.


Sherli yang menonton siaran itu di tokonya langsung tersenyum. Sherli lalu merangkaikan sebuket mawar segar dan wangi kemudian menyerahkannya pada Gabriel.


Sherli dan Gabriel berjalan bersama mendekati ruangan Yuna. Sonia tak ingin berkomentar. Dia mengajak maminya untuk keluar meninggalkan mereka bertiga disana.


"Untukmu "kata Gabriel sambil menyerahkan sebuket mawar wangi yang dibuatkan Sherli sebelumnya.


"Aku tahu, aku keterlaluan, aku benar benar minta maaf dan menyesal" kata Gabriel begitu gentle. Yuna mengangkat mawar itu dan menciumnya. Bibirnya sedikit tersenyum lalu menatap Gabriel.

__ADS_1


"Aku maafkan.. " kata Yuna kemudian. Gabriel merasa tenang.


"Tapi dengan satu syarat. Setelah aku sembuh nanti kamu harus mengajakku kencan. Aku ingin kamu membuat konten you tube sehari bersamaku" kata Yuna bernegosiasi. Gabriel tersenyum dan segera mengiyakannya. Sherli tertunduk dan berjalan mundur perlahan meninggalkan Yuna dan Gabriel disana. Dia merasa tak baik berada disana lebih lama lagi.


Sherli melangkah menuju keruanganku. Ada rasa sedih tak tertahan dihatinya, dia mengabaikan hatinya yang sudah dipenuhi Gabriel dan tentu dia belum melupakan bagaimana Gabriel mengungkapkan perasaannya malam itu.


Sherli menghentikan langkahnya dibalik tembok. Dia membalik menghadap tembok, menutup mulutnya agar suara tangisnya tak didengar oleh siapapun. Untunglah saat itu masih sepi. Sherli merasa sangat sakit dihatinya tapi dia tahu itu lebih baik. Setidaknya satu masalah sudah selesai.



"Kamu nagis...?" tanya Gabriel. Sherli merasa terkejut. Dia buru buru menyeka air matanya.


"Kak Non sakit tentu aku sedih" katanya lalu berniat pergi tapi tangan Gabriel segera menariknya dan memeluknya.


"Kalau mau menangis, menangis disini"kata Gabriel sambil menahan kepala Sherli dibawah bahunya. Sherli terdiam, dia tak mengira reaksi Gabriel akan begitu terhadapnya.


"Menangis sekarang atau aku takkan meminjamkan pelukanku lagi. Menangis saja sepuasmu. Jangan tahan didalam hati"kata Gabriel dan seketika sherli menangis. Gabriel mengerti perasaannya, Sherli menangis kali ini bukan karnaku tapi karna perasaanya sendiri.


Gabriel mengelus elus kepala Sherli tak berusaha menenangkannya. Gabriel lebih ingin jika gadis itu melepaskan perasaannya didalam pelukannya agar tak tertahan hingga membuatnya sengsara.


Sedang Yuna tengah menikmati keindahan bunga yang dibawakan Gabriel. Hatinya mulai ceria dan lagi Gabriel sudah mengiyakan untuk berkencan dengannya. Mungkin itu bisa jadi jalan untuk memperbaiki hubungan mereka yang kacau.

__ADS_1


__ADS_2