The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
negosiasi


__ADS_3

"aku belum siap "kata may setelah berdiri dihadapan rey.


"ya sudah. setidaknya aku sadar kalau kamu gak percaya sama aku"


"rey.... "may menatap rey berharap rey akan mengerti.


"sudahlah, fikirkan saja dulu. aku juga harus pergi "kata rey lalu meninggalkan may sendiri. may terdiam hingga tak lama kemudian may mendengar suara hp. may mencari asal suara itu. may melihat hp rey tertinggal dimeja makan. may melihat sang penelfon itu adalah aku.


"hallo"kata may segera


"hallo... maaf ini siapa yah?"


"ehmm, harusnya aku yang tanya kamu siapanya rey ? mau apa mencari rey? kamu gadis yang dirumah sakit itukan?


"kok kamu bisa tahu? "


"begini saja besok aku bertemu rey jam 2 di xxxx, datanglah kesana. nanti kamu akan tahu sendiri"kata may lalu memutuskan teleponnya, meninggalkan aku yang merasa bingung dan penasaran.


rey menyadari hpnya tertinggal saat dia baru saja berniat membuka pintu mobilnya. rey membalik berniat untuk kembali tapi may sudah tampak datang menghampirinya.


"hpmu ketinggalan"kata may seraya menyerahkan hp rey.


"aku baru mau menjemputnya. makasih yah"


"ehm... rey...., besok aku akan ceritakan semuanya. datanglah jam 2 ke xxxxx. aku akan menunggumu"kata may lalu kembali keapartemennya.


sore itu adi tengah membeli minuman disupermarket dan tak sengaja dia bertemu sonia disana dia datang dan menghampirinya.


"sonia... "sapanya.


"oh adi. kebetulan sekali kita bertemu disini"


"lagi belanja? "


"cuma mau beli camilan kecil. kalau malam suka lembur. biar ada pengganjal aja"


"ehmm. baguslah"


"kamu sendiri? "tanya sonia balik


"ehmm. beli minum. rey suka datang dan menghabiskan stokku dikulkas"


"oh rey... "


"kenapa, sepertinya kamu gak senang?"


"ah bukan begitu. "elak sonia. adi masih menatapnya seolah ingin tahu.


"ehm.. beberapa hari yang lalu aku melihat rey bersama seorang gadis lain. mereka tampak sangat dekat. seolah seperti sedang berpacaran. tadinya aku tidak percaya jadi aku membuntuti mereka untuk lebih meyakinkan kalau yang ku lihat itu memang rey"


"bagaimana bisa?"fikir adi tak percaya.


"kita sama sama tahu kalau rey sangat mencintai nona. hanya aku tak mengerti dengan gadis itu. aku juga belum memberitahukan hal ini pada nona. aku takut dia akan kecewa. "


"hmm. biarkan saja dulu. sampai kita tahu apa hubungan mereka"


malam itu gabriel menjemput sherli kerumahnya dan mengajaknya untuk ngumpul dengan teman temannya.mereka sangat welcome pada sherli dan sherli juga sangat senang.

__ADS_1


"yel aku ketoilet sebentar yah"kata sherli lalu beranjak dari tempat duduknya. tak lama setelah sherli keluar dari toilet dua gadis tampak sedang menunggunya. mereka menghadang jalan sherli disana.


"kamu ada hubungan apa dengan gabriel? "tanya salah satu dari mereka.


"kamu penjaga toko punya keluarga gabrielkan? jangan terlaku dekat, kamu gak pantas "kata gadis lain lalu pergi. sherli merasa kesal tapi Dia cukup dewasa. dia gak ingin mempermasalahkan masalah itu



sherli tidak menyadari kalau gabriel mendengar perbincangan itu. sherli pun tak ingin berlama lama disana. dia lalu kembali ke sisi gabriel. sherli tersenyum kecil saat gabriel menatapnya.


"anak anak ngajak main basket. yuk"ajak gabriel dan mereka lalu menuju lapangan basket didekat situ. banyak gadis yang duduk disalah satu deretan kursi penonton.


"duduklah disana. pegang minumanku"kata gabriel sambil mengarahkan sherli duduk diantara gadis gadis itu.


sherli menurut dan duduk dibarisan depan dikursi tengah. beberapa gadis berbisik bisik membuatnya tak nyaman tapi sherli sekali lagi mengabaikan mereka.


gabriel bermain basket dengan sangat baik. banyak penonton yang meneriaki namanya memberi semangat. setelah setengah permainan para pemajn istirahat. gabriel masih ditengah lapangan sambil sedikit mengatur nafasnya yang ngosngosan.


"minta minum"katanya dan sherli bergegas mengantarkannya dan setelah itu sherli kembali kearah tempat duduknya.


"sherli.... "panggil gabriel sebelum sherli duduk. sherli membalik dan menatap gabriel.


"i love you"katanya sambil menunjukkan mode love dijarinya dan mengarahkannya pada sherli.



sherli tersenyum sedang semua gadis yang melihatnya histeris merasa hal itu sangat romantis dan setelah itu gabriel kembali melanjutkan permainan basketnya. sherli duduk. dia merasa begitu terharu dan bangga, hal yang dilakukan gabriel tadi sungguh sudah mengobagi hatinya yang sedih karna perbuatan kedua gadis yang menghadangnya ditoilet.


setelah permainan selesai gabriel berlari mendekati sherli. dia masih saja ngosngosan tapi masih bisa berusaha tersenyum.


"pacarmu ini hebatkan? "kata gabriel. sherli tertawa kecil. gabriel sadar semua mata sedang memperhatikan mereka.


"



"adi bisa aku minta tolong"kataku saat adi baru saja selesai memeriksaku


"kenapa? "


"boleh minta tolong? "


"apa? "


"aku sudah sembuhkan. besok aku mau kesuatu tempat sebelum pulang . kamu boleh antar aku?"


"mau kemana? "


"besok akan ku beritahu"


"kamu ini baru sembuh. harusnya gak bisa keluar keluar dulu"


"aku ada sedikit urusan mendesak. ku mohon "pintaku penuh harap dan tak lama adi mengusap kepalaku dan tersenyum.


"baiklah besok akan ku antar. ,sekarang tidurlah. sudah malam"saran adi. aku pun lalu berbaring dan tidur.


rey merasa bingung. dia harus memilih antara menjemput ku untuk pulang atau harus menemui may. rey merasa tak ingin melewatkan kesempatan ini jadi dia mengirimkan sebuah pesan untukku.

__ADS_1


keesokan harinya setelah aku terbangun. aku meraih hpku dan mendapati pesan rey.


"non maaf. mendadak aku punya pekerjaan. aku tak bisa datang untuk menjemputmu pulang. tapi setelah pekerjaanku selesai aku akan datang melihatmu. tunggulah aku"itu isi pesannya.


"kenapa berketepatan sekali. sebenarnya apa yang dilakukan rey. dan siapa gadis itu?"fikirku galau.


sherli dan ibu datang siang itu. mereka mulai mengemasi barang barangku. mereka tampak sangat gembira.


"bapak sudah hubungi dosenmu. beliau bilang kamu boleh cuti atau beristirahat 2 bulan. tapi kamu harus belajar extra untuk mengejar ketertinggalanmu. belajar sendiri atau bisa belajar online. "terang bapak


"ehmm. lebih baik gak usah cuti. aku sudah merasa lebih baik pak. ku rasa sebulan sudah cukup untuk istirahat. "


"kalau begitu kamu bisa isi krsmu. bapak akan kirimkan ke kampusmu"


"0oh... aku meninggalkan di asrama. "


"lalu gimana? "tanya ibu bingung


"ya udah aku akan pesan tiket. kita akan kesana untuk membereskan krs kakak. kakak gak bisa pergi sendiri. biar ku temani"kata gabriel. bapak begitu senang lalu merangkul gabriel.


"itu baru kebanggan bapak "


"oh yah pak. aku mau kesuatu tempat dulu dengan adi. gak apa apakan aku datang menyusul? "


"mau kemana? kan baru sembuh"


"ada bu. sebentar saja. adi akan pergi denganku. ibu tak usah khawatir "kataku meyakinkan.


bapak dan ibu pulang lebih dulu bersama gabriel dan juga sherli. sedang aku dalam perjalanan menuju ketempat yang disebutkan gadis yang belum ku kenali itu.


rey juga dakam perjalanan kesana. may sudah menunggunya disana. may duduk disalah satu tempat teduh didekat cafe bernuansa alam itu. dia memilih tempat yang agak sepi dibawah pondok cafe itu.


aku melihat jam tanganku yang menunjuk jam 2 lewat 10.adi tak banyak berkomentar dia hanya mengemudikan mobilnya agak cepat.


saat kami tiba disana. aku melihat cafe berlantai dua itu sedikit ramai.


"bisa tunggu disini sebentar. aku akan segera kembali"kataku pada adi. adi mengangguk dan aku mendekati anak tangga cafe itu.


gong gong..


seekor anjing huski sedikit mengejutkanku. dia menggonggong kearahku dan seolah aku teringat pada gambo yang menggonggong sesaat sebelum aku terjatuh. aku memegangi pegangan tangga dan memandang keatas. suara anjing itu seolah menarik ingatanku kembali.


"kamu gak apa apa? "tanya adi yang begitu khawatir saat melihatku memegangi kepalaku.


"aku ingat.. aku sudah ingat"kataku sedikit tersenyum. aku merasa tak sabar untuk menemui rey.


"aku harus temui rey. aku sudah ingat. akan ku beritahu padanya. aku sudah ingat. "kataku begitu senang lalu bergegas menaiki anak tangga itu untuk mencari rey.


"syukurkah kamu sudah datang"kata may saat melihat rey dihadapannya. may berdiri mendapatinya dan dia melihatku yang sedang mencari rey.


"rey.. aku sudah fikirkan. kamu benar hubungan ini takkan ada artinya jika kita tak saling percaya.tapi aku pun ingin tahu seberapa besar keseriusanmu"kata may dan gak lama aku melihat rey yang tak jauh dariku. dia sedang berdiri menyamping sedang berbicara dengan seseorang yang tertutupi pajangan bunga yang besar. aku lalu mendekati mereka dengan segera



"rey... "panggilku. rey melirikku tapi sonia lalu menarik tangan juga perhatian rey.


"rey... kalau kamu benar benar serius denganku. cium aku. biar aku gak ragu lagi"kata may. rey dan aku sama sama terdiam.

__ADS_1


mengapa kami harus ada disituasi itu dan mengapa dia meminta hal itu pada rey.


"rey... "panggilku sekali lagi. rey hanya menatap may yang tersenyum padanya menunggunya untuk menciumnya.


__ADS_2