The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
kecurigaan may


__ADS_3

rey menjagaiku sejak dokter meninggalkan ruangan itu. hatinya tak karuan menghawatirkanku. karna benturan itu keningku harus di balut perban. may merasa begitu kecewa. dia kembali ke apartemennya membawa rasa penasarannya. sedang karna kejadian itu gabriel dan sherli membatalkan rencana mereka pergi ke pameran boneka. mereka duduk berdua di kursi panjang didepan kamar inapku.



"aku disni...,aku disini"kata rey kecil saat malam itu aku mengigau memanggilnya. seolah seberkas kenangan kenangan itu melintas dibawah alam sadarku.


may tak bisa tertidur. dia berusaha menghubungi rey berulang kali tapi rey tak menjawabnya. may merasa begitu kesal dia tak tahu harus kemana mencari rey. dia melempar hpnya karna merasa begitu marah hingga hpnya pecah berantakan.


"kamu dimana rey... "rintihnya dalam hati.


"kalian pulanglah ini sudah malam. ajak bapak dan ibu"kata rey menyarankan setelah dia keluar menghampiri gabriel dan sherli.


"kak non belum sadar"


"aku akan menjaganya malam ini. besok kembalilah karna aku harus bekerja"


"baiklah.. kalau begitu kami balik dulu"kata gabriel. sherli masuk sebentar untuk melihatku. memelukku dengan sedih lalu berpamitan pada rey.


"nak rey.. kabari ibu kalau ada apa apa yah"


"baik bu"


"maaf nak rey jadi begitu repot "


"tidak apa apa bu. tenanglah dia akan segera membaik "kata rey. mereka pun pergi meninggalkan rey didepan pintu. dan rey kemudian kembali kekamar inapku, menjagaku hingga keesokan harinya.


saat aku tersadar aku melihat rey masih tertidur didekatku. aku melihat wajahnya yang putih,pastilah dia begitu lelah. aku lalu mencoba meraih wajahnya dan tiba tiba rey membuka matanya.


"maaf aku tak bermaksud membangunkanmu"kataku segera


"bagaimana perasaanmu? "


"aku baik saja. "


"kamu jatuh dari tangga "terang rey. aku tersadar, aku teringat saat sebelum aku terjatuh.


"aku hanya ingin menuruni tangga. saat baru turun. aku seolah seperti mengingat sesuatu. seolah aku pernah berada ditangga dan melihatmu. aku melihat kamu berlari mendekatiku. dan semakin aku berusaha untuk mengingatnya kepalaku semakin terasa sakit. aku terjatuh "ceritaku dan setelah itu rey mendekatiku dan memelukku.


"aku menungguimu semalaman. aku sangat khawatir"keluhnya dan kemudian aku melepaskannya.


"lain kali jangan keluar sendirian"


"iyah... maaf sudah membuatmu khawatir, aku hanya ingin mengingat semuanya. aku ingin mengingatmu"


"ehmm, aku tahu"


"kamu pasti lelah. pulanglah, ini juga sudah pagi. kamu pasti harus bekerjakan ?"


"tapi... "


"aku baik baik saja. tenanglah"kataku mencoba meyakinkan rey.

__ADS_1


"baiklah aku akan pergi. nanti setelah apel aku akan datang melihatmu. "


"ehmm. "


"ingin ku bawakan sesuatu? "


"boleh. "


"baiklah. aku pergi dulu. habiskan sarapanmu nanti ok"


"ehmm.. "aku mengangguk patuh. rey mencium keningku lalu pergi.


pagi itu may berencana untuk kembali kerumah sakit. mungkin disana may akan mendapat petunjuk baru. dan tepat sekali saat rey baru keluar dari rumah sakit may melihatnya. may melanjutkan langkahnya dan memeriksa hampir setiap kawasan rumah sakit saat terakhir kali dia melihat rey semalam.


"di.. boleh aku berjemur diluar. aku merasa bosan disni"kataku saat adi datang. adi dengan berbaik hati menyetujuinya. dia lalu mendorong kursi rodaku dan membawaku keluar menuju taman. tampak beberapa anak anak berlarian disana dan tak sengaja mereka menabrakku hingga hpku terjatuh.


may melihat boneka yang tergeletak dilantai. dia lalu memungutnya dan dia sangat mengenali boneka kecil itu.


"maaf merepotkan"kataku. may menatapku, dia seolah tak yakin tapi entah mengapa dia punya feeling saat melihatku.


"ini punya kamu"katanya seraya menyodorkan hpku


"trimakasih.. "


"bonekanya sangat lucu. "


"ehmm. "


"ah.. ini pemberian"kataku untuk menjaga lerasaan adi.


"pasti dari pacar yah? "tebak may. aku hanya tersenyum kecil.


"kami kesana dulu yah. sekali lagi makasih"kata adi lalu mendorong kursi rodaku. may hanya melihat kepergian kami dan agak lama dia berdiri disana. memandangiku dari jauh yang sedang mengobrol dengan adi seraya melatih kakiku kembali.


"apa dia...,? "fikir may dalam hati. dan saat setelah kembali duduk aku tak sengaja melihat may masih memandangiku. entah mengapa aku merasa aneh dengan tatapannya. seolah dia sedang memperhatikanku dengan tatapan kekesalannya.


"hei... "rey datang dan membawakan cake untukku. may melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.dia melihat bagaimana lembut dan perhatiannya rey saat itu.


"aku ada yang harus dikerjakan. aku akan menelfonmu nanti. jaga diri baik baik. jangan berkeliaran sendiri "pesannya


"iah.. "


"tolong jaga dia selagi aku pergi. "


"tak perlu meminta. aku akan menjaganya"kata adi. rey tampak sedikit kesal. dia lalu mendekatiku dan menatapku sambil sedikit tersenyum.



"kalau dia. mencoba mendekatimu. beritahu aku. aku akan segera datang untuk menembaknya. ok"pesan rey. aku tertawa kecil. rey mengusap kepalaku lembut lalu melambaikan tangannya dan pergi


__ADS_1


yuna datang mencari gabriel kestudionya tapi siang itu gabriel tak ada disana. tom membritahunya kalau gabriel berada ditoko untuk membantu sherli. yuna segera menuju ketoko dan dari luar dia bisa melihat gabriel sedang membantu sherli menata bunga.


"ada yuna"kata sherli saat melihat yuna berdiri diluar. gabriel pun beranjak dari samping sherli dan keluar menghampiri yuna.


"ada apa? "


"kenapa semalam tiba tiba berubah, kamukan sudah janji"


"sori yun.. tapi aku benar benar gak bisa pergi"


"apa karna dia?"tanya yuna semakin kesal. sherli bisa melihat kalau yuna dan gabriel tengah berdebat dan tak lama setelah itu yuna pergi dengan wajah kesalnya.


"yuna kenapa, aku melihat wajahnya seperti sedang kesal? "


"dia kesal karna aku membatalkan acara jalan jalan kemarin "


"dia pasti merasa kesal"


"jadi kamu mau aku pergi dengannya. ?"



"tidak bukan begitu"


"kalau begitu berhenti memikirkan perasaanya. fikirkan saja perasaanku"


"memangnya kenapa dengan perasaanmu? "


"ohh jadi kamu fikir aku gak kesal lihat cowok itu dekat dekatin kamu ?"


"hei jangan membahasnya lagi"kata sherli malu sambil melembar batang bunga pada gabriel. gabriel tak terima dan melemparkannya balik pada sherli. mereka tertawa dan bercanda lagi. dan mereka sangat menikmati moment itu.


sonia mendatangi rumah sakit. sudah lama dia tidak bisa datang karna pekerjaannya. saat itu dia mendapatiku tengah makan siang ditemani ibuku.


"hallo tante... "sapanya ramah


"ah nak sonia. lama tidak jumpa "


"aku sangat sibuk. makanya baru bisa datang hari ini. "


"ehm.. begitu"


"oh astaga keningmu kenapa? "tanya sonia khawatir.


"terjatuh dari tangga. tapi tidak apa apa"kataku setelah menyuapkan sesendok nasi kemulutku.


"kenapa begitu ceroboh, "


"ingatannya perlahan muncul dan membuatnya gak stabil"terang ibuku kemudian.


"dokter sudah bilang jangan terlalu memaksakan diri "

__ADS_1


"itu datangnya begitu saja. aku juga tak ingin jatuh. sakit tahu"keluhku dan mereka berdua tertawa kecil.


__ADS_2