The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
balasan untuk kenangan


__ADS_3

Pagi itu aku membantu Sherli membuat beberapa hiasan dekorasi bunga untuk acara lamaran. Aku duduk disalah satu sudut ruangan membelakangi sherli yang duduk menghadap ke pintu. Tak lama suara derap langkah seseorang terdengar setelah pintu kaca terdorong kedalam. Sherli menyambut pelanggan tersebut.


"tolong buatkan sebuket mawar putih yah" katanya. Suara itu bagai tak asing. Seolah dulu aku pernah mendengarkannya. Aku meletakkan gunting ditanganku. Masih terdengar suara sherli yang mempersilahkan pelanggan itu untuk duduk sebentar. Aku bangkit dan membalik. Pria berpakaian seragam olah raga polisi itu tampak sedang duduk seraya mengeluarkan hp dari sakunya. Aku berjalan mendapatinya.



"rey.... "panggilku. Rey menatapku. Dia tampak sedikit terkejut dan langsung berdiri. Menatapku seksama.


"non.. " Katanya seraya tersenyum. Aku mengulurkan tanganku namun dengan sigap rey menarikku dan memelukku.


itu adalah pelukan pertama kami. Sebuah pelukan yang tak pernah ku duga sebelumnya bahkan didalam mimpiku sekalipun.


"aihh... " Sherli tampak sedikit bingung melihat pemandangan itu.


"kamu apa kabar. ?" Tanyaku setelah melepas pelukan rey.


"yah baik.. "


"kamu hebat sudah jadi polisi"


"nerusin papi. " Terangnya lagi. Aku masih bisa melihat rona kabahagiaan diwajahnya.


"duduk... " Kataku dan kami lalu duduk


berhadapan.


"gak nyangka kita ketemu disini. aku senang melihatmu "Katanya tak sabaran


"ehmm. ini toko milik keluargaku. "


"kapan kamu balik? kenapa selama ini tidak pernah balas pesanku?"


"aku baru sampai kemarin. maaf aku sangat sibuk"


"yah, kamu terlalu sibuk menghindariku"


"rey... "


"gak apa apa. " Kata Rey kemudian. aku memperhatikan wajah tampannya. Matanya yang sipit dan senyumnya yang khas. Semua tak berubah.

__ADS_1


"kamu belum menikah? aku gak liat cincin dijarimu" Kataku sambil melirik tangan kanan rey.


"nungguin kamu"


"serius.... "


"iyah... "rey menegaskan sekali lagi. Aku terdiam kemudian


"sonia apa kabar? "


"dia baik. ayahnya meninggal setahun setelah kamu pergi. dan sejak saat itu dia berhenti kuliah dan nerusin bisnis keluarga mereka. dia gak kalah sibuk dari kamu."


"oh yah... "


"kami sudah putus" Kata kata Rey selanjutnya bagai menarikku flasback kemasa lalu. Kemasa SMA saat pertama kali cerita kami dimulai.


Saat aku kelas dua dibangku SMA. Ada seorang pengendara motor yang melaju kencang. Sonia menyambarku agar tak tertabrak dan naasnya kami terjatuh bersama tapi saat bangkit aku melihat kaki Sonia terluka. Aku sangat menghawatirkannya, dia rela membahayakan nyawanya hanya buatku. Hari itu menjadi pukulan keras dihatiku. Saat melihat dia terbaring tak berdaya aku bersumpah saat itu akan membahagiakan dia semaksimal mungkin bahkan jika itu adalah Rey.



Rey adalah idola saat itu. Banyak gadis yang ingin jadi pacarnya. Termasuk aku dan Sonia. Hanya saja aku lebih memilih untuk tak mengumbar perasaanku seperti yang lain.


"surat buat kamu." Kataku seraya menyodorkan surat itu. Rey menatapku dan bangkit berdiri. Menatapku dengan seksama.


"kamu gak perlu nulis surat cinta buat aku. aku memang sudah suka kamu sejak dulu.kita pacaran saja yah. "Kata Rey mantap. suara bel berbunyi, memecah keadaan yang membuat otakku siap meledak bersama perasaanku.



"tapi akan ku baca suratmu. "Kata rey lagi seraya menyambar surat itu dari tanganku dan lalu pergi. Aku masih terdiam, tak ku sangka rey akan mengatakan hal itu.


Keesokan harinya saat baru sampai digerbang sekolah aku terkejut melihat Rey dan Sonia datang berbarengan. Mereka tampak mesra dan kompak. apa yang terjadi? apakah aku hanya bermimpi? atau apakah aku salah mendengar saat itu ?


Sejak saat itu mereka resmi berpacaran. Tapi Rey tak lagi ingin melihatku walaupun kami duduk ditempat yang sama. Dimatanya hanya ada Sonia. dan yah hatiku cemburu.


setelah lulus aku memilih untuk pindah ke Kanada. Aku diterima disalah satu univ dengan program bea siswa. Aku memilih meninggalkan semua perasaanku dan pergi jauh dari mereka. Jauh dari Rey yang begitu kusukai selama 3 tahun itu.


"bunganya sudah selesai bang" Kata Sherli sambil menyodorkan sebuket bunga mawar putih yang wangi dan segar. Rey segera merogoh sakunya dan memberikan selembar uang pecahan 100 ribu pada Sherli. Aku tersadar sesaat itu.


"kayanya bunga ini untuk seseorang yang special? " Kataku mengalihkan nostalgia masa lalu kami.

__ADS_1


"ehm kebetulan aku mau menemuinya. bagaimana kalau kita pergi bersama? "


"ah... " Apa yang Rey pikirkan. Baru tadi dia menggombalku dan sekarang dia mau mengajakku menemui gadisnya.


"aku tidak enak. lain kali saja yah. "


"jangan begitu. jarang jarang kita bertemu. aku ingin sekali memperkenalkan kalian. ayolah.. " Rey sedikit mendesakku dan menarik narik tanganku.


"aku tidak enak rey.. "


"tidak apa apa. hayooo. " Rey bangkit seraya menarik tanganku untuk mengikutinya.


Kami berjalan beriringan bersama. Aku membantu rey membawakan sekeranjang jeruk yang dibelinya sebelumnya. Aku terus berfikir gadis seperti apa yang dikencani rey saat ini dan kenapa dia bisa ada dirumah sakit. Dan bagaimana kalau nanti aku harus menahan rasa cemburuku seperti dulu lagi. Bagaimana aku harus menghindarinya?


"aku datang... " Kata rey sumringah sambil berjalan mendahuluiku mendapati seseorang yang masih tersembunyi dibalik tubuh Rey.


Rey mencium keningnya dan menyerahkan sebuket mawar putih ditangannya.


"aku bawa seseorang. aku kenalin yah. " Katanya lalu membalik dan memberi kode agar aku datang mendekat.


"mi ini nona" Katanya memperkenalkan. Mami Rey tersenyum menyambutku. Apa yang ku fikirkan tadi? Aku merasa kikuk sendiri. menghadapi maminya Rey.


"hallo tante.. apa kabar? " Kataku menyalami seraya mencium tangan beliau.


"jadi kamu yang namanya nona? tante sudah lama sekali ingin bertemu denganmu. Rey hanya bisa cerita tentangmu. Tante sempat berfikir kalau kamu itu hanya teman hayalannya saja. Hanya untuk senangin tante. " Adu maminya rey penuh antusias. Aku menatap Rey, dia bagai malu dan mengelak dari mataku. Entah apa yang dikatakannya pada maminya hingga beliau begitu senang saat mengetahuiku.


"bagaimana studimu? Rey bilang kalau kamu sangat sibuk terusin s2 diKanada. "


"baik tante. "


"baguslah. tante bangga punya calon menantu kaya kamu. " Kata maminya rey lagi sambil memegangi tangan kananku.


"maaf yah.. aku udah buat kamu kaget soal yang tadi" Kata Rey setelah kami tiba didalam mobil.


"kenapa? "


"sejak kakakku kabur sama selingkuhannya. mami jadi hipertensi. kondisinya semakin memburuk karna memikirkan abang iparku. Rumah tangga kak Mika rusak. Mami gak sanggup hadapin orang orang menahan malu. dia sangat terpukul. " Kata Rey menerangkan.


"aku cerita ke mami kalau aku punya pacar aku cerita soal kamu dan mami sangat senang. mami kaya punya semangat baru. "

__ADS_1


__ADS_2