The Prince Bride

The Prince Bride
10. Putra Mahkota Meninggal.


__ADS_3

Seperti kalimatnya kemarin, pagi ini Lan Hua sudah berada di depan kediaman pangeran ketiga. Dengan sebuah kipas di tangannya Lan Hua berdiri di depan pintu, baru saja akan mengetuk pintu tetapi pintu sudah terbuka lebar.


Nampaklah sosok pangeran ketiga dengan hanfu warna ungunya, Qian Yue hanpir tidak pernah menggunakan hanfu kerajaan yang akan membuat identitasnya sebagai pangeran terlihat. Hal itu dikecam oleh berbagai pihak tetapi Qian Yue tidak memperdulikan itu.


"Pangeran ketiga! Atas dasar apa kemarin malam kau masuk ke kediamanku dan meniduriku?"


Lan Hua langsung mengatakan kekesalannya secara frontal, ia tidak perduli beberapa pelayan mendengarnya.


Wajah Lan Hua sudah memerah kesal, sedangkan pangeran ketiga justru hanya menatapnya keheranan.


"Hei, jawab aku!" teriakan kekesalan itu akibat Qian Yue tidak juga menjawabnya.


"Kau sangat berisik, bukankah aku bebas memasuki kediaman manapun selagi masih ada di kawasanku?"


Lan Hua membolakan matanya, "tapi tidak seharusnya kau-"


Lan Hua ingin mengatakan tanggung jawab yang seharusnya diberikan oleh pangeran ketiga karena telah menidurinya tetapi tidak sanggup mengatakannya. Seolah ia akan ditampar kembali oleh kenyataan jika orang yang merebut mahkotanya adalah dia.


"Kau apa?"


"Kemarin malam yang kau lakukan! Kau—"


Seolah mengerti kalimat selanjutnya yang akan dikatakan Lan Hua, Qian Yue terkekeh. "Mengapa kau sangat marah hanya karena hal kecil itu?"


Lan Hua tentu saja tidak terima harga dirinya diinjak-injak. Hal kecil yang pangeran ketiga maksud adalah harga dirinya.

__ADS_1


"Han Qian Yue! Kau harus tahu aku adalah wanita terhormat, aku tidak sama dengan para pelacur yang setiap hari kau tiduri itu. Dan aku tidak sudi tidur denganmu, bahkan aku sangat jijik berdekatakan denganmu saja. Kau seharuanya tidak melakukan hal semenjijikan itu!"


Lah Hua kira pangeran ketiga akan marah karena kalimatnya itu tetapi di luar dugaan, ekspresi pangeran ketiga sama sekali tidak berubah. Masih saja wajahnya yang datar dengan seulas senyum yang menjengkelkan. Wajah marah saja tidak ada apalagi raut menyesal, seolah memang yang ia lakukan bukanlah hal apa-apa.


"Apakah kau bisa disebut seorang lelaki setelah melakukannya?"


"Kita sudah terikat pernikahan? Lalu dimana salahnya?"


"Tentu saja salah, pertama aku tidak sudi menikah denganmu, kedua aku tidak rela disentuh olehmu dan yang terakhir aku tidak menganggapmu sebagai suami! Jadi kau harus ingat untuk selalu menjaga jarak denganku."


Lan Hua tidak memperdulikan lagi apa yang akan dikatakan oleh pangeran ketiga karena ia telah melangkahkan kakinya pergi, berhadapan dengan pangeran ketiga ini berhasil membuat dirinya kesal bukan main.


"Qian Yue sangat menyebalkan!"


***


"Baik Nona," jawab Xiao Min.


Setelah menjawabnya Xiao Min pamit untuk berjaga di depan kediaman, tapi baru saja beberapa saat di luar Xiao Min sudah kembali masuk dengan nafas tersegal.


"Ada apa Xiao Min?"


Pertanyaan itu berasal dari Lan Hua yang baru saja akan bersiap menuju ranjang, tetapi harus urung karena Xiao Min kembali masuk kesana.


"Apakah ada Qian Yue diluar?"

__ADS_1


Melihat ke khawatiran di wajah Xiao Min tentu saja praduga Lan Hua adalah pangeran ketiga yang berada di luar istananya.


Tetapi Xiao Min justru menggeleng, "Nona diluar sangat kacau."


Lan Hua mengerutkan keningnya tetapi selanjutnya ia membuka jendela yang berhadapan langsung dengan halaman. Disana banyak sekali pengawal berlalu lalang, komandan berteriak mengeluarkan perintah, sepertinya kali ini terjadi sebuah hal besar.


"Sepertinya mereka prajurit kerajaan, apa yang mereka lakukan disini?"


"Kata pelayan di luar, putra mahkota meninggal."


"Apa?! Bagaimana itu bisa terjadi?"


"Saya tidak tahu Nona,  saat ini seluruh istana telah ditutup untuk pengamanan."


Lan Hua menghela nafas pelan, "Mengapa orang hebat meninggal dengan cepat."


Han Lian Wu adalah putra mahkota kerajaan, selama ini Lian Wu memiliki reputasi yang baik. Lian Wu tidak terlalu ahli dalam beladiri tetapi ia memiliki kecerdasan akademik sedari masih bersekolah. Lian Wu tidak pernah memiliki kabar miring tentang dirinya, hidupnya seolah lurus-lurus saja.


Lan Hua memang belum pernah bertemu dengan Lian Wu tetapi ia selalu mendengar gosip jika Lian Wu itu adalah pangeran terbaik yang akhirnya dijadikan putra mahkota.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════

__ADS_1


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.


__ADS_2