The Prince Bride

The Prince Bride
43. Anak Ini Seharusnya Mati.


__ADS_3

Air mata sudah mengalir memenuhi pipi wanits itu, isakan juga sudah tidak terelakan. Hatinya begitu hancur karena kejadian kemarin, tidak bisa tidur semalaman hingga membuat matanya sembab dan memerah.


Saat itu Su Ho sama sekali tidak membelanya, lelaki itu diam saja saat selir agung memberikan ramuan penggugur kandungan. Dengan begitu mudahnya Su Ho membalikkan badan lalu melangkah pergi, ia bahkan sama sekali tidak menoleh kembali.


Dari awal mereka melakukan hal itu atas kemauan mereka berdua, tanpa adanya paksaan. Memang benar jika yang menggoda duluan adalah Ming Xia, tapi itu juga berlandaskan cinta dihatinya. Saat Su Ho sudah tergoda maka selanjutnya itu adalah keinginan mereka berdua, Su Ho juga sudah berkali-kali mengungkapkan cintanya pada Ming Xia.


"Kenapa kau sangat tega? Bukankah anak ini juga memiliki darahmu!"


Ming Xia mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit, belum ada empat bulan tetapi ia sudah sedikit membesar, jika tidak mengenakan hanfu yang longgar maka perut itu sudah terlihat.


Sekarang tangan Ming Xia beralih pada botol porselen kecil yang kemarin diberikan oleh selit agung. Itu berisi racun yang akan menggugurkan anaknya dalam seketika.


"Apakah aku harus meminum ini? Anak ini tidak kau harapkan seharusnya memang aku meminumnya."


Ming Xia membuka penutupnya, menegaknya dalam satu kali tegakkan. Rasanya sangat pahit, hingga membuat Ming Xia ingin muntah. Tetapi ia tetap berusaha menegaknya sampai tidak bersisa.


"Jika anak ini tidak kau harapkan maka biarkan saja dia mati!"

__ADS_1


***


Lan Hua menatap bangunan di depannya, bangunan yang cukup besar ini adalah pintu masuk kuil suci yang berada di lereng bukit. Berada di tempat tinggi membuat akses kesini terbatas, kuda hanya bisa sampai di kaki bukit, lalu perjalanan selanjutnya adalah dengan menaiki tangga hingga tempat ini.


Kedua kaki Lan Hua rasanya ingin putus, ia benar-benar lelah habis menaiki anak tangga yang mungkin ada lebih dari seribu ini. Dengan kedua tangan yang bertengger di pinggang ia menatap ke arah Xiao Min.


"Qian Yue ini benar-benar kurang ajar, aku sangat membencinya!"


Lan Hua lebih suka bersantai daripada harus mendaki anak tangga yang banyak ini.


Beberapa hari lalu Qian Yue mengatakan jika Lan Hua harus melakukan sesuatu untuknya dan meminta Lan Hua menurutinya karena statusnya yang menjadi istri Qian Yue. Lelaki itu meminta Lan Hua berdoa untuk memohon kebaikan rumah tangga mereka di kuil Sheng yang berada di atas bukit.


Mendengarkan kalimat Qian Yue itu pun ratu langsung datang ke kediaman Lan Hua dan memujinya, ia juga memberikan banyak bekal untuk Lan Hua. Saat itu Lan Hua sangat kesal dengan kebohongan yang Qian Yue perbuat, karena hal itu mau tidak mau ia harus pergi ke kuil Sheng.


"Sebentar lagi kita akan sampai Nona, mohon bersabar." kalimat itu berasal dari Xiao Min.


"Tidak perlu menghiburku Xiao Min, lihatlah tangga di depan kita masih panjang."

__ADS_1


Lan Hua menunjuk tangga yang meliuk ke atas itu, dari pintu masuk ini masih harus bersuci lalu berlanjut ke naik lagi ke atas untuk benar-benar sampai di atas kuil.


"Nona tempat ini sedikit sepi, Xiao Min sedikit takut."


Lan Hua memandang sekitarnya, memang tidak ada orang ada beberapa biksu pun jauh di atas kuil, kalaupun terjadi apa-apa maka tidak bisa meminta tolong mereka. Lan Hua mengawasi ke arah pepohonan, ia ingin memastikan jika tidak ada yang mencurigakan.


Lan Hua masih merasa was-was, beberapa hari lalu percobaan penyerangan terhadap dirinya masihlah membuatnya sedikit takut. Saat ini ia hanya pergi dengan Xiao Min tidak ada pelayan lain apalagi penjaga, karena Qian Yue yang mengatakan pada ratu jika Lan Hua akan pergi secara diam-diam untuk menunjukkan ketulusan. Jadilah ia pergi tanpa diketahui siapapun, hanya diketahui oleh ratu.


"Xiao Min, ayo cepat kita naik."


Xiao Min pun mengangguk dan mengiktui langkah Lan Hua yang sekarang sedikit lebih cepat daripada tadi.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════

__ADS_1


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.


__ADS_2