The Prince Bride

The Prince Bride
27. Kehilangan Keperawanan.


__ADS_3

Lan Hua sudah tiba di kediaman tengah kota terlarang, ia tengah menunggu di depan kolam teratai yang luas. Di tangannya ada sebuah peti  berisi koin emas miliknya, rencananya itu akan ia gunakan untuk membayar racun itu, mungkin jumlah dari peti itu akan cukup untuk membayarnya.


"Kau sudah datang?"


Pertanyaan itu mengalihkan perhatin Lan Hua, tuan muda fei datang dengan hanfu berwarna biru langit dan tidak lupa pula topeng emas miliknya yang tak pernah terlepas.


Lan Hua menyodorkan peti berisi emas itu "Apakah emas ini cukup untuk membayarnya?"


Tetapi jawabannya adalah gelengan kepala, hal itu tentu saja membuat Lan Hua terkejut. Emas ini nilainya tentu tinggi, ini adalah lebih dari setengan tabungan miliknya. Jika masih kurang lagi, itu artinya harus menguras habis tabungannya.


"Baiklah, aku akan kembali lagi membawa kekurangannya."


"Kau tidak bisa membayarnya dengan uang, bukankah aku sudah mengatakannya di awal."


Napas Lan Hua tercekat, ia tentu tidak lupa dengan kalimat apa yang orang di depannya ini ucapkan.


Lelaki itu mendekatkan bibirnya ke telinga Lan Hua, sembari berbisik. "Aku menginginkanmu, Lian Lan Hua."


Sekujur tubuh Lan Hua langsung merinding, ia menjadi sangat menyesal datang ke tempat ini.


Tiba-tiba saja dua lengan itu meraih tubuh Lan Hua dengan mudah, membiarkan kotak berisi emas itu jatuh berserakan di tanah seolah itu tidak ada nilainya. Lan Hua sudah berontak tetapi itu tidak merubah apapun karena tenanganya tidak sebanding dengan tenaga lelaki ini.


"Lepaskan aku!"


"Lepaskan aku!"

__ADS_1


Kalimat itu nyatanya sama sekali tidak dihiraukan.


Mereka tiba di sebuah kamar luas, Lan Hua di hempaskan ke ranjang olehnya.


"Malam ini kau milikku Lian Lan Hua." ucapnya dengan smirik menyeramkan.


Lan Hua baru saja ingin berlari pergi tetapi kedua tangannyandi tahan. Karena tangan itu ditarik, kini posisi Lan Hua yang semua akan berlari pergi sudah berubah berada di pangkuan tuan muda Fei.


"Lepaskan aku!"


Tanpa meminta ijin bibir Lan Hua langsung dilumatnya, Lan Hua berusaha menyudahi ciuman itu tetapi gagal karena ******* itu semakin dalam. Setelah beberapa saat ia baru melepaskan tautan bibir mereka.


"Manis,"


"Kau adalah milikku Lian Lan Hua."


Tubuh Lan Hua langsung dihempaskan ke ranjang, kali ini lelaki itu juga ikut naik ke ranjang. Menaiki tubuh Lan Hua dan mengunci tubuhnya hingga tidak bisa banyak bergerak.


Tuan muda Fei kembali ******* bibir Lan Hua, lalu ia turun ke bawah menuju ke leher jenjang milik Lan Hua. Terus menghisap pada beberapa bagian tanpa perduli Lan Hua yang tidak menerimanya.


Malam itu Tuan Muda Fei, menggauli Lan Hua seperti orang kesetanan.


***


Yan Xunlong mengamati tempat di sekitarnya, ini adalah sebuah rumah yang berdiri di pinggir danau, jauh dari keramaian kota dan juga desa di pinggiran. Rumah ini berada jauh di dalam hutan, ia mengendarai kuda selama lima jam penuh baru bisa mendatangi tempat ini.

__ADS_1


Rumah ini tidak terlalu besar, kayu-kayu yang menjadi pilar sudah usang. Begitu juga dengan banyaknya rumput setinggi lutut yang sudah tumbuh. Sepertinya memang rumah tidak berpenghuni yang tidak terawat.


Setelah usahanya berhari-hari menghubungi kenalannya agar ia bisa mendapat informasi dari paviliun Fei. Akhirnya Yan Xunlong mendapatkan informasi rahasia untuk mengunjungi tempat ini.


"Informasi apa yang Tuan inginkan?"


Ia sedikit terkejut saat sebuah suara bariton mengejutkannya, ada seorang lelaki berpakaian serba hitam. Tidak lupa ia mengenakan topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Di pinggangnya tergantung giok biru berbentuk bulan sabit tanda jika ia adalah orang dari paviliun Fei.


Pertanyaan orang itu langsung menuju pada intinya, tidak ada basa-basi atau bahkan menanyakan indentitas Xunlong terlebih dahulu.


"Selidiki kemana saja Pangeran ke-empat Han Su Ho sering pergi. Aku menyiapkan dua kotak emas untuk informasi itu."


"Tambahkan satu kotak lagi, besok pagi informasi akan diberikan." ucap lelaki dengan pakaian serba hitam itu singkat.


Xunlong berpikir sejenak, informasi saja benar-benar mahal disini. Tetapi pada akhirnya Xunlong hanya bisa mengangguk, paviliun Fei tidak ada sesi tawar-menawar jadi jika ingin informasi itu tentu harganya juga tidak murah.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.

__ADS_1


__ADS_2