The Prince Bride

The Prince Bride
23. Pengamatan Menyeluruh.


__ADS_3

"Qian Yue mengapa tadi kau mengatakan Liang memiliki potensi besar?" pertanyaan itu berasal dari raja.


Pasalnya semua orang juga tahu jika Liang adalah sebuah kota miskin dengan kawasan yang tandus. Jadi kemungkinan kota itu bisa berkembang adalah hal yang sangat sulit untuk dinalar.


Semua kini mengarahkan perhatiannya pada Qian Yue.


"Jika dilihat asal-usul kota Liang adalah karena dahulu ada seorang pandai besi bertangan emas bernama Xiu Lin yang diasingkan ke sana. Disana ia memiliki sebuah keluarga dan menurunkan kemampuan pada anak cucunya, setelah ratusan tahun Xiu Lin menjadi legenda sedangkan kota Liang menjadi kota asal dari para pandai besi yang sangat hebat."


Qian Yue menghentikan sejenak penjelasannya, ia menatap remeh ke arah Qiu Min dan Su Ho yang sedari tadi meremehkannya.


"Pedang yang dihasilkan mereka sangat berkualitas, selalu tajam dan mereka cepat dalam membuat itu. Tetapi selama ini Liang hanyalah kota miskin, mereka semua tidak mempunyai uang untuk membeli bahan baku pembuatan pedang sehingga sekarang sangat jarang yang membuatnya. Jika kota Liang diberikan bahan baku itu tentu kerajinan mereka akan dijual dengan harga tinggi, jadi apakah kota Liang masih bisa disebut kota tanpa potensi apapun?"


Para menteri berbisik-bisik atas jawaban Qian Yue, penjelasan itu begitu menyeluruh dan terlihat jika informasinya dicari sampai akarnya.


"Jika tadi kakak mengatakan Zhou punya maksud lain, tentu saja maksud itu adalah karena mereka menyadari potensi kota Liang yang jika diberi bahan baku di masa depan akan menjadi kota yang kaya."


Raja tersenyum mendengarkan kalimat itu, rupanya Qian Yuenya kini telah berubah kembali tidak sama seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Aku memerintahkan pasukan tingkat tiga dan jenderal Yoming untuk berangkat mengamankan kota Liang." itu adalah titah raja.


***


Pendapat Qian Yue dalam pertemuan kerajaan itu langsung menjadi pembicaraan oleh semua orang, beritanya dengan cepat menyebar. Seperti Xiao Min pelayan Lan Hua yang memang hobi banget bergosip, kini ia sedang melaporkan gosip yang tengah beredar.


"Katanya pangeran ketiga sangat berubah dalam pertemuan kerajaan tadi pagi, ia sangat bijak dan memiliki pengamatan menyeluruh."


Lan Hua tidak terlihat terkejut mendengarnya, karena sebelum itu Qian Yue sudah menemuinya dengan sikap yang sangat berbeda.


"Nona ada-ada saja, tentu saja itu tetap pangeran ketiga. Lihatlah wajahnya yang tampan seperti dewa itu, memangnya ada lagi selain dia?"


Lan Hua juga mengakui jika Qian Yue sangat tampan, siapapun akan memandang dua kali ke arahnya.


"Mungkin Qian Yue punya kembaran tersembunyi terus sekarang yang ada di hadapan kita adalah kembarannya."


"Hais Nona, kau terlalu banyak mrmbaca buku. Nona harusnya senang dengan perubahan pangeran ketiga."

__ADS_1


"Tetapi kebiasaanya ke paviliun Anling tetap tidak berubah, itu sangat memalukan."


"Mungkin pelan-pelan bisa berubah,"


"Ya, semoga saja."


Karena rencananya untuk membunuh Qian Yue sudah gagal jadi tidak ada lagi yang bisa Lan Hua lakukan untuk berusaha membunuh Qian Yue. Lagi pula ia juga akan sangat bersalah kepada ratu jika benar-benar membunuh Qian Yue. Bagaimanapun tidak ada hati ibu yang sedih melihat anaknya meregang nyawa.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.

__ADS_1


__ADS_2