
"Dimana pangeran ketiga?!"
Lan Hua saat ini telah tiba di kediaman utama pangeran ketiga, kedua lengannya terkacak pinggang dengan raut wajah kesalnya. Lan Hua nekat pergi ke sini untuk meminta penjelasan dari perbuatan tidak menyenangkan yang pangeran ketiga perbuat padanya. Lan Hua benar-benar tidak bisa menerimanya.
"Maaf Putri, pangeran sudah pergi menuju ke paviliun Anling sejak pagi tadi."
Lan Hua mengepalkan tangan sangking kesalnya, paviliun Anling adalah rumah bordil milik pangeran ketiga. Sudah bukan rahasia umun lagi jika pangeran ketiga selalu mengunjungi tempat itu tetapi Lan Hua tidak menyangka jika setelah semalam pernikahannya berlangsung pangeran ketiga langsung pergi ke rumah bordil.
"Nona... Nona... "
Xiao Min menyusulnya, di belakang Xiao Min juga ada beberapa pelayan lainnya yang datang menyusul Lan Hua. Nafas mereka memburu, sangat jelas jika tadi Lan Hua kabur langsung ke kediaman pangeran.
"Putri saat ini seharusnya adalah berkunjung ke kediaman ibu suri." ucap seorang pelayan.
Setiap adanya pernikahan keluarga kerajaan maka ibu suri sebagai tetua istana akan mengundang mereka untuk meminum teh di pagi hari. Memberikan nasihat di pagi hari dan menerima kain putih bernoda darah sebagai tanda keperawanan menantu wanita.
Lan Hua menyunggingkan senyumannya, "Baiklah lihat saja bagaimana kau akan dimarahi Qian Yue!"
***
Lan Hua melirik sedikit pada ibu suri yang tengah tersenyum memperhatikan kain putih yang memalukan untuk Lan Hua. Lan Hua baru bisa bernafas lega saat kain itu dibawa pergi, karena dengan itu ia bisa sedikit melupakan kejadian semalam.
"Nenek senang menantu nenek dapat menjaga kesucian sampai menikah, putri dari keluarga Lian memang sangat tidak mengecewakan. Selamat bergabung dengan keluarga kerajaan Lan Hua."
__ADS_1
Lan Hua mengangguk, dengan sikap seanggun mungkin ia tersenyum.
"Terimakasih atas sambutan ibu suri, tapi.... "
Lan Hua menggantungkan kalimatnya, sedangkan senyumanya kini meluruh. Dengan sekejab raut wajahnya kini sudah berubah. Tentu aktingnya akan dimulai sekarang.
"Apakah ada yang menganggumu?"
Lan Hua langsung mengangguk, "Lan Hua sangat sedih ibu suri."
"Apa yang membuatmu sedih?"
"Apakah Lan Hua sangat tidak memuaskan? Pagi-pagi tadi setelah dari kediaman Lan Hua, pangeran ketiga langsung pergi ke paviliun Anling, itu benar-benar membuat hati Lan Hua bersedih."
Ibu suri terlihat termenung, tidak juga mendapatkan jawaban dari ibu suri Lan Hua mengeluarkan air mata buayanya. Ia ingin terlihat semenyedihkan mungkin.
"Ibu Suri tolong Lan Hua,"
Ibu suri bangkit dari tempat duduknya, tubuhnya yang renta itu berjalan ke arah Lan Hua lalu mengusap punggungnya.
"Nenek harap Lan Hua bisa berbesar hati, Qian Yue memiliki kebisaan buruk itu, nenek tidak bisa lagi menegurnya apalagi baginda. Jadi nenek harap Lan Hua bisa sabar dengan itu, sebaliknya apapun yang Lan Hua inginkan katakan saja pada nenek."
Lan Hua tertegun, bukannya amarah yang ibu suri keluarkan melainkan menyuruhnya untuk bersabar.
__ADS_1
Perbuatan buruk pangeran ketiga seolah tidak bisa ditolerir lagi, semua orang sudah tidak bisa memberikan nasihat lagi bahkan baginda raja sekalipun. Qian Yue akan tetap pergi ke paviliun Anling setiap hari, merupakan sebuah keajaiban jika ia berdiam di kediaman tanpa pergi kemanapun dalam sehari.
"Lalu apakah Lan Hua harus tetap bersabar melihat suami Lan Hua pergi meniduri wanita lain diluar sana?"
Kalimat lugas itu sama sekali tidak membiat ibu suri marah, karena memang itulah yang terjadi. Pangeran ketiga dengan tabiat buruknya.
Lan Hua tidak bisa menerima saja jika orang yang menjadi suaminya adalah pangeran terburuk itu. Setidaknya jika itu pangeran lain Lan Hua akan menerima.
"Berbesar hatilah, Nak."
Lan Hua menghela nafas panjang, rupanya sia-sia saja kedatangannya ini pada ibu suri. Bukannya mendapatkan belaan atau setidaknya melihat Qian Yu dihukum, justru ia hanya mendapatkan kata-kata mutiara untuk tetap sabar.
Sedangkan dengan kesabaran Lan Hua yang setipis kertas tentu ia tidak akan bisa menerima semua itu.
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
__ADS_1