The Prince Bride

The Prince Bride
44. Maksud Tersembunyi.


__ADS_3

"Apa?! kau ingin membakar kediaman pangeran ketiga?"


Su Ho dengan mantap mengangguk, rencana ini sudah ia susun serapi mungkin dan tinggal eksekusi saja. Tetapi sebelum itu ia tetap harus memberitahu ibunya tentang rencana gilanya itu.


"Ini hanya untuk mengancam perdana menteri Lian, Ibu. Dia harus sadar jika menolak kita bukanlah hal baik, dia pada akhirnya akan memohon untuk bisa bekerjasama dengan kita."


Beberapa hari lalu Su Ho melakukan pembicaraan serius dengan perdana menteri Lian. Dia mengajak perdana menteri bergabung dengan kubunya, tetapi seperti permintaan-permintaan sebelumnya, ia kembali ditolak. Lelaki tua itu mengatakan tidak akan ikut andil sama sekali dalam perebutan tahta.


Hal itu tentu saja membuat Su Ho kesal bukan main, serasa harga dirinya sudah dijatuhkan pada tempat terbawah. Su Ho memiliki ide untuk membakar kediaman Lan Hua saja setelah gagal menculik Lan Hua.


Dengan harapan perdana menteri Lian akan sadar jika anaknya berada dalam bahaya jika ia tidak mengikuti kemauan Su Ho.


"Bukankah ini terlalu beresiko?"


"Tidak Ibu, aku akan memastikan orangku akan langsung membunuh para pembuat api sehingga tidak akan ditemukan pelaku dari kejadian ini."


Kejam, itulah satu kata yang bisa mendiskripsikan Su Ho. Membunuh orang yang ia bayar untuk menyalakan api lalu akan membunuh mereka tanpa mereka ketahui.


"Baiklah lakukan saja itu jika kau benar-benar yakin bisa menghilangkan jejak."


"Tentu saja Ibu, aku akan melakukannya dengan baik."


***


"Xiao Du, kau sudah memastiakan tidak ada orang yang tahu tentang kepergian Lan Hua ke kuil?"


Xiao Du mengangguk, "Tentu saja, Tuan. Orang dari Yan Xunlong yang tadinya mengikuti Nyonya Lan Hua sudah saya pastikan tidak ada."

__ADS_1


"Baguslah jika begitu,"


Pelataran pohon bambu yang menenangkan dan juga sayup-sayup seruling alami terdengar karena gesekan batang bambu dengan angin. Suasana ini begitu menenangkan, terlebih disini tidak ada bangunan lain selain satu kediaman yang cukup luas ini.


Tempat ini adalah tempat yang Qian Yue gunakan untuk menyimpan tanaman herbal langka baik itu hidup ataupun yang dikeringkan. Tidak hanya itu saja, tempat ini juga menyimpan banyak harta langka seperti racun langka dan juga obat-obatan yang sangat ampuh.


Kediaman ini berada di balik bukit, menyatu dengan hutan dan dikelilingi hutan bambu, meski penjagaan tidak terlalu ketat tetapi Qian Yue sudah memprediksi dengan yakin jika tidak akan ada orang yang sampai mengetahui tempat ini. Karena adanya kuil suci, hewan-hewan di bukit ini dilarang keras untuk diburu, orang-orang datang ke kuil dan tidak prrnah ada yang memiliki niatan untuk menjelajah hutan kaki bukit.


Seseorang dengan pakaian hitam datang ke ruangan itu, "Lapor Tuan Muda, Nona Lian sudah berada di halaman belakang."


Qian Yue menganggukinya, ia memang menyuruh anak buahnya untuk menculik Lan Hua. Dan membawanya ke tempat ini.


Qian Yue segera beranjak untuk pergi ke halaman belakang untuk menemui Lan Hua, wanita itu masih tersadar dengan kedua tangan dan kaki diikat dan matanya ditutupi oleh kain.


Qian Yue membuka ikatan di tangan dan kaki terlebih dahulu, tetapi rupanya hal itu membuat Lan Hua langsung memberontak.


"Siapa kalian! Kalian mau apa hah?!"


Tadinya Lan Hua bahkan belum mulai berdoa di dalam kuil, ia baru akan meminta biksu menyucikan dirinya terlebih dahulu tetapi sekelompok orang tiba-tiba datang dan meringkusnya. Tidak memberinya ruang bergerak sama sekali dan justru membawanya hingga ke tempat ini.


"Jangan macam-macam!"


Qian Yue tidak menjawabnya, ia justru semakin mendekat untuk melepaskan kain penutup mata Lan Hua. Kini Lan Hua pun sudah bisa melihat lagi.


"Ternyata kau! Apalagi yang mau kau lakukan kepadaku?"


"Coba kau tebak apa yang akan kulakuakan?"

__ADS_1


Lan Hua spontan langsung melangkah mundur, ia tentu masih ingat dengan kejadian waktu itu dimana kesuciannya direnggut oleh lelaki di hadapannya. Saat itu Lan Hua tidak bisa berbuat apa-apa bahkan hanya sekedar untuk melindungi dirinya saja.


Lan Hua memang membenci kejadian itu, ia menjadi bagian luka yang membuatnya tidak suka jika harus bertemu dengan lelaki di hadapannya ini, sekalipun ia datang untuk menolongnya.


"Lebih baik bunuh saja aku daripada aku menjadi pelacurmu!"


"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun."


"Lalu untuk apa kau membawaku kesini, dan dimana tempat ini?"


Lan Hua menatap sekelilingnya, ada sebuah kediaman besar, air terjun buatan yang tidak terlalu tinggi dan air itu mengalir seperti sungai keluar entah kemana.


Sebuah pohon ceri berdiri tegak, tetapi anehnya ia berbunga lebat dengan warna bunganya semerah darah. Nampak beberapa buah ceri tetapi ia berwarna hitam pekat, pohon ceri ini begitu aneh dan tidak seperti biasanya.


Selain pohon ceri itu, masih ada beberapa tumbuhan lain yang tertanam di tanah tetapi mereka nampak begitu terawat, tidak ada rumput liar yang menjalar di sekitar mereka.


"Tempat apa ini?"


"Apakah kau percaya jika kau adalah orang pertama yang kubawa kesini?"


Ucapan itu tidaklah salah, selain para anggota paviliun Fei tidak ada orang luar lainnya yang diajak kesini oleh Qian Yue. Tempat ini sangat rahasia dan menjadi gudang penyimanan bsrang berharga yang selama ini ia dapatkan dengan susah payah.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════

__ADS_1


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.


__ADS_2