The Prince Bride

The Prince Bride
35. Jati Diri Pemilik Paviliun Fei.


__ADS_3

Lan Hua baru saja membuka matanya yang terasa berat, semalam ia tidak berniat untuk tidur tetapi malah tertidur. Lan Hua menyadari jika ada yang salah, seingatnya ia tidur di lantai karena sedang menunggui Qian Yue tetapi sekarang mengapa ia menjadi berada di ranjang Qian Yue tanpa keberadaan lelaki itu.


Semalam sampai Lan Hua tertidur Qian Yue masih belum sadar, ia masih tertidur di ranjangnya.


"Qian Yue!"


Panggilan itu sama sekali tidak membuahkan apa-apa. Lan Hua beranjak, ia keluar dari kamar itu, ia mendapati Xiao Chen, pengawal Qian Yue berada di luar kamar.


"Dimana Qian Yue? Apakah dia sudah sadar?"


"Pangeran sudah pergi ke paviliun Anling sejak pagi tadi, Putri."


Lan Hua menyadari matahari sudah setinggi kepala itu artinya hari sudah siang.


Tetapi ia tentu membolakan kedua matanya saat tahu Qian Yue sudah pergi ke paviliun Anling.


Lelaki itu bisa dibilang belumlah sembuh, semalam saja masih belum sadarkan diri. Tetapi sekarang ia sudah pergi kesana.


"Untuk apa dia kesana, dia bahkan baru saja sadar. Apakah Qian Yue ini gila?"


"Tadi pangeran sudah dalam keadaan lebih baik, saya tidak berani melarang pangeran pergi ke paviliun Anling."


"Dasar Qian Yue menyebalkan, lihat saja aku tidak akan pernah lagi sudi merawatnya!"


Tentu saja Lan Hua sangat kesal, semalam ia tidak henti mengompres Qian Yue dengan air hangat sesuai permintaan tabib. Tetapi balasan yang di dapatkan begitu ia bangun adalah lelaki itu sudah pergi ke paviliun Anling. Tempat para pelacur berada.

__ADS_1


***


Paviliun Anling didirikan oleh Qian Yue dengan uangnya sendiri, meski awalnya mendapatkan tentangan besar dari raja tetapi Qian Yue nampak tidak peduli dengan itu. Ia membeli sebuah bangunan kosong tua dan mengubahnya menjadi paviliun Anling.


Paviliun Anling ini menyediakan arak, hiburan dan juga pelayanan wanita cantik, atau lebih gampangnya sebut saja rumah bordil. Paviliun Anling ini memiliki tata bangunan yang aneh, bagian paviliun depan adalah untuk menerima tamu, kamar-kamar yang bisa disewa berada di lantai 2 paviliun depan. Sedangkan paviliun utama sampai ke bagian belakang yang lebih luas, tidaklah untuk pelanggan. Paviliun itu khusus untuk Qian Yue seorang.


Ada tembok penyekat dengan hanya satu pintu yang membuat pelangan tidak bisa masuk ke dalam ruangan dalam, hanya ada dua pelayan yang keluar masuk untuk membersihkan ruangan itu. Orang-orang banyak bergosip jika ruangan di itu ada dua puluh wanita cantik yang khusus melayani Qian Yue, gadis-gadis itu milik Qian Yue dan tidak melayani pelanggan.


Semua orang tahunya seperti itu, karena gosip itu yang sekarang tengah panas. Mereka semua terkelabuhi karena nyatanya tidak ada seorang pun wanita dalam ruangan itu.


Seperti sekarang ini Qian Yue tengah menikmati arak sembari membaca laporan di tangannya. Ruangan itu cukup luas tetapi hanya ada dirinya dan juga seseorang lagi yang tengah menuangkan arak untuknya.


"Xiao Du, ambilkan topengku."


Xiao Du meletakan poci araknya, ia berjalan ke arah rak dan mengambil sebuah kotak berukuran tidak terlalu besar. Xiao Du membuka kotak itu dan menyerahkan sebuah topeng berwarna emas pada Qian Yue.


Qian Yue memakai topeng itu sehingga sekarang sebagian wajahnya sudah tidak nampak. "Mari kita turun," ucapnya yang kemudian diangguki oleh Xiao Du.


Xiao Du berjalan mengekori Qian Yue, berjalan melewati beberapa lorong hingga tiba di sebuah pintu yang dijaga oleh dua orang. Kedua orang itu memberi hormat pada Qian Yue lalu selanjutnya membukakan pintu untuknya.


Dibalik pintu itu ada sebuah ruangan tidak terlalu besar, Qian Yue berjalan ke arah rak besar yang berisi buku dan hiasan. Ia memiringkan hiasan berbentuk lentera kayu.


Klek,


Rak besar itu terbuka satu meter, membuat Qian Yue bisa masuk kesana. Disana ada sebuah ruangan kecil yang langsung terhubung pada tangga kebawah. Di kusen bagian tangga pertama ada plakat kayu bertuliskan Paviliun Fei Daying.

__ADS_1


Qian Yue berjalan menuruni tangga itu, tidak membutuhkan waktu lama ia sudah tiba di ruangan bawah tanah yang super luas. Bahkan luasanya melebihi paviliun Anling yang berdiri di atasnya.


Banyak orang disana, mungkin ada sekitar dua puluh orang, mereka semua memiliki gantungan berbentuk bulan sabit sebagai pertanda anggota dari paviliun Fei.


Meski berada di ruangan bawah tanah tetapi paviliun Fei ini begitu megah, semua furniturnya adalah furnitur mahal. Penataan ruangan sangat cantik dan tidak membosankan, jauh dari kata penggap karena beberapa bonsai saja dapat hidup disana.


Qian Yue berjalan ke tengah ruangan, hal itu membuat semua orang yang berada disana langsung bergegas untuk berbaris. Qian Yue berdiri di atas peta miniatur kerajaan Han, peta miniatur itu luas, hampir sepuluh meter. Mereka memberi hormat pada Qian Yue.


"Perbanyak orang untuk menjaga perbatasan, cari informasi sebanyak mungkin. Akhir-akhir ini cukup banyak masalah di perbatasan."


"Baik Tuan." seseorang yang memiliki tugas mengerahkan mata-mata langsung menyanggupinya.


Kedua puluh orang ini adalah orang-orang terlatih yang menjadi otak dari paviliun Fei, mereka yang mengatur aktivitas semua anggota dengan divisi masing-masing. Sedangkan anggota yang tersebar di luar sana jumlahnya ratusan. Mereka menyamar menjadi apapun untuk memberikan informasi dan menjadi mata-mata.


Paviliun Fei ini memiliki mekanisme yang jenius dan perlu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menjadi sebesar ini.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.

__ADS_1


__ADS_2