The Prince Bride

The Prince Bride
46. Apakah Dia Dalangnya.


__ADS_3

"Apa?! Ada kebakaran besar di kediaman pangeran ketiga?"


"Benar sekali menteri Lian, takutnya—" belum sampai kalimat itu dilanjutkan, menteri Lian sudah melangkahkan kakinya pergi dari sana.


Tentu saja ia begitu menghawatirkan keadaan Lan Hua, putrinya itu tidak boleh sampai terluka.


Meteri Lian berlari dari kantor menteri menuju ke kediaman pangeran ketiga yang lumayan jauh, saat sampai disana ternyata sudah sangat ramai, api sudah nampak akan padam tetapi bangunan itu sudah hangus terbakar. Para korban dari kebakaran itu tengah diangkut dengan tandu satu persatu, mereka yang sudah hitam terbakar itu di bariskan di depan kediaman.


"Lan Hua! Dimana Lan Hua?"


Tidak ada yang menjawab itu, mereka semua sama-sama bingung. Semua mayat disana hampir tidak bisa dikenali, siapakah mereka juga belum ada yang tahu.


"Menteri Lian lebih baik tenang dahulu, semoga saja putri Lan Hua dan juga pangeran selamat."


***


"Xiu Min, apa yang terjadi?"


Lan Hua bertanya pada pelayannya yang berdiri du belakangnya, malam ini ia baru saja tiba di istana dan pemandangan di depannya benar-benar membuatnya terkejut.


Kediamannya sudah tinggal puing-puing hitam saja, beberapa orang masih mencari sesuatu guna melakukan penyelidikan mengenai kebakaran yang terjadi tadi siang.

__ADS_1


"Putri syukurlah putri selamat," ucapan itu berasal dari seorang lelaki yang baru saja datang. Lelaki itu adalah Xiao Chen, pengawal Qian Yue.


"Xiao Chen, apa yang terjadi?"


"Tadi pagi terjadi kebakaran, kebakaran itu begitu hebat dan banyak korban."


Lan Hua membolakan matanya, "Ia baru saja pergi meninggalkan kediaman secara diam-diam sebelum kejadian itu dan setelah ia pergi itulah yang terjadi."


"Lalu dimana Qian Yue? Dia pasti pergi ke paviliun Anling bukan? Dia selamat kan?"


Xiao Chen menundukkan kepalanya, "Saya saat itu tidak ada di kediaman, saat saya kembali api sudah menyambar. Sedangkan pangeran sepertinya masih tertidur di kediaman karena tadi malam pangeran mabuk berat, biasanya pangeran akan bangun siang saat mabuk berat."


"Tidak mungkin Qian Yue menjadi korban, harus ada mayatnya terlebih dahulu!"


"Aku ingin melihatnya, aku akan memastikan sendiri jika Qian Yue, tidak ada disana."


"Putri jangan pergi, biarkan yang berwenang melakukan tugas mereka. Lebih baik putri menemui menteri Lian agar menteri Lian tidak khawatir."


***


Setelah memberitahukan pada ayahnya jika ia baik-baik saja sekarang Lan Hua pergi ke kantor penyelidikan. Meski ia sudah dilarang tetapi ia tidak menghiraukannya, benar saja saat baru saja berada di depan pintu ia sudah tidak diperbolehkan masuk.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memastikan Qian Yue tidak ada disana, kumohon biarkan aku masuk!"


"Maaf Putri, biarkan mereka bekerja, Putri tinggal menunggu hasilnya saja."


Lan Hua mengepalkan tangannya kesal, ia sangat ingin melihat Qian Yue saat ini. Berharap lelaki itu masih baik-baik saja tanpa luka sedikitpun.


"Saat tiba di istana, kau akan melihat kediamanmu rata dengan tanah."


Seketika kalimat itu melintas di pikiran Lan Hua, ia sangat ingat jika itu adalah kalimat yang tuan muda Fei ucapkan sebelum ia kembali.


"Jangan-jangan dia yang melakukan ini? Dia memiliki kekuasaan besar, bukan hal sulit untuk membakar kediaman pangeran seperti ini. Hais benar-benar!"


Lan Hua melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu, "Aku harus pergi kesana! Aku harus meminta pertanggungjawaban dari semuanya pada dia!"


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2