
"Woah Xiao Min bukankah kediaman ini lebih besar daripada kediaman sebelumnya?"
Setelah kediamannya habis terbakar kini Lan Hua dipindahkan ke kediaman teratai yang telaknya berada di belakang kediaman para pangeran.
Para pelayan tengah memindahkan barang-barangnya, meski sudah terbakar habis Lan Hua kemarin sudah pergi untuk memwsan lagi kain-kain berkualitas dan juga keperluan lainnya yang kemarin sudah habis terbakar.
Lan Hua melangkahkan kakinya ke arah kamar, kamar itu memiliki luas dua kali lipat daripada kamar tidur yang ia tepati sebelumnya.
"Kamarnya pun lebih luas."
"Tentu saja lebih luas karena ini satu-satunya kamar utama."
Jawaban itu berasal dari Qian Yue, entah dari kapan lelaki itu muncul karena sedari tadi memindahkan dan menata barang, Qian Yue sama sekali tidak muncul tetapi sekarang tiba-tiba muncul seperti ini.
"Maksudmu kita tinggal dalam satu kediaman?"
Jika sebelumnya kediaman pangeran dan istrinya berada dalam paviliun terpisah karena memang seperti itu bangunannya. Tetapi sekarang mereka harus tinggal bersama, karena paviliun ini bukanlah tempat tinggal pangeran.
"Bukan hanya satu kediaman tetapi juga satu kamar."
"Apa?!"
Lan Hua mengira tempat ini hanya akan ditinggalinya seorang diri, bukan bersama Qian Yue.
__ADS_1
"Mengapa kau terkejut?"
"Tentu saja kita tidak bisa tinggal bersama, apalagi harus berbagi kamar seperti ini!"
"Yasudah jika tidak mau, kau pergi saja tidur bersama para pelayan."
Kediaman ini hanya memiliki satu kamar utama, tidak ada kamar lainnya selain kamar untuk para pelayan. Jadi jika ingin tidur terpisah tentu saja pilihannya hanya tidur di kamar pelayan.
"Qian Yue seharusnya tidak begini!"
"Lalu bagaimana? Kau ingin protes kepada ibunda? Lakukan saja jika kau ingin mendapatkan malu." jawab Qian Yue dengan santai.
Yang membagi kediaman adalah ratu, jika Lan Hua pergi menghadap ke ratu sembari protes karena memiliki kamar yang sama dengan Qian Yue tentu itu adalah hal yang sangat aneh. Mereka ini adalah sumai istri yang sah, tidak ada alasan untuk berpisah kamar.
"Lalu dimana?"
"Tidur saja diluar, kau memiliki paviliun Fei dan kediaman di bangunan terlarang. Bukankah itu lebih bagus daripada disini."
"Aku tidak mau, jika kau tidak ingin tidur denganku. Kau saja yang pergi."
Selanjutnya Qian Yue melangkahkan kakinya ke ranjang, ia melepaskan sepatunya dan merebahkan dirinya. Tidak lupa Qian Yue menyisihkan tempat di sebelahnya, lelaki itu menepuk pelan tempat kosong itu sembari menatap nakal ke arah Lan Hua.
"Kemarilah istriku," ucapnya dengan nada nakal.
__ADS_1
Lan Hua sangat kesal dengan hal itu, selama ini biarpun mereka pisah kediaman Lan Hua juga tahu jika Qian Yue akan menghabiskan waktunya di paviliun Anling tetapi malam ini Qian Yue justru berada disini untuk menggodanya.
"Datanglah kemari," ucapnya lagi.
Lan Hua menghela nafas kesal, ia langsung menghampiri Qian Yue dan tidur di sebelahnya. Tidak tanggung-tanggung Lan Hua langsung menghadapkan wajahnya di depan wajah Qian Yue.
Qian Yue justru menggerakan tangannya ke tali hanfu milik Lan Hua, Qian Yue hendak melepaskannya dan membuat Lan Hua terkejut.
"Apa yang kau lakukan?"
"Bukankah kau sudah melemparkan tubuhmu untukku? Kenapa tidak sekalian membuka bajumu untuk melayaniku?"
Lan Hua langsung bangkit, "Hais memang dasar cabul, tidur bersama pelayan lebih baik dari pada tidur dengan lelaki cabul sepertimu."
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
__ADS_1