The Prince Bride

The Prince Bride
41. Tertangkap basah.


__ADS_3

"Kau semakin cantik saja, Ming Xia."


Su Ho mendudukan dirinya di kursi, lalu ia menarik tubuh Ming Xia ke dalam panggukannya. Su Ho dengan perlahan membelai wajah Ming Xia dengan penuh kasih sayang. Ming Xia menyukai belaian itu, ia balas mengenggam tangan Su Ho yang masih berada di wajahnya.


"Bagaiamana kabarmu Pangeran, sepertinya kita sudah sangat lama tidak bertemu."


"Sudah hampir satu bulan mungkin makanya sekarang aku sangat merindukanmu, Ming Xia."


"Aku juga merindukanmu Pangeran."


Su Ho mengangkat Ming Xia dengan kedua lengannya, dengan perlahan ia merebahkan Ming Xia ke atas ranjang. Su Ho lekas mengecup bibir Ming Xia, beberapa kecupan kecil sebelum ******* yang cukup lama. Saat mereka sama-sama kehabisan nafas barulah mereka berhenti.


Su Ho lekas membuka hanfu miliknya, saat ia baru akan membuka hanfu Ming Xia gadis itu menghentikkan Su Ho.


"Pangeran, kehamilanku ini lemah, sebaiknya kita jangan berhubungan terlebih dahulu."


Terkahir kali tabib mengatakan jika denyut janinnya lemah, Ming Xia hingga menghabiskan banyak uang dari toko kain untuk membeli obat. Ming Xia tentu ingin mempertahankan anak itu meski Su Ho belum menikahinya, karena itu adalah anak Su Ho. Satu-satunya jaminan agar ia bisa bersanding di sisi Su Ho nantinya.


"Tapi aku sangat merindukanmu, Ming Xia."


Su Ho kembali mengecup bibir Ming Xia, menautkan kedua bibir itu untuk saling beradu.


Brakkkk,


Pintu yang di dobrak itu mengejutkan mereka, membuat tautan bibir mereka terlepas. Su Ho membelalakan matanya lalu segera bangkit dari ranjang, tidak lupa ia memperbaiki hanfunya.

__ADS_1


Seseorang yang datang adalah selir agung dan juga beberapa pelayannya, gurat marah nampak sekali di wajah wanita itu.


Plakk,


Sebuah tamparan mendarat di pipi Ming Xia, Su Ho terkejut dengan perlakuan ibunya itu.


"Ibu, apa yang Ibu lakukan." meski itu adalah kalimat protes darinya tetapi nada dari kalimat itu tetap adalah nada ketakutan.


"Seharusnya Ibu yang bertanya, wanita penggoda ini sangat menjijikkan. Mengapa kau masih mendekatinya?"


Awalnya memang yang mendekati terlebih dahulu adalah Ming Xia, saat itu Ming Xia mendekati Su Ho saat lelaki itu makan di sebuah restoran. Seperti kucing yang diberikan ikan, Su Ho pun tergoda saat Ming Xia menggesekan bagian tubuhnya pada Su Ho.


Mereka melalui malam-malam bersama, hingga terus menerus Su Ho menemui Ming Xia dan mereka pun semakin dekat.


"Ibu, aku mencintainya."


"Ibu, hubunganku dengan Ming Xia tidak akan menganggu Ibu. Aku akan tetap pada tujuanku yang sebenarnya."


"Tidak! Tinggalkan penggoda ini!"


Ming Xia hampir menangis, harga dirinya benar-benar dijatuhkan pada sisi terendah. Ia memang hanyalah anak pedagang kain biasa, jauh jika harus dibandingkan dengan Su Ho yang seorang pangeran. Bisa mendapatkan Su Ho dalam pelukannya adalah anugerah.


"Ibu,"


"Cepat pulang! Dia ini tidak pantas untukmu, kau bisa mendapatkan seratus lebih wanita yang lebih darinya!"

__ADS_1


Su Ho awalnya memang ragu, tapi pada akhirnya ia melangkahkan kakinya mengikuti sang ibu. Hal itu tentu saja membuat hati Ming Xia sangat sakit, Su Ho beranjak pergi meninggalkannya.


"Aku hamil anak Su Ho!"


Kalimat lantang itu menghentikan langkah selir agung, memang itu tujuan Ming Xia.


Kini pandangan selir agung memincing ke arah Ming Xia, tatapan kebencian dan juga jijik begitu jelas tergambar pada matanya.


"Pelayan berikan obat untuk mengugurkan anak itu," perintah selir agung pada pelayannya.


"Baik Yang Mulia."


Ming Xia terkejut dengan kalimat itu, begitu juga dengan Su Ho.


"Kau seharusnya sadar, kau itu siapa. Kau tidak pantas berada di samping Su Ho!"


Setelah mengatakan kalimat itu sekarang mereka melangkahkan kakinya pergi. Su Ho juga seperti itu, meski awalnya ia kesal dengan ibunya dan ingin melindungi Ming Xia tetapi pada akhirnya ia benar-benar mengurungkan itu. Membiarkan Ming Xia sendirian tenggelam dalam tangisannya.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2