
Matahari sudah hampir tenggelam, para peserta berburuan kerajaan sudah banyak yang kembali, hampir suluruhnya sudah kembali. Raja kembali dari tendanya, ia kini sudah duduk lagi di kursi kebesarannya. Para penonton juga sudah mulai memenuhi arena utama, mereka tentu saja ingin melihat siapa yang memiliki hasil buruan paling banyak.
Dong... Dong...
Bel sudah berbunyi, itu menandakan waktu berburu sudah habis.
"Waktu berburu sudah habis, peserta yang belum tiba maka dianggap gugur dan tidak akan dihitung hasil buruannya."
Semua orang yang masih berada di liar kawasan arena sudah tidak bisa lagi mengikuti penilaian, ia akan dianggap gugur.
Raja memperhatikan satu-persatu peserta, seperti tengah mencari seseorang.
"Dimana Qiu Min dan Qian Yue?"
Pertanyaan itu membuat semua yang berada disana ikut mencari di dalam barisan peserta, namun rupanya nihil, tidak ditemukan kedua orang itu disana.
"Lapor Yang Mulia tadi saat berpatroli saya melihat pangeran kedua dan pangeran ketiga sedang berburu di hutan bagian barat. Pangeran kedua membawa lima pengawal jadi saat itu saya lanjut berpatroli lagi ke arah timur." laporan itu berasal dari Jenderal Mo, sebagai penanggung jawab keamanan.
"Kerahkan pasukan untuk mencari mereka!"
"Baik Yang Mulia."
__ADS_1
Semua orang mulai berbisik-bisik, beberapa perdana menteri juga tertarik untuk membantu pencarian dua pangeran itu.
Jika bukan terjadi masalah maka tidak mungkin keduanya tidak kembali, mereka pasti tahu peraturan perburuan dan tidak akan kembali terlambat.
Tanpa semua orang ketahui Su Ho menyunggingkan senyumannya, rupanya rencananya itu telah berhasil.
***
"Lan Hua mengapa kau masih disini?"
Tiba-tiba saja Mei Lan memasuki tenda dan mengejutkan Lan Hua, Lan Hua tengah memakan manisan ceri dan juga teh bunga yang disajikan pelayan. Daripada berpanas-panasan berbaur dengan yang lain Lan Hua lebih memilih duduk di dalam tenda sembari memakan kudapan yang disajikan.
"Aku akan keluar saat mau pulang saja, pasti sampai malam kan pulangnya."
Lan Hua tidak nampak panik, ia masih sempat menyeduh teh bunga lalu menegaknya.
"Untuk apa dicari, bukankah mereka bukan anak-anak. Lagi pula mereka membawa pengawal."
"Mereka tidak kembali padahal waktu sudah habis, itu adalah hal yang aneh. Kau tidak khawatir jika Qian Yue jatuh ke jurang atau diterkam harimau? Ini hutan Lan Hua, bukan tidak mungkin itu terjadi."
Hati Lan Hua sedikit tercubit, akhir-akhir hubungannya dengan Qian Yue sudha cukup membaik. Qian Yue memberikannya pakaian bagus dan juga tadi mengajaknya pergi ke danau. Meski itu bukanlah hal besar tetapi sudah menjadi perubahan besar, pasalnya tadinya mereka benar-benar seperti dua orang asing.
__ADS_1
"Kasian juga jika Qian Yue diterkam harimau, tapi bukankah Qian Yue bawa pengawal?"
"Ya dia bersama pengawal, semoga saja dia baik-baik saja."
"Ya aku berharap dia baik-baik saja, tapi jika dia mati juga tidak masalah."
"Hais Lan Hua apa-apaan kau itu, dia suamimu."
"Benar dia suamiku, tapi jika takdir mengatakan dia harus mati mengenaskan diterkam harimau aku juga tidak mempermasalahkannya."
Meski hubungan mereka sudah membaik tetapi Lan Hua juga belum memiliki rasa untuk Qian Yue, ia memang beberapa kali kagum dengan perubahan lelaki itu. Tetapi itu tidaklah lebih dari kekaguman semata.
"Terserah kau saja Lan Hua, yang penting jangan menyesal jika Qian Yue benar-benar mati."
"Sepertinya tidak akan menyesal. Tapi kurasa dia baik-baik saja, Qian Yue ini tidak mungkin mati konyol seperti itu."
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
__ADS_1
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.