
Jika harus dibandingkan tentu Lan Hua akan lebih memilih Yuan, lelaki itu memiliki kecerdasan dan juga kebaikan hati yang tiada batas. Lagi pula Lan Hua juga sudah sangat lama mengenal Yuan, saat ini Yuan tengah meniti karirnya di kerajaan, jika Lan Hua menemaninya di belakang tentu Yuan akan menjadi seorang perdana menteri yang hebat.
"Tidak bisa," ucapan Lan Hua itu membuat Yuan kecewa.
Lan Hua memang tergiur dengan bantuan kabur dari Yuan tetapi jika dipikirkan ke depan lagi kabur bersana Yuan bukanlah hal yang baik. Setelah mereka kabur tentu keluarga Lian dan Ying akan mendapatkan hukuman dari raja karena dianggap tidak menaati titah raja.
Lan Hua tidak ingin karena dirinya menjadi lebih banyak orang yang menderita.
"Lan Hua, kau juga sudah mendengar seperti apa tabiat pangeran ketiga?"
Lan Hua mengangguk, "Aku adalah Lian Lan Hua, tidak ada yang bisa menyakitiku."
"Mungkin kau bisa melawan pangeran ketiga, tapi bagaimana dengan kebiasaannya yang selalu menghabiskan waktu di rumah bordil."
Lan Hua mengangkat salah satu sudut bibirnya, "Aku tidak akan peduli dengan itu, karena aku tidak akan jatuh cinta dengannya jadi untuk apa aku sakit hati."
Setelah percobaan kabur yang gagal dan kembali memikirikan ulang semuanya kini Lan Hua memiliki keputusan untuk tidak memperdulikan lagi bagaimana nanti tabiat pangeran ketiga. Ia akan menutup mata dan juga tidak akan peduli dengan itu semua.
__ADS_1
Lan Hua akan menjalani hidupnya seperti sedia kala tanpa akan menganggap pangeran ketiga itu adalah suaminya.
"Kalau kau mendapatkan masalah katakan padaku, aku nantinya juga akan setiap hari berada di kerajaan."
Lan Hua mengangguk, "Tentu saja Yuan."
***
"Maafkan ibu yang tidak bisa berbuat apa-apa saat kau harus memiliki nasib seburuk ini."
Lan Hua menatapa mata ibunya yang berkaca-kaca, sebuah lingkaran hitam sedikit nampak pada bawah mantanya menandakan jika ibunya itu kurang tidur.
"Ibu tenang saja, aku akan baik-baik saja."
"Ibu hanya bisa mendoakan kebahagiaanmu, semoga saja kau bisa bercerai nantinya."
Meski perceraian adalah yang mustahil tetapi hal itu sangat dinantikan oleh nyonya Lian.
__ADS_1
"Ibu aku bahkan belum menikah tetapi ibu sudah membahas perceraian, ayolah ibu aku tidak akan menderita disana. Aku akan tetap mendapatkan banyak makanan dan akan melakukan banyak hal yang aku sukai."
Nyonya Lian meneteskan air matanya, Lan Hua yang ia besarkan dengan kasih sayang kini akan menikah dan tinggal jauh darinya.
"Katakan pada ibu jika kau memiliki masalah, ibu adalah orang yang akan berdiri paling depan."
"Baiklah ibu, tetapi ibu harus berjanji untuk tidak memikirkanku. Aku akan bahagia di istana, ibu harus ingat itu."
"Aih rupanya putriku sudah besar."
Mereka berpelukan, senyuaman Lan Hua yang tadinya mengembang kini hilang sudah. Ia harus berpura pura tegar dan menerima semuanya agar ibunya tidak banyak pikiran, sedangkan hatinya sendiri sangat tidak menerima takdir ini.
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
__ADS_1
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.