
Jika dilihat dari luar paviliun Anling ini adalah paviliun milik pangeran tidak berguna yang didalamnya terdapat banyak pelacur untuk menghibur orang. Tetapi sebenarnya itu hanyalah kedok semata, tempat ini sebenarnya adalah paviliun Fei yang sangat terkenal dan tidak diketahui keberadaannya. Pemilik paviliun itu sangatlah ahli dalam memimpin, buktinya ia sudah bisa melatih ratusan mata-mata.
Paviliun Fei ini juga memiliki divisi pertahanan yang sangat kuat, mereka begitu terlatih dan selalu bekerja dibalik bayangan. Lalu mengapa Qian Yue ini tidak membiarkan identitasnya sebagai tuan muda Fei terkuak?
Qian Yue memiliki alasan kuat untuk itu, bukan hanya tidak ingin identitasnya diketahui tetapi Qian Yue juga selalu berpura-pura seolah dia adalah pangeran pemalas, berbading terbalik dengan kesuksesannya dengan paviliun Fei.
"Tuan, Xiao Chen sudah sampai."
Qian Yue mengangguk, memang setiap malam Xiao Chen datang untuk menjemputnya dengan kereta kuda. Qian Yue menghabiskan arak terakhirnya lalu tidak lupa ia membuat pakaiannya sedikit acak-acakan. Qian Yue harus pura-pura seperti orang yang memang tengah mabuk berat.
"Beberapa hari kedepan aku tidak akan datang, kau kirimkan laporan ke kediamanku."
"Baik, Tuan."
Qian Yue melangkahkan kakinya, begitu keluar dari pintu. Seperti biasa ia melihat para pelacur tengah melayani pelanggan. Ini sudah menjadi kebiasaan sehari-harinya melihat adegan-adegan menjijikan itu.
Tanpa mengatakan apapun Qian Yue menaiki kereta kuda, mereka melaju menuju ke kerajaan. Tidak membutuhkan waktu terlalu lama karena jarak istana tidak terlaku jauh dari paviliun Anling.
"Pangeran tadi nona Lan Hua marah-marah karena tuan sudah pergi sejak pagi."
Xiao Chen mengatakan itu karena saat ini Lan Hua tengah menghadang Qian Yue di depan pintu kediaman Qian Yue.
__ADS_1
"Qian Yue kau benar-benar hebat sekali, langsung pergi menemui pelacur-pelacur itu saat baru saja sadar dari sekarat? Benar-benar bakat yang tidak dimiliki oleh siapapun!"
Lan Hua kesal karena Qian Yue, ia sudah dengan khawatir menunggu Qian Yue bangun hingga ia ketiduran. Tetapi begitu membuka mata, justru Qian Yue sudah berada di paviliun Anling.
Qian Yue hanya tersenyum tipis, ia sama sekali tidak menjawab celotehan Lan Hua.
"Lihat saja, lain kali aku tidak akan peduli denganmu."
Setelah mengatakan itu Lan Hua melangkahkan kakinya pergi, Qian Yue sama sekali tidak mencegahnya ia membiarkan saja Lan Hua pergi. Meski begitu Qian Yue masih memandangi punggung Lan Hua yang semakin manjauh, ia bertahan dalam posisi itu hingga Lan Hua benar-benar hilang dari pandangannya.
***
"Qiu Min tidak terluka parah dan Qian Yue juga baik-baik saja?"
Brakk,
Su Ho menggebrak meja di depannya, saat bawahannya memberikan laporan. Ia mengatakan sudah melukai mereka dengan parah tetapi nyatanya tidak separah itu hingga membuat mereka sekarat.
Awalnya ia dan ibunya sudah sangat senang karena bisa melukai mereka, rupanya itu bukan membuat mereka sekarat.
"Bukankah aku sudah memberikan racun dingin?"
__ADS_1
"Memang benar Tuan, awalnya panah beracun akan diarahkan ke pangeran kedua tetapi pangeran ketiga justru melindunginya jadi pangeran ketiga yang terkena racun?"
"Qian Yue tidak mati?"
"Pangeran ketiga sekarang sudah lekas pulih, Xiao Chen mengatakan jika pangeran ketiga sudah pergi ke paviliun Anling."
Su Ho mendengus kesal, pembunuh bayaran ini memiliki harga yang tinggi. Tetapi rupanya itu tidaklah begitu memuaskan.
"Sekarang ikuti saja terus, Lan Hua. Cari kesempatan untuk menculiknya, aku akan menggunakannya sebagai sandera untuk mendesak menteri Lian berada di pihakku."
"Baik, Tuan."
Su Ho mengincar perdana menteri Lian untuk bergabung dalam pihaknya, karena menurutnya perdana menteri Lian ini adalah orang yang paling didengarkan oleh kaisar.
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
__ADS_1
And, see you.