The Prince Bride

The Prince Bride
24. Siapakah Ayahnya?


__ADS_3

"Tuan Muda diluar ada Xiao Du, " laporan itu berasal dari Bai.


"Biarkan dia masuk."


Bai mengangguk, selanjutnya ia datang bersama Xiao Du untuk menghadap tuan mereka.


Ini adalah kediaman di balik kota terlarang yang diurus oleh Bai, siapapun bahkan Xiao Du yang merupakan tangan kanannya tidak bisa sembarangan masuk.


"Tuan Xiao Du ingin melaporkan penyelidikan tentang Nona Lian Lan Hua."


Tidak ada ekpresi yang berarti dari lelaki itu, ia masih asik membaca buku di tangannya. Meski seperti itu ia masih memasang kedua telinganya untuk mendengar.


''Nona Lian Lan Hua ini saat masih belum memasuki istana ia sering kabur dari kediaman secara diam-diam, tetapi Nona Lian Lan Hua bukan gadis yang suka membuat onar. Dia hanya akan melawan orang yang mencari masalah denganya. Nona Lian juga memiliki hubungan dengan An Yuan. Setelah menikah ini beberapa kali nona Lian menemuinya secara pribadi."


"An Yuan? Mereka sangat berani bermain belakang rupanya."


"Tapi sejauh ini mereka hanya bertemu tidak sampai melakukan hal tidak layak."


Pertemuan Lan Hua dan Yuan di restoran milik kerabatnya itu rupanya masih bisa diketahui oleh paviliun Fei dengan mudahnya, padahal Lan Hua sudah datang dengan sehati-hati mungkin.


Uhuk... Uhuk...


Tuan muda Fei berbatuk, darah segar ia muntahkan bersama batuknya.

__ADS_1


"Tuan Muda, " Xiao Du dan Bai kompak beranjak ke arah tuan mereka.


Wajah mereka sama-sama menampilkan kekhawatiran yang kuat.


Bai berlari mengambil obat untuk tuannya itu, sebuah pil hitam sebesar kelereng yang langsung ditelan. Seolah ia sudah terbiasa mengonsumsinya sehingga bukan lagi masalah untuk menelannya tanpa air.


Tuan muda Fei menyeka sisa darah di bibirnya, ia mengatur kembali nafasnya yang sempat tidak beraturan.


***


"Bisakah kau memeriksa nadiku?"


Seorang gadis dengan hanfu merah muda itu membuka sedikit lengan hanfunya, ia menyodorkan tangannya itu pada seorang lelaki di hadapannya. Lelaki tua yang membawa peralatan pengobatan dan kotak obat di samping kanannya.


"Tabib tolong jangan katakan ini pada siapapun, kuharap kau bisa menutup mulutmu rapat."


Ming Xia memberikan satu lembar uang yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada biaya berobat pada umumnya.


"Terima kasih Nona Ming Xia, saya berjanji tidak akan mengatakan ini pada siapapun."


Gadis berhanfu merah muda itu semakib nampak riang, ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Selanjutnya ia pamit dari rumah pengobatan itu.


Menyusuri jalan ibu kota, ia terus saja melangkahkan kakinya dengan senyuman manis. Tidak terlalu lana berjalan karena kediaman milik keluarganya itu letaknya tidak terlalu jauh dari rumah tabib.

__ADS_1


Ia terburu masuk ke dalam kamarnya, tidak terlalu memperdulikan ibunya yang tengah sibuk memantau pelayan membereskan rumah.


"Aku benar-benar hamil."


Diusapnya perut yang baru saja sedikit membesar itu, senyumanya semakin mengembang saat menyadari di sana ada sebuah kehidupan.


"Sedang apa kau disana, Nak?"


Meski ia hamil tanpa adanya ikatan pernikahan tetapi kegembiraan di hatinya sudah tidak bisa digambarkan. Padahal Ming Xia sendiri tahu jika ibu dan ayahnya akan marah besar jika mereka mengetahui hal ini. Tetapi nampaknya Ming Xia tidak perduli karena ia begitu gembira dengan kabar itu.


"Mari berikan kejutan ini pada ayahmu, Nak."


Ming Xia mengambil kertas dan juga kuas, ia menuliskan beberapa kalimat pada kertas itu lalu lekas melipatnya rapi.


"Dengan begini tidak ada alasan lagi untuk aku segera mendampingimu."


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2