The Prince Bride

The Prince Bride
34. Ketulusan Qian Yue.


__ADS_3

Acara perburuan kerajaan berubah menjadi acara yang menyedihkan, penilaian tidak jadi dilakukan karena semua orang kini sudah kembali ke kerajaan. Pangeran kedua dan ketiga terluka parah karena diserang oleh orang asing, sehingga hal itu membuat raja marah. Terlebih dalang dari penyerangan itu belum juga berhasil ditemukan.


Lan Hua menyeka keringat dingin yang keluar di dahi Qian Yue, sebenarnya hanfu lelaki itu juga sudah sedikit basah karena keringat dingin.


Mereka sudah tiba di kerajaan, tetapi sejak tadi Qian Yue belum menunjukkan tanda-tanda akan membuka matanya. Wajahnya justru bertambah pucat pasi, suhu tubuhnya sangat dingin tetapi keringat justru tidak hentinya muncul.


Tabib kembali ke kamar itu setelah tadi pamit kepada Lan Hua untuk pergi merebus obat.


"Tabib Liu, mengapa tangan pangeran sangat dingin. Bukankah luka dari panah ini tidak terlalu dalam?"


Lengan Qian Yue terluka oleh panah, tetapi tidak terlalu dalam. Seharusnya ia masih bisa sadar dengan luka itu, tetapi sama sekali tidak membuka matanya, justru keadaannya semakin parah.


"Putri sebenarnya di dalam mata panah itu terdapat racun dingin, itu sangat berbahaya. Jika Pangeran bisa melewati malam ini maka dia akan baik-baik saja. Semoga Pangeran akan baik-baik saja."


"Tetapi keadaanya terlihat sangat buruk," Lan Hua sedikit takut melihat wajah Qian Yue yang pucat pasi itu.


"Saya sedang merebus penawarnya, semoga Pangeran bisa melewati malam ini."


Tabib Liu pergi lagi untuk mengambil rebusan obat yang baru saja ia dinginkan, setelah itu ia menyerahkan obat itu pada Lan Hua.


"Ini ramuan penawarnya, Putri."


Lan Hua mengangguk, ia lekas menyuapkan ramuan berwarna hitam itu pada Qian Yue. Tetapi pada suapan pertama saja Qian Yue sudah menolaknya, itu tidak bisa masuk ke dalam tenggorokan Qian Yue.


Lan Hua menghela nafas, ia sekarang menyendok ramuan itu lebih sedikit. Memasukannya dengan sangat perlahan satu tetes demi tetes. Usahanya itu berhasil, ramuan bisa ditelan Qian Yue dengan perlahan.


"Entah menagapa, aku tidak suka melihat kau dalam keadaan menyedihkan seperti ini Qian Yue."


Lan Hua awalnya berpikir jika ia tidak akan masalah jika Qian Yue mati dalam hutan, tetapi setelah melihat sendiri Qian Yue sekarat seperti ini hatinya sekarang benar-benar tidak rela.

__ADS_1


***


"Pangeran sudah sadar?"


Qiu Min baru saja membuka matanya, ia sudah disambut oleh pertanyaan dari Yue Yi yang setia menemaninya. Ada dua orang tabib juga yang langsung memeriksa nadi Qiu Min.


"Syukurlah Pangeran sudah membaik." ucapan salah seorang tabib.


Membutuhkan waktu beberapa saat hingga Qiu Min benar-benar kembali menyadarkan pikiran.


"Apa yang terjadi?"


"Pangeran diserang saat acara perburuan kerajaan." itu adalah jawaban dari Yue Yi.


Qiu Min memiliki bekas luka akibat pedang di lengan sebelah kiri dan juga beberapa luka lebam di tubuhnya. Qiu Min tidak terkena racun karena racun itu hanya terdapat di panah.


Tabib dan juga Yue Yi hanya bisa beradu pandang, mereka sedari tadi merawat Qiu Min tentu mereka tidaklah mengetahui keadaan Qian Yue.


"Antarkan aku menemui Qian Yue!"


Qiu Min hendak bangkit, hal itu tentu membuat mereka semua terkejut. Qiu Min barulah sadar dari pingsannya, sekarang sudah mau beranjak saja.


"Pangeran sebaiknya istirahat terlebih dahulu."


"Cepat antarkan aku, aku baik-baik saja."


Qiu Min memiliki ilmu beladiri, tubuhnya tidaklah selemah itu. Meski semuanya sakit karena lebam tetapi ia masihlah sanggup untuk berdiri.


Akhirnya tabib itu membantu Qiu Min untuk pergi ke kediaman Qian Yue, tidak terlalu lama mereka sudah tiba disana.

__ADS_1


Lan Hua baru saja selesai meminumkan ramuan, meski jumlahnya hanya satu mangkuk tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama karena ia harus menyuapinya sedikit demi sedikit tidak bisa langsung banyak.


"Bagaimana keadaan Qian Yue?"


Pertanyaan itu langsung Qiu Min tujukan pada Lan Hua.


"Pangeran ketiga terkena racun dingin dari panah itu, tabib Liu mengatakan, asalkan bisa melewati malam ini ia akan baik-baik saja."


Qiu Min terlihat menunjukkan kesedihannya.


"Sebenarnya bagaimana kejadian yang sebenarnya Pangeran?" tanya Lan Hua pada Qiu Min.


"Saat itu aku tengah berburu, tiba-tiba saja banyak orang yang menyergap. Seluruh pengawalku sudah mati, hanya tersisa aku sedangkan jumlah mereka masih banyak. Qian Yue datang dengan para pengawalnya dan ikut melawan. Qian Yue mengatakan ia tidak bisa beladiri dan mengajakku untuk kabur saja karena saat itu aku juga sudah lelah melawan mereka. Qian Yue memapahku untuk kabur, kami berjalan cukup jauh tetapi pasukan pemanah datang, sebisa mungkin mencoba menghindar. Saat itu anak panah sudah hampir mengenaiku tetapi Qian Yue melindungiku sehingga ia yang terkena panah, setelahnya aku tidak ingat apa-apa lagi karena sudah kelelahan dan pingsan."


Qiu Min ini meski berwatak sangat keras tetapi ia memiliki ketulusan yang seluas samudra, Qian Yue adalah adik kandungnya. Selama ini Qiu Min tidak pernah berpikiran buruk tentang Qian Yue.


Qiu Min semakin tersentuh saat Qian Yue menolongnya memblokir anak panah yang akan mengenainya. Ia sangat berterima kasih pada Qian Yue, untuk hal itu.


"Kau harus sembuh Qian Yue," ucap Qiu Min dengan tulus.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.

__ADS_1


__ADS_2