The Prince Bride

The Prince Bride
30. Berkatmu Sekarang Sedikit Lebih Baik.


__ADS_3

"Salam Pangeran,"


"Dimana Lan Hua, apakah dia sudah bersiap?"


Xiao Min menurunkan pandangannya, setelah semalaman menghilang lalu baru pulang kemarin sore, Nonanya nampak begitu berbeda. Lan Hua diam saja dan tidak menjawab perkenalan apapun pertanyaan Xiao Min. Saat Xiao Min membawakan makanan juga nonanya itu sama sekali tidak menyentuh makanannya.


Itu terjadi dari kemarin sampai pagi ini, Lan Hua tidak seperti biasanya.


"Sepertinya Putri sedang sakit, Pangeran."


Xiao Min menyimpulkan seperti itu saja karena memang sedari pagi Lan Hua hanya meringkuk saja di ranjang.


Tanpa menunggu Xiao Min membuka pintu, Qian Yue langsung masuk ke dalam kamar Lan Hua. Benar saja Lan Hua tengah berbalut selimut di ranjang, ia tidak sedang terpejam dengan pandangan mata yang kosong, jangan lupakan jika matanya itu sembab.


"Kau tidak sakit kan?"


Qian Yue meraih lengan Lan Hua, memastikan kondisinya melalui nadi di pergelangan tangan. Setelah memastikan jika Lan Hua baik-baik saja, Qian Yue menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Lan Hua, sehingga gadis itu langsung menatapnya keheranan.


"Cepatlah bersiap, kita harus pergi ke perburuan istana."


"Aku tidak ingin pergi." ucapan itu mengalun tanpa emosi.


"Ini perintah bukan pilihan!" ucap Qian Yue dengan tegas. "Cepatlah bersiap, aku menunggumu diluar."


Setelah mengatakan itu Qian Yue melangkahkan kakinya dari kamar Lan Hua.

__ADS_1


"Aku benci menjadi wanita!"


Wanita itu tidaklah sekuat pria, di zaman ini hanya ditakdirkan untuk melayani suaminya dan mendampingi suaminya. Tidak ada wanita yang memegang kekuasan, baik menjadi pejabat atau pemimpin kota. Padahal menurut Lan Hua wanita dan pria itu sangatlah sama.


***


Lan Hua sudah berada di dalam kereta kuda bersama dengan Qian Yue, gadis itu menatap lurus keluar jendela. Membiarkan kereta yang bergoyang melaju dengan sedikit kencang.


"Mengapa hanya ada rombongan kita?"


Sedari tadi hanya ada kereta kuda mereka berdua, tidak ada kereta lain. Sedangkan ini adalah perburuan istana yang pastinya akan melibatkan seluruh pangeran dan juga beberapa orang penting yang ada di istana. Bendera kerajaan juga pastinya akan hadir sebagai tanda jika itu ada perburuan resmi kerajaan.


Sedikit aneh jika tidak ada orang lainnya, terpisah dari rombongan yang lainnya.


"Perburuan dimulai tengah hari, mungkin yang lainnya tengah bersiap-siap."


Jika berangkat agak nanti tentu saja ia masih bisa berbaring lebih lama, tubuhnya masih terasa sedikit sakit. Lan Hua juga menyembunyikan lehernya yang penuh dengan tanda menjijikkan dibalik mantel berbulunya, tentu saja ia tidak ingin seorangpun melihatnya.


"Karena aku ingin menunjukkan padamu sesuatu,"


Lan Hua tidak menanggapi kalimat itu, ia lebih memilih memperhatikan pemandangan di luar jendela yang hanyalah sabana. Jalan setapak nampak jarang dilewati dan tempat ini sudah lumayan sepi dari pemukiman penduduk.


"Kita sudah sampai Pangeran," teriakan dari luar.


Kereta kuda itu tidak lama berhenti, Qian Yue memberikan isyarat pada Lan Hua agar segera mengikutinya turun. Lan Hua yang tengah dalam perasaan tidak baik itu hanya menurut, ia sedang tidak ingin berdebat jadinya lebih baik menurut saja.

__ADS_1


Sebuah hamparan bunga lily nampak begitu cantik, mereka tumbuh sangat subur dan begitu indah menghias. Ada sebuah danau yang tidak terlalu besar, disana ada pohon ceri besar yang tengah berbunga lebat. Padahal ini sudah memasuki musim gugur tetapi bunga disini masih belum layu sama sekali, mereka masihlah berdiri kokoh.


Qian Yue meraih lengan Lan Hua agar mereka berjalan semakin mendekat ke arah danau. Air danau begitu jernih hingga bebatuan di dalamnya nampak tanpa harus menfokuskan pandangan.


Ikan-ikan warna-warni juga dengan setia memakan semua lumut sehingga menjadikan danau itu tambah bersih.


"Tempat ini sangat menenangkan, bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?"


Lan Hua mendudukkan dirinya di pinggiran, ujung hanfunya sedikit tersapu air tetapi ia tidak begitu memperdulikan itu, saat ini menenangkan diri adalah hal yang lebih penting. Suara hembusan angin dan juga kicauan merdu burung menambahkan suasana asri itu.


"Gunung Chunlun memiliki banyak sekali tempat tersembunyi, jika naik lagi ke atas ada air terjun di antara dua lembah. Itu jauh lebih indah, tetapi jalan kesana tidak bisa dilalui oleh kereta kuda."


"Tapi tempat ini saja sangat bagus, danau di kaki gunung tentu jarang ada."


"Danau ini memiliki mata air sendiri, itu tidak besar tetapi dapat memepertahankan danau ini agar tetap bersih."


Lan Hua menganggukinya, ia senang berada disini karena ini bagaikan tempat ajaib yang bisa melupakan sejenak beban pikirannya.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2