
Mata indah itu perlahan terbuka, menampakkan sebuah manik legam yang indah. Tubuhnya terasa sakit semua terlebih di **** ***** bagian bawahnya. Mengalihkan pandangannya sedikit, di sampingnya ada seorang lelaki yang masih memejamkan matanya.
Saat itu juga air mata Lan Hua turun, membentuk sungai kecil di pipinya. Isakan itu semakin menjadi membiat lelaki yang masih mengenakan topeng di sampingnya itu kini mulai terganggu tidurnya.
"Maafkan aku," kalimat itu mengalun dengan lembut tepat di telinga Lan Hua, sepertinya kalimat yang begitu sungguh dan tulus.
Namun, itu tak menghentikan isakan Lan Hua, dengan pelan lelaki itu mengusap air mata Lan Hua. Mengelus pelan kepala Lan Hua untuk memberikan ketenangan, dan ajaibnya Lan Hua kini sudah sedikit tenang.
Lelaki itu membenarkan pakaian Lan Hua yang tadinya sudah terlepas karena ulahnya.
"Kau sudah puas sekarang?"
Pertanyaan itu terdengar dengan nada bergetar karena Lan Hua baru saja selesai menangis tetapi kalimat itu penuh dengan penekanan.
***
"Kau menyerahkan tiga kotak emas untuk sesuatu yang belum pasti? Bagaimana jika mereka berbohong Xunlong?!"
Raut wajah Qiu Min terlihat tidak bagus, meski ia memiliki jabatan tetapi tiga kotak emas itu bukanlah sesuatu yang sedikit. Qiu Min ini memang sedikit sayang dengan kekayaan, ia jarang memberikan amal, jadi kehilangan sejumlah itu sedikit merugikannya.
"Pangeran tenang saja, Paviliun Fei ini bukanlah Paviliun sembarangan. Informasi ini pasti akan disampaikan."
"Kalau begitu pergi lagi ke rumah tengah hutan itu, ceoat dapatkan informasinya."
Tok... Tok...
__ADS_1
Pintu diketuk, serwlah mendapatkan ijin seorang pelayan masuk ke dalam ruangan itu.
"Tuan ada surat untuk Anda." pelayan itu memberikan sepucuk surah untuk Yan Xunlong.
Dengan mata berbinar Xunlong menerima surat itu, setelah memastikan pelayannya pergi dan hanya ada dirinya dan pangeran kedua barulah ia membuka surat itu.
Han Su Ho melakukan perjalanan ke pelabuhan minggu lalu, ia menemui mantan Jenderal Bao Li pada bulan lalu.
Setiap tiga hari sekali Su Ho akan diam-diam ke rumah makan Hauwen untuk bertemu dengan kekasihnya. Seorang gadis putri pedagang ibu kota.
Tidak ada aktivitas lain akhir-akhir ini selain menemui kekasihnya.
Begitulah kira-kira isi surat yang ditujukan untuk Yan Xunlong.
"Bagaimana Tuan? Tidak sia-sia bukan kita percaya dengan paviliun Fei."
"Kau tau mantan Jendral Bao Li ini siapa?"
"Kalau tidak salah dia adalah mantan Jenderal kerajaan Yong yang sudah lama pensiun, Jenderal Bao Li ini masih satu kerabat dengan ibu Su Ho."
Selir agung Suji yang merupakan ibu Su Ho tadinya berasal dari negara Yong, yang dinikahkan sebagai pernikahan aliansi dua negara.
"Seharusnya ini tidak perlu diwaspadai Pangeran, Bao Li ini hanya orang tua yang sekarang sama sekali tidak berpengaruh untuk negeri Yong."
"Kalau begitu minta orang untuk selidiki kekasih dari Su Ho. Mungkin ini akan sangat berguna. Wanita itu mungkin saja bisa menjadi titik lemah Su Ho."
__ADS_1
Yan Xunlong mengangguk, menyetujui apa yang dikatakan oleh Qiu Min.
"Bagaimana dengan pangeran ketiga? Apakah pangeran benar-benar tidak ingin menyelidikinya?"
Sebenarnya semenjak pertemuan kerajaan itu Yan Xunlong sudah menyarankan Qiu Min untuk menyelidiki Qian Yue, tetapi Qiu Min menolaknya. Xunlong mulai menaruh curiga pada Pengeran ketiga yang tiba-tiba saja mengikuti pertemua istana lalu mengemukakan pendapatnya.
Pendapat itu begitu jenius dengan penyelidikan sampai akarnya, dia saja tidak bisa mencari potensi dari kota Liang yang memang adalah kota miskin tetapi Qian Yue bisa menemukannya.
"Qian Yue ini tidak perlu dikhawatirkan, meski sedari kecil ia tidak pendapatkan pendidikan apapun karena sibuk berobat di atas gunung. Saat turun gunung ia menjadi brengsek dan tidak tahu aturan. Lalu apa yang perlu kau khawatirkan dari orang macam ini?"
"Pendapat pangeran ketiga kemarin luar biasa, bukan seperti pendapat orang tidak berpendidikan."
Qiu Min menggeleng, "Itu bukan luar biasa, Qian Yue mengatakan itu karena dahulu saat berobat tempat tinggalnya tidak jauh dari Liang. Ia mungkin tahu seluk beluk Liang, tetapi tetap saja orang tidak berpendidikan tidak akan bisa berbuat banyak."
Yan Xunlong mengangguk-anggukan kepalanya, "Benar juga, pangeran ketiga ini tidak perlu di waspadai."
"Kalau begitu aku akan kembali, cepat kabari aku jika kau menemukan kekasih Su Ho."
"Baik Pangeran."
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
__ADS_1
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.