
Tenda-tenda kerajaan sudah siap, begitu juga dengan bendera perburuan kerajaan yang sudah berdiir tegak. Acara tahunan seperti perburuan kerajaan ini memang mendapatkan antusias tinggi dari banyak orang. Seperti penghilang penat dari urusan kerajaan yang tiada habisnya.
Di salah satu tenda, seseorang tengah bersiap mengenakan pakaian berburunya. Busur panah kesayangannya juga sudah sudah ia siapkan.
Seorang wanita memasuki tenda itu, lalu mengusir kedua pelayan yang barus saja selesai membantu memakaikan baju.
"Ho'er semuanya sudah siap, jangan pergi ke area barat. Disana penuh jebakan dan orang yang akan membunuh Qiu Yue sudah berada disana."
"Baik Ibu, jikalaupun Qiu Yue tidak mati, pastikan orang-orang itu membuat Qiu Yue terluka parah."
"Kau tenang saja, Nak. Mereka pembunuh yang hebat, meski Qiu Yue mempelajari ilmu beladiri, ia tetap akan sulit untuk kabur."
"Itu sangat bagus,"
Kedua pasang ibu dan anak itu sama-sama menampilkan senyuman puasnya.
Menjadikan ajang ini sebagai rencana pembunuhan adalah paling tepat, ini adalah hutan yang luas. Tidak ada penjaga istana di dalamnya, membunuh orang sangatlah mudah. Dan jejaknya juga pasti akan sulit untuk di ketahui.
***
Ke-empat pangeran sudah bersiap dengan kudanya, disana juga ada beberapa perdana menteri dan pejabat istana yang masihlah muda juga telah siap untuk mengikuti perburuan ini.
Raja duduk di kursi yang di dampingi oleh selir agung, sedangkan ratu tidak pergi kesana. Di bawah kursi raja adalah para penonton, baik itu para istri maupun perdana menteri lain yang tidak ikut dalam perburan.
"Peraturan peburuan kerajaan adalah kelinci dan kijang bernilai 1 poin, harimau dan serigala bernilai 2 poin dan elang bernilai 3 poin. Masing-masing peserta boleh membawa pengawal, tetapi jumlahnya tidak boleh lebih dari lima. Waktu perburuan adalah sampai matahari hampir terbenam." kasim membacakan peraturan perburuan kerajaan.
__ADS_1
"Siapapun yang mendapatkan poin paling banyak, akan mendapatkan hadiah dariku." ucap raja dengan bersemangat.
Dong... Dong...
Bel tanda perburuan dimulai pun sudah berbunyi, kuda-kuda itu melaju masuk ke dalam hutan. Ada yang membawa lima pengawal ada yang hanya membawa satu pengawal dan ada yang tidak membawa pengawal satupun. Tetapi beberapa pengawal istana tetap diperintahkan untuk berpatroli untuk manjaga keamanan.
Lan Hua berdiri di antara kerumunan orang, di sampingnya ada Mei Lan. Rencananya Mei Lan akan kembali ke kampung halamannya minggu depan, jadinya ia ikut dalam perburuan ini sebagai aktivitasnya di kerajaan yang terakhir kali. Mei Lan memang yang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, ia merasa sudah tidak perlu tinggal lagi di kerajaan sedangkan suaminya telah meninggal.
"Lan Hua pakaianmu sangat bagus, ini adalah sutra dengan kualitas tinggi. Kau memang pandai memilih."
Lan Hua mengenakan pakaian yang diberikan oleh Qian Yue, ia memakai juga set perhiasannya. Ia akui memang itu bagus dan memiliki kualitas kain yang mahal. Meski ia mengenakan mantel untuk menutupi lehernya tetapi bagian bawah pakaiannya tetap terlihat
"Qian Yue yang memberikannya,"
Mei Lam nampak terkejut, pasalnya ia tahu jika hubungan Lan Hua dan Qian Yue tidaklah baik. Terakhir kali Lan Hua berencana untuk meracuni Qian Yue, ia tidak tahu entah Lan Hua sudah berhenti atau tidak karena Qian Yue saat ini juga masih baik-baik saja.
"Ya begitulah."
Lan Hua sudah mendapati sisi lain dari Qian Yue, hubungan mereka akhir-akhir ini juga sudah cukup baik dibandingkan kemarin-kemarin.
"Lan Hua lihatlah, dua wanita ular itu menatapmu dengan mengerikan."
Lan Hua mengikuti arah pandang Mei Lan, disana ada Yue Yi, istri dari pangeran kedua dan satu wanita lagi yang Lan Hua tidak ketahui.
"Siapa wanita di samping Yue Yi?"
__ADS_1
"Dia Jia Li, ibunya adalah adik dari ratu."
"Sepupu Qian Yue?"
Mei Lan mengangguk, "Dia sangat menyukai Qiu Yue, meski reputasinya buruk. Jadi sepertinya ia akan bermusuhan denganmu, aku mendengar sendiri saat ia berkunjung ke istana ia menjelekkanmu di depan ratu."
Lan Hua terkekeh, "Dia salah cari lawan jika ingin bermusuhan denganku, mari kita menyapa mereka."
Lan Hua melepas mantel yang menutupi tubuhnya, ia memberikan itu pada pelayan. Kini nampaklah beberapa tanda merah di leher jenjangnya, meski Lan Hua sangat membenci itu tetapi ini bisa dijadikan senjata untuk memanasi Jia Li.
Jia Li pasti akan mengira jika itu adalah tanda kepemilikan dari Qian Yue.
"Salam Kak Yue Yi dan Jia Li, Lan Hua jarang keluar kediaman sehingga baru bisa menyapa disini." ucap Lan Hua semanis mungkin.
Benar saja rencananya berhasil, Jia Li terlihat meradang dengan melihat Lan Hua saja. Terlebih tanda merah itu meski sudah akan pudar tetapi masih nampak oleh mata telanjang.
"Kau baru bergabung ke istana Lan Hua, tidak salah jika baru sempat menyapa." itu adalah kalimat pura-pura manis dari Yue Yi, sedangkan Jia Li hanya membuang mukanya.
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
__ADS_1
And, see you.