The Prince Bride

The Prince Bride
17. Tubuhmu Cukup Menarik.


__ADS_3

Lan Hua berdiri di depan sebuah kolam teratai, ia masih menggedong Xiao Mao dan terus menerus mengajak kucing itu berbicara meski itu akan percuma saja. Lan Hua sudah berhasil menggertak lelaki tadi untuk mempertemukan dirinya dengan Tuan Muda Fei. Dengan mengancamnya akan membawa kabur kucing peliharaan tuannya itu.


"Nona bisa masuk sekarang."


Senyuman di bibir Lan Hua mengembang, ia mengikuti langkah kaki lelaki di depannya.


"Apakah tempat ini adalah paviliun Fei yang terkenal itu?"


Tempat ini sangat tersembunyi, orang-orang bahkan sudah takut saat ingin masuk saja ke kawasan terlarang sehingga untuk menembus tempat ini pasti tidak akan bisa. Dari luar memang tidak terlihat pengawal tetapi di dalamnya cukup banyak, mereka jugs pengawal yang memiliki ilmu beladiri mumpuni.


"Bukan Nona,"


"Lalu ini tempat apa? Mewah, besar dan tersembunyi."


"Ini hanyalah kediaman miliki tuan kami."


Lan Hua mengangguk-anggukan kepalanya, "Rupanya Tuan Muda Fei itu memang hebat seperti yang dibicarakan."


"Nona bersikeras menemui tuan muda, apakah Nona tidak takut justru mati di tangan tuan muda. Di tempat ini tidak ada yang bisa menolong Nona."


"Jika aku mati maka aku akan menjadi arwah pendendam yang akan menghantui kediaman ini setiap saat."


Lan Hua memang tidak pernah memiliki rasa takut di dalam hatinya, meski tahu di tempat ini ia tidak bisa mendapatkan pertolongan karena ini adalah kediaman miliki tuan muda Fei tetapi ia sudah bertekad untuk mendapatkan racun itu.

__ADS_1


"Kita sudah sampai, Nona."


Bai membukakan pintu untuk Lan Hua, gadis itu masuk ke dalam. Berjalan lurus melewati beberapa ruangan sebelum ia melihat siluet seorang lelaki yang tengah duduk melihat bulan yang terbentuk sempurna. Ruangan ini memiliki sebuah sisi terbuka, di depannya ada kolam koi cukup besar dan pemandangan sekitarnya adalah pohon persik yang tengah berbunga.


"Tuangkan arak untukku." ucapan itu ia ucapkan tanpa membalikkan badan.


Kalimat yang mengalun begitu dingin dengan nada tenang tanpa emosi sedikitpun. Perintah itu nampak seperti sihir yang membuat siapapun yang mendengarnya akan menurun.


Seperti yang dilakukan Lan Hua saat ini, ia beranjak menuangkan arak di meja. Biasanya Lan Hua tidak pernah menuangkan arak untuk siapapun, ia adalah nona muda dari keluarga bangsawan terpandang. Tetapi kali ini perintah itu seakan menyihirnya.


Lelaki itu berbalik mengambil gelas berisi arak lalu menengaknya dalam sekali tegakkan. Wajahnya tidak nampak karena tertutup oleh topeng emas, hanya bagian bibirnya saja yang terlihat. Itu terlihat tebal dan berwarna, nampak sangat sempurna.


"Apa yang kau inginkan?"


"Apakah kau memiliki racun sari magnolia dari barat?"


Tuan Muda Fei tidak nampak memberikan ekspresi yang berarti, sepertinya nama racun itu sudah biasa ia dengar.


"Kau yakin bisa membayarnya?"


Lan Hua yakin, ia sudah membawa beberapa lembar uang kertas di balik hanfunya. Jumlah uang itu bahkan bisa membeli sebuah kediaman, jadi ia yakin itu pasti cukup.


"Aku membawa banyak uang, jika masih tidak cukup aku akan kembali untuk mengambilnya."

__ADS_1


Lelaki itu menggeleng, "kau tidak perlu membayarnya dengan uang."


Lan Hua mengernyitkan dahinya, jika harganya sangat mahal tentu saja ia masih mampu untuk membayarnya. Kekayaan keluarga Lian tidak akan habis sampai tujuh turunan.


"Lalu dengan apa?"


"Tubuhmu cukup menarik,"


Lan Hua sontak menjauhkan kakinya satu langkah, ia tentu terkejut dengan hal yang diutarakan lelaki di hadapannya ini.


"Kurang ajar! Aku bukanlah wanita rendahan."


"Kau yakin tidak ingin mendapatkan racunnya?"


Lan Hua menggelengkan kepalanya, sekalipun ia sangat menginginkan racun itu tetapi itu tidaklah sepadan dengan tubuhnya. Tentu saja ia tidak ingin menyerahkannya, ia masihlah memiliki harga diri.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2