The Prince Bride

The Prince Bride
15. Siapakah Dia?


__ADS_3

"Xiao Du menghadap untuk memberikan informasi pada Tuan muda."


Lelaki yang dipanggil sebagai tuan itu kini tengah duduk atas kursi kokoh berbahan dasar mahoni. Jari-jarinya yang panjang namun lentik memegang sebuah teh yang memiliki aroma sangat unik, ia tidak meminumnya hanya mencium aromanya berkali-kali. Dia tidak menyukai teh jenis ini tetapi teh jenis ini sangat disukai oleh kakaknya yang kemarin baru meninggal. Sebut saja tengah mengenangnya.


"Kau tidak pantas menjadi bawahanku jika sampai saat ini tidak menemukan dalangnya," kalimat ancaman itu mengalun dingin, membuat siapa saja yang mendengarnya membeku.


"Pembunuh putra mahkota adalah dayang Im. Dia memiliki dendam karena putra mahkota telah membunuh seluruh keluarganya berhianat. Tetapi dendam dayang Im ini dibumbui oleh Yun Xunlong, dia yang membutakan hati dayang Im."


Keluarga dayang Im adalah pejabat kecil, mereka melakukan korupsi dan harus dihukum mati. Berkat kebaikan hati putra mahkota dayang Im bisa terbebas dari hukuman mati karena dianggap sebagai pengabdi di kerajaan. Jika tanpa bisikan dari Yun Xunlong tentu dayang Im tidak mungkin berani memiliki niatan jahat.


Seorang dayang yang memiliki dendam untuk membunuh putra mahkota tentu saja tidak sama sekali memiliki keberanian di hatinya. Niatan membunuh keluarga kerajaan adalah dosa besar tanpa ampun yang seharusnya tidak ada yang berani untuk memiliki itu.


"Tuan muda ingin Yan Xunlong mati seperti apa?"


Tuan muda menggeleng, "Harga yang harus dibayar untuk kematian Kakakku tidak cukup hanya dengan kematiannya. Lihat saja bagaimana nanti aku akan menyiksanya dan seluruh sekutunya."


Mimik wajahnya tidak terdapat emosi sama sekali, masih saja datar dengan pembawaannya yang tenang.


"Tuan Muda yang paling bijak."


***


Lan Hua berdiri di depan jendela yang menghadap langsung pada keramaian kota Rui yang terkenal dengan makanan enaknya. Ini adalah restoran milik bibi Lan Hua sehingga di lantai dua ini ia bisa mengosongkan ruangan untuk berbicara rahasia dengan seseorang.


Seorang lelaki memasuki ruangan itu, ia adalah tamu yang ditunggu-tunggu oleh Lan Hua.


"Kau sudah menungguku lama?"

__ADS_1


Dengan senyuman yang mengembang Lan Hua menggelengkan kepalanya.


"Tidak Yuan, hanya saja memang aku yang pergi terlalu awal."


Seharusnya keluar dari kerajaan tanpa alasan yang kuat tentu saja bukanlah hal yang mudah. Tetapi untuk Lan Hua tidaklah sulit, kediamannya tidak ada pengawalan yang begitu ketat seperti kediaman milik pangeran lainnya. Ya, pangeran ketiga masa bodoh dengan kediamannya, ia tidak meletakan banyak pengawal dan pengawasan.


"Lan Hua apakah kau memiliki kesulitan?"


Lan Hua menghela nafas panjang, "Memangnya ada yang tidak kesulitan jika bersama pangeran ketiga?"


Yuan menyungingkan sebuah senyuman, ia juga mrnyadari jika Lan Hua selama ini tersiksa berada disana. Rumor tentang Lan Hua juga selalu beredar menjadi buah bibir dimana-mana. Tentu saja siapa yang namanya tidak ikut buruk jika dengan pangeran ketiga.


"Aku selalu mendengar rumor buruk tentangmu. Seharusnya pangeran ketiga bisa berubah jika memiliki istri secantik dirimu, nyatanya ia setiap hari masihlah mengunjungi rumah bordil."


Lan Hua tersenyum getir mendengarkan hal itu, ia beralih mendudukan dirinya pada kursi.


Yuan meredupkan pandangannya, ia mencintai Lan hua sejak saat masih kecil. Itu bukanlah perasaan main-main, meski Yuan sekarang sudah menerima pernikahan Lan Hua dengan pangeran ketiga tetapi ia tidaklah sepenuhnya rela. Di dalam hatinya masih ada harapan untuk bersama Lan Hua.


"Bersaba Lan Hua, aku akan sebisanya membantumu."


Lan Hua kesal menggelengkan kepalnya, "Tidak! Aku sudah tidak sabar lagi, aku memiliki sebuah rencana."


"Rencana apa?"


"Aku akan meracuninya."


Yuan terkejut mendengarkan itu, pernikahan Lan hua belum juga berjalan satu bulan tetapi gadis itu sudah memiliki pikiran yang mengerikan tentang membunuh pangeran ketiga.

__ADS_1


"Lan Hua jangan sembarangan berbicara, nanti kau bisa berada dalam masalah."


"Aku tidak sembarangan berbicara, aku memang ingin meracuninya."


"Membunuh keluarga kerajaan adalah kejahatan besar, kau dan seluruh keluargamu akan mati karenanya."


"Ada sebuah racun yang seperti air tetapi akan sangat mematikan jika dikonsumsi beberapa hari secara terus menerus. Racun itu bernama sari magnolia dari barat, tidak berbau dan tidak terdeteksi oleh jarum perak ... Yang ingin kutanyakan adalah, apakah kau mengetahui dimana aku bisa mendapatkan racun ini?"


Tujuan Lan Hua mengajak Yuan bertemu adalah untuk menanyakan racun ini, Yuan adalah orang terpelajar yang tentu saja memiliki banyak pengetahuan. Lan Hua juga tidak sembarang orang membocorkan rencananya. Yuan ini adalah orang yang sudah ia percayai sejak kecil, orang jujur tetapi berpengetahuan. Tidak mungkin akan menyebarkan rencananya.


"Lan Hua, sebaiknya urungkan saja niatmu itu."


Lan Hua menggeleng, "Yuan Qian Yue ini pantas mendapatkannya. Ia hanya mempermalukan keluarga kerajaan, hanya bisa menghabiskan waktunya di rumah bordil tanpa ikut andil dalam urusan kerajaan. Menurutku raja kurang tegas karena membiarkan saja dia seperti itu tanpa memberinya hukuman. Disini aku yang akan memberikan hukuman."


"Lan Hua, kau yakin dengan ini? Kau tahu bukan resikonya sangat besar?"


Lan Hua mengangguk, "aku tidak akan tertangkap." Lan Hua menghela nafas, lalu melanjutkan ucapannya dalam hati. " Jikalaupun tertangkap, aku sudah puas, karena orang yang sudah merenggut kesucianku tanpa ijin itu sudah mati."


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.

__ADS_1


__ADS_2