
Pagi hari baru saja menyapa, mentari baru saja muncul tetapi Xiao Du sudah berada di kediaman Qian Yue. Memasuki istana diam-diam dengan melompati atap, Xiao Du tiba tanpa diketahui oleh siapapun.
Arak tengah direbus, menikmati arak panas adalah kesukaan Qian Yue meski hanya beberapa jenis arak saja yang lebih nikmat saat diminum dalam keadaan panas.
"Tuan, Zhou mulai melakukan pergerakan, mereka mulai mengawasi perbatasan."
"Zhou tidak terima karena gagal merebut kota Liang, saat ini hal tengah memiliki masalah internal yaitu persaingan kursi penerus. Mungkin Zhou akan memanfaatkan itu."
Kerajaan Zhou ini sangat teliti, mereka tahu jika Liang memiliki peluang besar untuk maju. Tetapi tetap saja setelah resmi menjadi bagian dari Han, kota Liang ini ditempati oleh orang Han yang kemudian memiliki anak cucu dan kota Liang pun memiliki banyak penduduk.
Saat usaha Zhou kemarin tidak berhasil, sekarang tentu mereka marah. Mereka awalnya mengira jika memang Han tidak begitu memperdulikan wilayah Liang.
"Seduhkan arak untukku,"
Xiao Du mengangguk, ia mulai menyeduhkannya dalam gelas porselen lalu menyerahkannya pada Qian Yue. Lelaki itu mengirup aroma arak beberapa saat, sambik menunggu ia tidak terlalu panas. Arak itu baru saja mendidih, jika langsung diminum tentu akan membakar tenggorokan.
"Saya mendapat informasi juga dari yang menjaga Nona Lan Hua jika ada orang yang mengikuti dan mengintainya."
"Itu rencana Su Ho,"
"Apakah pangeran ke-empat memiliki motif tertentu terhadap Nona?"
__ADS_1
Qian Yue meneguk araknya sebelum menjawab pertanyaan Xiao Du.
"Su Ho ingin menarik perhatian menteri Lian, selama ini Su Ho selalu mencoba mendekati menteri Lian dengan maksud tertentu. Tetapi menteri Lian selalu menolaknya dengan halus, Su Ho ini rupanya memiliki motif lain."
Xiao Du mengangguk mengerti dengan penjelasan Qian Yue.
"Tuan melindungi Nona Lan Hua, tetapi apakah Tuan tetap tidak ingin menguak jati diri dan tetap berpura-pura menjadi pangeran pemalas di depan Nona Lan Hua?"
Qian Yue ini saat berobat di atas gunung bersama tabib guru, ia tidak menyiakan kesempatan. Saat itu ia merasa harus melakukan sesuatu untuk melindungi dirinya sendiri karena saat itu bukan pertama kalinya ia terkena racun. Sudah banyak percobaan pembunuhan yang tujukan untuknya, tentu saja hal itu terjadi karena Qian Yue kecil memiliki pemikiran yang berbeda dengan anak seusianya, cerdik dan mecolok membuatnya memiliki banyak musuh.
Qian Yue ini melakukan pengobatan selama bertahun-tahun, ia mulai menyusun beberapa rencana yang bertujuan untuk membuat dirinya menjadi kuat. Qian Yue yang saat itu masih belum selesai pengobatan turun gunung dan mulai mendirikan paviliun Fei, tentu ini tidak diketahui siapapun, semua orang tahunya Qian Yue tengab berobat.
Banyak sekali barang berharga seperti racun dan obat langka dimiliki paviliun Fei, begitu juga dengan para pasukan hitam yang membunuh dibalik bayangan. Paviliun Fei begitu besar tetapi ia tersembunyi.
Qian Yue kembali ke istana belum terlalu lama, ia berpura-pura menjadi pangeran pemalas lalu membangun paviliun Anling. Paviliun Anling dibangun pada gedung tua yang luas, sedari dulu di dalam gedung tua itu beroperasi paviliun Fei.
Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui indentitas Qian Yue yang sebenarnya, Qian Yue berpura-pura seperti itu agar ia tidak memiliki musuh. Qian Yue memiliki trauma masa kecil dimana saat itu seakan semua orang akan membunuhnya.
"Dia tidak perlu tahu, yang menjadi suaminya memanglah pangeran ketiga yang tidak berguna ini."
"Apakah Tuan jatuh cinta dengan Nona Lan Hua."
__ADS_1
Qian Yue diam sejenak, ia tidak tahu nama perasaan di dalam hatinya.
"Aku hanya merasa bersalah, karena sudah menidurinya hari itu."
Racun ditubuh Qian Yue yang dimiliki sejak kecil sudah menyerap hingga tulang, ia bisa selamat adalah sebuah keberuntungan yang sangat besar. Bunga naga suci itu bisa menetralkan segala jenis racun, karena dianggap bunga dari langit. Bunga itu sudah Qian Yue dapatkan sejak dahulu dari atas puncak gunung ia alihkan pada paviliun penyimanan yang berada di hutan bambu. Tetapi ia harus menunggu bunga mekar dahulu baru bisa mendapatkan manfaatnya.
Bunga naga suci ini memiliki efek samping yaitu kandungan afrodisiak yang lebih kuat dari benda apapun, jika dalam pengaruh tinggi ini tidak dikeluarkan maka selamanya orang itu tidak akan memiliki hasrat, itu artinya tidak akan mungkin memiliki keturunan.
"Tuan, kalian sudah menikah bukanlah masalah tidur bersama."
"Tapi itu menjadi masalah untuknya, aku ingin memperbaiki masalah kami."
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
__ADS_1