The Prince Bride

The Prince Bride
50. Perubahan Ming Xia.


__ADS_3

"Toko kain itu masih berada di tangan gadis itu?"


Lan Hua pergi mencari kain, tetapi yang ada di dalam toko kain adalah Ming Xia bukan ayahnya. Sebenarnya ayah Ming Xia itu sudah membaik, tetapi masih belum biaa untuk menjaga toko sehingga Ming Xia yang menjaganya.


"Selamat datang Nona, apa yang Nona cari."


Perlakuan Ming Xia sudah sedikit berubah dibading dengan yang sebelumnya, jika sebelumnya Ming Xia terlihat tidak lembut maka sekarang lebih lembut dan tulus lagi.


Setelah ditinggal pergi Su Ho, Ming Xia jadi menyadari suatu hal yaitu keluarganya yang kekurangan uang. Jika tadinya Su Ho sesekali memberikannya uang sekarang hanya bisa mengandalkan uang dari toko kain saja. Ming Xia sudah tidak mengkorupsi uang dari toko kain untuk memeriksakan kandungannya. Karena setelah itu ia mendapatkan komplain tentang harga kain yang naik, Ming Xia pun lebih memilih tidak ingin kehilangan pelanggan setia toko itu.


"Xiao Min, carikan aku kain yang berwarna tenang."


"Baik Nona."


Keadaan toko mulai sepi, sedangkan Lan Hua masih asyik melihat-lihat kain yang sekiranya bagus.


Brakk,


Tiba-tiba saja Ming Xia pingsan, Xiao Min dan Lan Hua menghampirinya.


"Ada apa dengannya?"


"Dia tiba-tiba pingsan, Nona."

__ADS_1


"Cepat cari bantuan!"


Xiao Min mengangguk, ia beranjak keluar toko dan meminta bantuan orang-orang yang berlalu lalang disana. Ada dua orang lelaki yang membantu mengangkat Ming Xia ke ranjang, mereka juga sudah memanggil tabib untuk segera menangani Ming Xia.


Tidak lama tabib datang kesana, memeriksa Ming Xia dengan teliti. Tidak ada keluarga yang menunggui hingga Lan Hua yang masih memiliki rasa kemanusiaan yang menunggui Ming Xia. Disana ada Lan Hua, Xiao Min dan dua lelaki yang tadi membantu mengangkat Ming Xia.


"Nona ini tengah hamil."


Lan Hua memperhatikan perut Ming Xia yang memang sudah cukup membesar, mungkin ia tengah hamil sekitar 4 bulanan.


"Tetapi Nona ini sepertinya mengkomsumi banyak obat penggugur kandungan."


Lan Hua membolakan matanya, betapa banyak orang yang ingin hamil tetapi ada juga orang yang ingin menggugurkan kandungannya.


Xiao Min mendekatkan bibirnya telinga Lan Hua. "Ming Xia ini belum menikah Nona, mungkin itu anak haram."


"Ah, begitu rupanya."


Lan Hua mengalihkan pandangannya pada kedua lelaki yang masih berdiri di sana.


"Tuan-tuan terimaksih telah membantu, sekarang biarkan Nona ini beristirahat."


Kedua lelaki itu mengangguk dan segera melangkahkan kakinya pergi darisana.

__ADS_1


"Tolong rebuskan obat agar dia segera membaik, biayanya nanti akan kubayar."


"Baik Nona saya akan pergi merebus obat."


Tabib pergi merebus obat sedangkan sekarang Lan Hua beralih pada Xiao Min.


"Xiao Min kau pergi menutup toko," perintah Lan Hua.


Tadinya satu-satunya yang menjaga toko kain adalah Ming Xia, setelah Ming Xia pingsan tentu sekarang tidak ada yang menjaga. Jadi lebih baik toko ditutup saja.


"Baik Nona, saya akan pergi menutup toko."


Lan Hua mengalihkan pandanganya pada Ming Xia, gadis itu cukup cantik tetapi memang terlihat lebih kurus dari saat pertama kali Lan Hua melihatnya. Perutnya sudah nampak membesar padahal baru saja menginjak usia empat bulan, tetapi itu lebih nampak seperti tengah hamil tujuh bulan.


"Membuat sendiri tapi tidak ingin menanggungnya!"


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2