
Han memiliki tujuh orang pangeran dari satu permaisuri dan tiga selir, mereka semua sudah dewasa kecuali pangeran keenam dan ketujuh yang kompak masih berusia sembilan tahun. Anak sah atau yang merupakan anak dari ratu adalah pangeran pertama, kedua, ketiga dan kelima sedangkan pangeran lainnya terlahir dari seorang selir.
Pangeran pertama Han Lian Wu, tidak memiliki banyak bakat dalam hal beladiri dan juga strategi perang, tetapi ia menjadi lulusan terbaik dalam akademi belajar. Meski tidak begitu ahli dalam memimpin orang banyak tetapi pangeran pertama tetap pilihan terbaik untuk menjadi putra mahkota dibandingkan pangeran lainnya.
Pangeran kedua Han Qiu Min, berwatak keras tetapi ia memiliki hati seluas laut dan moral yang tinggi, ia menjabat sebagai adipati kota Daidu. Wataknya yang keras inilah membuat Qiu Min terkadang tidak bisa dikendalikan oleh siapapun dan selalu menuruti egonya.
Pangeran ketiga Han Qian Yue, saat masih kecil memang sering menunjukkan bakat yang luar biasa, tetapi itu saat dia masih kecil saja. Semakin tumbuh besar ia justru menjadi semakin malas, memulai masuk dunia perjudian hingga setiap hari pergi ke rumah bordil seperti sekarang ini. Pangeran ketiga hampir tidak memiliki reputasi baik sama sekali. Justru mendapat julukan pangeran terburuk sepanjang masa.
Pangeran ke-empat Han Su Ho, memiliki ambisi yang sangat besar untuk mendapatkan jabatan tinggi tetapi ia hanya terlahir dari rahim seorang selir.
Pangeran kelima Han Yun An, ia sama sekali tidak tertarik dengan urusan pemerintahan, hanya ingin menjadi pemuda biasa saja. Ia sangat menyukai sastra dan bisa seharian menghabiskan waktunya untuk membuat puisi.
Begitu berbeda watak dari para pangeran ini, dari mereka ada yang saling berselisih satu sama lain. Seperti hubungan Qiu Min dan Su Ho yang tidak pernah baik. Su Ho sebenarnya juga berselisih dengan Lian Wu, tapi tidak separah perselisihannya dengan Qiu Min. Sedangkan Qian Yue dan Yun An yang memang tidak pernah mengurusi politik tidak sama sekali memiliki masalah dengan pangeran lainnya.
__ADS_1
"Aku telah kehilangan satu putraku, aku takut kedepannya akan hilang satu lagi." ucapan raja itu membuat pandangan mata permaisuri menjadi redup.
Mereka berdua tahu bagaimana perselisihan anak-anak mereka, bagaimana perang dingin antara Qiu Min dan Su Ho yang sudah bertahan sedari dahulu.
Kosongnya kursi putra mahkota tentu akan membuat mereka berdua kembali bersaing untuk memperebutkan kursi itu. Jika itu mereka berdua maka tidak segan jika harus saling membunuh untuk menang.
"Maafkan aku Baginda, rupanya aku gagal mendidik mereka."
Sebagai putra sulung tentu ratu lebih memperhatikan Lian Wu dan lebih condong ke arahnya untuk mendidik Lian Wu menjadi putra mahkota. Pendidikan ketat dan juga belajar tiada henti hanya ia terapkan pada Lian Wu tidak pada putranya yang lain sehingga yang paling mengerti tata krama adalah Lian Wu seorang.
"Lalu bagaimana rencana Baginda selanjutnya, untuk setidaknya membuat tidak ada pertengkaran diantara mereka."
"Lian Wu masih belum dikubur, aku masih dalam masa duka tetapi harus segera mencari jalan keluar tentu pikiranku buntu. Ratuku."
__ADS_1
"Mungkin Baginda harus membicarakannya pada tetua istana sebelum semuanya terlambat."
Meski masih diselimuti duka atas kepergian Lian Wu tetapi kekosongan kursi ini harus secepatnya dibicarakan jika tidak ingin masalah besar terjadi.
Terkadang tahta itu menyilaukan hingga tidak lagi memperdulikan tali persaudaraan, mereka rela membunuh dan membuang jauh hatu nurani hanya untuk duduk di kasta tertinggi.
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
__ADS_1
And, see you.