The Prince Bride

The Prince Bride
21. Pesona Ming Xia.


__ADS_3

"Jangan pernah terburu-buru memutuskan sesuatu, sebelumnya kau harus benar-benar melihat dengan jelas." setelah mengucapkan kalimat itu Qian Yue bangkit dari duduknya.


Punggungnya yang tegap kini beranjak pergi dari tempat itu, Lan Hua hanya bisa mengekor lewat pandangan matanya hingga Qian Yue menghilang dibalik pintu.


"Apakah yang barusan ini benar-benar Qian Yue?" tanyanya masih mencoba mencerna apa yang terjadi.


Qian Yue biasanya selalu ia lihat dalam kondisi acak-acakan karena tengah mabuk berat, Qian Yue biasanya nampak tidak pernah perduli tentang apapun. Jangankan memulai pembicaraan seperti ini, biasanya ia hanya akan menjawab seadanya saja saat ditanyai dengan serius.


Jika malam itu Qian Yue memang tidak menyentuh Lan Hua itu artinya ia memiliki pemikiran yang luas. Ia masih memikirkan harga diri Lan Hua dengan melakukan itu semua, tanpa itu tentu Lan Hua akan di cap sebagai wanita tercampakan.


Sangat aneh jika Qian Yue bisa memiliki pemikiran seluas itu.


"Aku harus mencari tahu bagaimana Qian Yue yang sebenarnya!"


***


"Akhir-akhir ini Su Ho sering tidak ada di kediamannya, aku sudah berkali-kali meminta orang untuk membuntutinya tetapi selalu gagal."


Ungkapan kekecewaan itu Qiu Min serukan pada Xunlong. Qiu Min memberikan mata-mata di kediaman Su Ho dan selalu memerintahkan orang untuk mengikutinya tetapi Su Ho ini terlalu cerdik sehingga sangat cepat menghilangkan jejak.


Qiu Min tidak pernah mendapatkan Su Ho pergi kemana, tentu hal itu membuatnya kesal bukan main karena bawahannya paling pintar saja bisa dikelabuhi oleh Su Ho.


"Su Ho ini memang licik, takutnya dia sedang merencanakan sesuatu."

__ADS_1


"Benar, kita harus satu langkah lebih maju darinya."


"Bagaimana jika kita membeli informasi pada paviliun Fei?" saran Xunlong.


"Apakah paviliun Fei itu benar-benar hebat?"


Xunlong mengangguk, "mereka memiliki segala informasi, jikalaupun informasi itu tidak ada salam catatan mereka. Maka mereka akan mencarikan informasi itu dalam hitungan jam saja."


"Baiklah carilah informasi dari paviliun Fei."


***


Seorang gadis dengan rambut terurai itu mulai menggerakan jari lentiknya pada dada bidang lelaki di sampingnya. Pakaian mereka berdua tanggal, mereka tidaklah di selimuti satu helai kain pun, bahkan selimut milik ranjang itu telah tergolek di lantai.


"Ming Xia, apakah kau tidak lelah setelah kita bermain semalaman?" tanya lelaki itu.


Gadis bernama Ming Xia itu menggeleng, "Kau mungkin lelah karena semalam kau sangat gagah, tetapi itu adalah candu untukku, aku menginginkannya lagi."


Tangan kekar itu membelai wajah kecil Ming Xia, mengusap pelan bibirnya sebelum ********** sebentar. Ming Xia terlihat sangat menikmatinya meski itu hanya sebentar.


"Aku sangat mencintaimu, Pangeran."


"Aku lebih mencintaimu Ming Xia, sekarang pakailah pakaianmu."

__ADS_1


Ia bangkit dari ranjang masih dalam keadaan telanjang bulat, memunggut hanfu Ming Xia lalu memakaikannya pada tubuh gadis itu. Dengan perlahan sekali ia begitu telaten memakaikan setiap bagian dari hanfu, tangan nakalnya itu sesekali mengelus pelan area sensitif Ming Xia. Gadis itu tidak menolak justru memintanya untuk melakukannya lagi.


"Pangeran kau sudah merangsangku lagi, setidaknya kita harus melakukannya sekali lagi pagi ini."


Ming Xia yang tidak sabaran kini kembali menanggalkan seluruh pakaiannya, membuatnya kembali telanjang bulat. Ia menarik tubuh kekar itu dan menghempaskannya ke ranjang.


Ming Xia mulai menaiki tubuh itu, baru saja naik sekarang posisi sudah berubah. Hanya dengan satu tangan Ming Xia berhasil dibuat berada dalam kunciannya. Tanda merah dibuat mulai dari bibir hingga turun ke dua gunungan di dada Ming Xia. Meski itu sudah penuh dengan tanda cinta mereka semalam tetapi ia tetap mencetaknya lagi dan lagi.


"Kita lanjutkan lagi nanti, pagi ini aku harus menghadiri pertemuan kerajaan yang sangat penting."


Seolah dengan mudah mengatur nafsunya kini lelaki itu benar-benar bangkit dari ranjang tanpa menuntaskan hasratnya hingga benar-benar tuntas.


Wajah Ming Xia terlihat masam, tetapi selanjutnya ia mencoba tersenyum semanis mungkin. Ia harus mengerti bagaimana posisi orang dihadapannya.


"Baiklah Pangeran, aku akan menunggumu datang lagi."


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2