
"Lusa adalah perburuan besar istana," Qian Yue mengalihkan pandangannya pada pengawalnya. "Xiao Chen berikan kotaknya."
Xiao Chen mengangguk, ia meletakan kotak berukuran sedang di meja. Tidak lupa Xiao Chen membuka kota itu yang berisi satu set perhiasan dan juga hanfu berwarna merah muda dan juga ada paduan warna merahnya.
"Kenapa aku harus datang?"
"Tentu saja datang untuk mendukungku, bukankah kau adalah istriku?"
Lan Hua terkekeh, "tumben sekali kau bergabung dengan kegiatan istana."
"Karena aku merasa sedikit bosan."
Qian Yue si pemalas tidak pernah mengikuti kegiatan istana apapun itu, tetapi kali ini ia sudah banyak sekali berubah.
"Pangeran ketiga, aku ada pertanyaan."
"Apa?"
"Mengapa kau sangat berbeda, bukankah selama ini kau tidak peduli apapun dengan urusan istana, lalu kenapa sekarang kau mulai merubah kebiasaan buruk itu?"
"Karena putra mahkota sudah pergi, saatnya untuk menampakkan diri. Bersiaplah untuk menjadi ratuku tapi dengan satu syarat, kau harus sedikit lebih pintar."
"Apa? Mengapa sekarang kau mengataiku bodoh. Hais yang benar saja!"
Qian Yue terkekeh, "Tidak, kau sudah cukup licik dan berani dibandingkan dengan gadis lainnya."
Para gadis bangsawan biasanya memiliki sifat penakut karena didikan yang mereka dapatkan, tutur kata mereka lemah lembut dan tidak berani bertanya lebih pada suami mereka. Jangankan untuk mencari masalah, keluar rumah saja mereka harus meminta ijin pada suami.
__ADS_1
Sedangkan Lan Hua justru dengan berani meracuni suaminya sendiri hanya karena kebencian di dalam hatinya. Sungguh perbuatan yang begitu tidak terpuji.
"Hais berhenti terus mengataiku, kau itu memang sangat menyebalkan."
Hubungan mereka berdua memang belum ada kemajuan yang berarti, Qian Yue juga masih rajin setiap hari mengunjungi paviliun Anling, rumah bordil pribadinya.
"Baiklah aku akan pergi, jangan lupa kenakan pakaian itu."
***
"Tuan muda ada kabar bagus, bunga naga suci sudah mekar."
Lelaki bertopeng emas itu meletakan buku di tangannya, ia bangkit dari tempat duduknya.
"Panggilkan tabib Liu."
Setelah bawahannya pergi, ia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu. Ia berjalan ke arah tangga ke bawah yang mengantarkannya ke ruangan bawah tanah. Di ruangan itu ada tiga buah pintu, ia membuka pintu ujung kanan. Nampak sebuah lorong bawah tanah.
Lorong bawah tanah itu nampak begitu panjang, tetapi di dindingnya terdapat obor yang menerangi sehingga masih nampak beberapa belokan dan juga perempatan di lorong bawah tanah itu. Sungguh pengaturan yang hebat, membuat lorong panjang di bawah tanah seperti ini bukanlah hal yang mudah.
Setelah menyusuri lorong itu, ia tiba pada halaman belakang sebuah paviliun, sekeliling paviliun itu hanyalah hutan bambu. Tidak ada bangunan lainnya dan terlihat berdiri sendiri di tengah rimbunnya hutan bambu. Ada air terjun buatan yang tingginya sekitar tiga kaki, di samping air terjun itu ada pot yang berisi bunga dengan daun rimbun, tetapi bunganya hanya satu. Ia berwarna merah pekat dengan serat-serat kuning. Yang aneh adalah bunga itu memiliki serbuk sari yang tengah berguguran, ia berguguran terus menerus seperti tidak akan pernah habis.
"Salam kepada Tuan Muda,"
Bai datang dengan seorang lelaki paruh baya, itu adalah tabib Liu.
Padangan tabib Liu beralih pada bunga yang tengah mencuri perhatian tadi, matanya begitu berbinar seperti begitu senang melihatnya.
__ADS_1
"Bunga ini hanya mekar satu kali dalam seribu tahun, tuan muda sangat beruntung bisa mendapatkannya." tabib Liu terlihat memiliki senyuman yang sangat lebar.
"Kami sudah menunggu bunga itu selama bertahun-tahun, akhirnya mekar juga." ucapan itu berasal dari Bai.
Bunga naga suci adalah bunga yang begitu suci, kono katanya bunga itu berasal dari langit. Ia bisa menetralkan racun paling bahaya di dunia sekalipun, tetapi bunga naga suci ini sangat jarang ada. Jikalaupun ada mekarnya hanya satu kali dalam seratus tahun. Waktu mekarnya hanya selama tujuh hari lalu setelah itu ia akan menguncup lagi.
"Saya akan mengambil sari bunga ini untuk Tuan Muda, agar Tuan Muda bisa cepat sembuh."
"Aku paling tahu bagaimana kondisi tubuhku, tidak tahu apakah bunga ini akan menyembuhkan atau hanya memperpanjang waktuku saja."
"Tuan muda pasti sembuh," ucap Bai penuh harap.
"Tapi sebelumnya saya akan memberi tahu dahulu pada tuan muda jika bunga naga suci ini memiliki kandungan afrodisiak yang paling kuat dari apapun."
"Aku bisa menahan diri,"
"Tidak akan bisa tuan, bunga ini sangat berbeda. Karena itu sangat tinggi tuan harus menyalurkannya jika tidak itu akan berakibat buruk pada tubuh tuan, tuan tidak akan bisa memiliki keturunan selamanya karena hilangnya hasrat."
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
__ADS_1