The Prince Bride

The Prince Bride
48. Ketahuan.


__ADS_3

"Seharusnya kau yang mendapatkan pertanyaan itu." ucapan itu bukan berasal dari Xiao Du tetapi berasal dari Qian Yue yang baru saja membuka pintu ruangan pribadinya.


Qian Yue tidak berpenampilan seperti orang yang tengah mabuk, hanfunya terlihat berharga mahal dan juga ia mengikat rambutnya sangat rapi. Lelaki itu menggunakan hanfu yang pernah dipakai oleh orang lain yang juga Lan Hua kenal.


"Kau—"


Tuan Muda Fei biasanya memang hanya mengenakan hanfu yang berkualitas, selain karena uangnya banyak tetapi ia juga memiliki kedudukan yang tinggi sehingga pakaiannya harus mencolok dan mahal.


"Sebenarnya kemarin aku ingin memberitahukan padamu, tetapi tidak jadi."


Kemarin Qian Yue ingin mengajak Lan Hua ke suatu tempat untuk memberitahukan semuanya pada Lan Hua.


Selama ini memang Qian Yue menyimpan rapat rahasia tentang dirinya yang merupakan pemilik paviliun Fei, tidak ada yang tahu itu bahkan raja dan ratu yang merupakan orang tua Qian Yue.


Qian Yue tidak pernah melakukan apapun tanpa keuntungan untuk dirinya sendiri, jadi memberi tahu Lan Hua tentang identitasnya juga memiliki sebuah keuntungan.


Keuntungannya adalah Lan Hua ini cukup bisa membantu Qian Yue untuk melakukan rencananya. Demi itu semua tentu identitas Qian Yue harus diberitahukan kepada Lan Hua.


Lan Hua menepuk tangannya, "Kau ini hebat sekali Qian Yue. Sangking hebatnya sampai semua orang benar-benar tertipu."


Qian Yue memang berhasil mengelabuhi semua orang, mereka tahunya jika pangeran ketiga ada pangeran terburuk sepanjang masa yang tidak memiliki masa depan. Ia hanya pergi ke rumah bordil dan kerjaannya hanya bisa bermain wanita.

__ADS_1


Tetapi rupanya itu semua hanya topeng, itu ia gunakan untuk menutupi identitas Qian Yue sebagai tuan muda Fei yang hebat.


"Tapi untuk apa kau membakar kediaman?"


Qian Yue menggeleg, "Bukan aku yang melakukannya."


"Bukan kau, tapi kau tahu jika ada yang membakar kediaman dan tidak melakukan apapun?"


"Aku sudah menyuruhmu pergi ke kuil agar tidak mati terpanggang."


Sudah Lan Hua duga jika Qian Yue ini memiliki maksud tertentu dengan menyuruhnya ke kuil, ternyata benar saja dugaannya.


"Bukan, maksudku kau tidak mencegah pembuat kebakaran itu."


"Baik, terserah kau saja. Tapi aku tidak mau jika tinggal di gudang!"


***


"Apa katamu, Lan Hua baik-baik saja?" tanya Su Ho.


Yan Xunlong yang sedari tadi menjadi lawan bicara pun hanya mengangguk, mengiyakan pertanyaan dari Su Ho.

__ADS_1


"Katanya Lan Hua tengah pergi ke kuil untuk memohon demi keutuhan rumah tangganya."


"Bagaimana bisa ada hal semacam itu, apakah orang-orang kita begitu bodoh sampai tidak mengetahui hal itu."


"Entah mengapa Lian Lan Hua ini seperti memiliki banyak sekali keberuntungan, tetapi sepertinya juga memang ada seseorang yang berdiri di belakangnya. Semua orang yang kita kirim untuk memata-matainya sekarang sudah hilang tanpa kabar."


"Mungkinkah menteri Lian memberikan perlindungan yang sekuat itu?"


"Mungkin saja, tetapi bisa jadi itu orang lain karena orang yang melindungi Lan Hua ini sepertinya memiliki latar belakang kuat, terbukti dengan kesigapan mereka saat tahu Lan Hua dalam bahaya."


"Xunlong, kau harus selidiki ini dalam-dalam."


"Baik Pangeran."


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2