The Prince Bride

The Prince Bride
22. Qian Yue Sangat Berbeda.


__ADS_3

Jajaran perdana menteri telah berkumpul di aula utama kerajaan, disana ratu dan ibu suri sudah duduk di kursi mereka. Sedangkan ketujuh pangeran berdiri menghadap ke arah singgahsana raja, mereka berdiri di depan para menteri.


Hal yang sangat langka yang sedari tadi membuat semua orang terheran adalah hadirnya salah seorang pangeran yang sedari sebelumnya belum pernah ikut serta dalam pertemuan kerajaan seperti ini. Siapa lagi jika bukan Qian Yue.


Semua pangeran bahkan dua pangeran yang masih kecil menggenakan pakaian kerajaan, pakaian dengan sulaman emas dan mewah. Tetapi Qian Yue ini justru menggunakan hanfu berwarna biru muda, sebuah kipas bertengger di tangannya dan rambutnya ia hanya di ikat setengah tidak seperti pangeran lainnya yang terlihat lebih rapi.


"Apakah kakak memiliki waktu sangat senggang, sehingga bisa hadir disini?"


Qian Yue mengalihkan pandangannya pada Su Ho yang memberi pertanyaan, ia tidak terlalu dekat dengan adik seayahnya ini tetapi selama ini Su Ho juga tidak pernah menganggunya sama sekali. Tetapi kali ini secara terang-terangan menyindirnya.


Sebenarnya usia Qian Yue dan Su Ho hanya bberjarak satu hari saja, saat itu permaisuri dan selir agung sama-sama sedang mengandung. Tetapi tetap Qian Yue yang lahir terlebih dahulu sehingga harus dipanggil dengan sebutan kakak.


"Ya aku sedikit bosan, jadi mencari udara segar disini."


Para menteri berbisik tentang kehadiran Qian Yue, mulai dari mereka yang mengosipkannya hingga beberapa orang lagi menyuruh mereka diam jika tidak ingin dihukum.


"Yang Mulia raja telah tiba!" seruan kasim itu membuat semua menteri yang berada di sana memberikan hormat dengan bersujud.


"Hormat pada yang mulia, semoga yang mulia panjang umur."


Semua menteri bersujud sedangakan para pangeran mengangkat tangan mereka untuk memberi hormat pada sang ayah. Setelah tangan raja naik, mereka semua bangkit dan telah selesai memberi hormat.


Pandangan raja terfokus pada Qian Yue yang ikut berbaris pada jajaran pangeran, hal ini sangat langka. Semenjak kembali dari berobat bertahun-tahun lamanya Qian Yue tidak pernah mau tahu tentang politik kerajaan.


"Hormat pada yang mulia Raja, saya menteri Yun dari divisi pertahanan ingin memberikan laporan jika di kota Liang terjadi penyerangan oleh pasukan kerajaan Zhou, kota itu akan di rebut oleh Zhou."


Yang pertama memberikan informasi adalah dari menteri pertahanan, karena memang itu informasi yang paling panas pagi ini.


Sebenarnya sedari dahulu kerajaan Zhou bukanlah kerajaan yang sering mencari masalah dengan Han, dua kerajaan itu juga bukanlah kerajaan yang besahabat.

__ADS_1


Jika dilihat dari letaknya, kota Liang berada terpisah dari Han dan justru lebih dekat dengan Zhou karena dahulu kala kota itu adalah tanah jajahan Wei, tetapi itu sudah sangat lama sejak ratusan tahun lalu. Dengan alasan itu kini Zhou ingin merebut kota Hua untuk menjadi wilayah milik mereka kembali.


"Sepertinya Zhou mulai mencari masalah," gumam raja.


Selanjutnya tatapannya beralih pada para pangeran.


"Bagaimana pendapat para pangeran?"


Raja selalu aktif membiarkan para pangeran berpendapat, tentu ia selalu mencari potensi dari anak-anaknya itu.


"Kota Liang adalah kota miskin, sangat aneh jika Zhou mengincarnya, pasti Zhou memiliki maksud lain yang mulia." itu adalah tanggapan dari Qiu Min.


Liang berada jauh dari ibu kota, tanah mereka tandus hanya sedikit di wilayah dekat sungai yang bisa ditanami sehingga bahan makanan menjadi langka. Pasokan makanan dari ibu kota pun tidak seberapa hingga membuat mereka semua sedari dahulu hidup dalam garis kemiskinan.


"Maksudmu adalah Zhou ingin mengajak kita berperang?"


"Melapaskan kota Liang bukanlah masalah besar, kota Liang berada jauh dari ibu kota Wei dan memiliki jangkauan yang lebih dekat dengan Zhou, daripada harus berperang dan menimbulkan banyak luka dan menghabiskan uang. tentu melepaskan kota Liang adalah pilihan yang terbaik, Ayah." kalimat itu di ajukan oleh Su Ho, pangeran ke-4.


Pendapat ini di angguki oleh beberapa menteri kerajaan, pendapat Su Ho ini nampak bijak dan juga sudah mempertimbangkan untung dan rugi.


"Lagipula Liang adalah kota miskin, ia tidak menyumbang pajak banyak. Mempertahankannya dengan berperang sangatlah sia-sia." tambah Su Ho.


"Kau yakin?"


Dua kata itu mampu membuat semua orang yang berada di tempat itu menatap ke arah Qian Yue. Dia bertanya seperti itu seolah mempertanyakan keakurasian pernyataan Su Ho.


"Kakak ketiga jarang ikut pertemua kerajaan, mungkin kakak ketiga harus belajar lebih banyak lagi tentang wilayah kekuasaan Han. Liang memang berada di pelosok dan lumayan jauh dari ibu kota, setidaknya kakak tahu itu saja sudah bagus." kalimat Su Ho itu sangat merendahkan Qian Yue.


Raja membiarkan saja Su Ho mengatakan itu, pangeran ke-empat nya itu memang paling sering mengajukan pendapat dalam pertemuan kerajaan.

__ADS_1


Qian Yue hanya tersenyum miring lalu menutup kipasnya.


"Bagaimana jika aku menyebut Liang memiliki potensi besar?"


"Apakah kakak tidak tahu jika Liang memiliki wilayah yang sangat tandus? Tanah sangat kering dan hanya bisa ditanami kayu, wilayah pertanian hanya disekitar sungai yang itupun hanya wilayah kecil. Setiap tahun mereka menyumbang pajak kecil bahkan sering kali tidak membayarkan pajak, pasokan makanan yang kita berikan berkali-kali lipat daripada pajak mereka."


"Qian Yue sebaiknya kau tidak usah ikut kesini jika hanya ingin bermain-main." kalimat itu berasal dari Qiu Min.


"Qiu Min!" raja memperingatkan Qiu Min, meski ia tidak menyukai kegiatan Qian Yue selama ini tetapi putranya itu masih memiliki hak untuk mengikuti pertemuan kerajaan.


"Ohoo! Kakak memang tidak pernah bisa mengendalikan diri, berhati-hati saja nanti terkena darah tinggi." Qian Yue kini membuat Qiu Min marah.


"Kau!"


Brakk,


Raja menggebrak meja karena tidak ingin melihat para pangerannya ini saling mengejek.


"Kalian bisa keluar jika ingin terus membuat keributan."


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^


And, see you.

__ADS_1


__ADS_2