
"Xiao Min kapan pertemuan dengan ratu dilakukan?"
Pertemuan dengan ratu ini dilakukan setiap beberapa bulan sekali, ratu mengumpulkan para wanita istana. Seperti para selir, para istri pangeran dan menantu wanita kerajaan yang lainnya, mereka dikumpulkan menjadi satu dengan tujuan untuk mempererat hubungan. Istana itu luas mereka selalu sibuk dengan kegiatan istana dan jarang saling menyapa satu sama lain, karena itu adanya jamuan ini.
Tetapi tidak jarang justru pertemuan ini sebagai tempat adu pakaian dan perhiasan, baik para selir dengan tingkatannya masing-masing hingga para istri pangeran yang saling beradu kekayaan suami mereka.
"Besok malam, Nona."
"Kalau begitu mari pergi ke toko kain, aku menginginkan kain terbaik."
Lan Hua tidak ingin kalah dengan yang lainnya, karena tanpa pakaian bagus ia akan diejek. Lan Hua bukanlah wanita yang akan diam saja diejek, tentu ia tidak ingin diejek sedikitpun.
"Iya Nona, saya juga punya rekomendasi toko perhiasan bagus untuk Nona."
"Marilah kita pergi,"
***
Lan Hua telah tiba di toko kain langganannya, meski bukan toko kain yang besar dan terkenal tetapi kain langka sering ada di toko itu. Lan Hua memasuki toko kain itu dan langsung melihat-lihat kain yang berkualitas bagus.
"Selamat datang, Putri."
Karena sudah menikah dengan pangeran kini Lan Hua mendapat sebutan baru yaitu putri. Sebenarnya Lan Hua agak sedikit geli dengan panggilan itu.
"Kau putri dari pak tua Hao?"
__ADS_1
Yang menyambutnya adalah gadis sebayanya dengan senyuman sangat manis, Lan Hua memang tidak pernah melihat gadis ini. Mungkin baru pertama kalinya melihatnya melayaninya.
"Benar, saya Hao Ming Xia."
"Dimana pak tua Hao?"
Ming Xia tidak menunjukan ekpresi lain selain senyuman yang masih melekat di bibirnya.
"Ayah saya sedang sakit, jadi saya yang menggantikan ayah."
Ming Xia ini memiliki ibu dan ayah yang sama-sama sudah berada di usia senja. Ibunya setiap hari dirumah mengurus kediaman dan kebun kecil dibelakang rumah sedangkan ayahnya berjualan di toko kain milik keluarga mereka.
Ming Xia sebenarnya tidak pernah membantu ayahnya berdagang kain, tetapi karena ayahnya sakit sehingga ia mau tidak mau harus ke toko. Mereka tidak memiliki banyak uang, jika mau makan enak maka haruslah berjualan di toko, jika toko tidak menghasilkan uang, tidak akan memiliki perhiasan bagus dan makanan yang enak.
"Kau memiliki rekomendasi kain paling bagus?"
Ming Xia mengambil sebuah kain yang berisi sulaman kain dengan sutra berkualitas. Ia terlihat mengkilau karena beberapa benangnya juga terbuat dari emas.
"Ini baru datang dari Qin, sangat cocok untuk Putri."
Ming Xia mengambil kain itu, jika dilihat ia memiliki kualitas yang sedikit lebih rendah dari pakaian yang kemarin Qian Yue berikan saat berburu.
Kain ini memang berkualitas tetapi tidak langka, harganya juga tidak terlalu tinggi untuk kaum bangsawan sepertinya. Biasanya Lan Hua mendapatkan kain yang lebih bagus lagi saat yang melayaninya pak tua Hao.
"Aku akan mengambilnya,"
__ADS_1
Lan Hua membayar kain itu dengan tidak melebihkan uangnya sama sekali. Karena menurutnya itu cukup mahal dengan kain selevel itu.
Mereka pun keluar dari toko kain.
"Nona anak dari pak tua Hao ini sedikit aneh,"
Lan Hua mengangguk setuju, "Hanya manis di awal tetapi sebenarnya menusuk. Harga kain itu dinaikkan dua kali lipat dari harga aslinya, dia pikir aku tidak tahu kualitas kain!"
Awalnya Lan Hua bersimpati dan ingin memberikan uang lebih untuk mengobati pak tua Hao, karena pak tua Hao ini orangnya baik. Tetapi ia tahu senyum palsu milik Ming Xia, jadinya ia mengurungkan niatnya.
"Lebih baik memberi uang ke rumah pak tua Hao langsung, belikan juga beberapa obat herbal. Jika diberikan pada Ming Xia itu takutnya akan habis untuk dirinya sendiri."
Menaikkan harga kain hingga dua kali lipat tentu dapat merugikan toko itu sendiri, pelanggan yang sudah terbiasa disitu akan pergi karena harga kain yang terlalu mahal.
"Baik, Nona. Apakah Nona tidak ingin saya sekalian menjahit kain ini?"
"Kain itu kurang bagus, mungkin harus mencari yang lebih bagus lagi."
"Baik, Nona. Kalau begitu saya pergi ke rumah pak tua Hao."
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
__ADS_1
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.