The Prince Bride

The Prince Bride
11. Sudah Terlambat.


__ADS_3

Dengan nafas memburu lelaki dengan pakaian serba hitam itu memberikan hormat kepada tuannya, mata nyalangnya kini sudah berubah menjadi raut ketakutan dan penyesalan yang bercampur menjadi satu. Lelaki bertopeng emas yang merupakan tuannya itu berbalik dan menatapnya.


"Kita terlambat Tuan muda, putra mahkota sudah berhasil di racuni."


Bughh,


Tembok kayu yang tidak salah apa-apa menjadi korban dari amarah lelaki bertopeng emas. Gurat kemarahan nampak dibalik topeng itu.


"Xiao Du cari informasi, apakah yang membunuh kakak masihlah mereka?"


"Baik Tuan."


Lelaki itu memanggil Han Lian Wu dengan sebutan kakak, lalu siapakah sebenarnya jadi dirinya?


Selama ini ia sudah berkali-kali mendapati pembunuh yang akan membunuh Han Lian Wu. Mulai dari para penyerang, racun dan juga jebakan, semua itu berhasil ia kalahkan sehingga kakaknya itu tetap aman tetapi semakin kesini pembunuh itu tahu jika ada yang melindungi Lian Wu sehingga merencakan rencana yang sangat hati-hati. Hingga tibalah disaat ia lengah dan pembunuh itu berhasil membunuh Han Lian Wu.


***

__ADS_1


Aula utama kerajaan telah ramai hari ini, satu dayang dengan tangan terikat berada di tengah-tengah mereka. Dayang itu berurai air mata tetapi tidak sama sekali membuka hati semua orang yang melihatnya. Lan Hua berdiri di barisan keluarga kerajaan bersama istri putra mahkota, Lan Hua berusaha menenangkan wanita yang tengah menangis kencang itu.


Han Lian Wu hanya memiliki seorang istri sah, tidak ada selir dan wanita lainnya di sisi Lian Wu. Mereka sudah menikah cukup lama tetapi belum juga mendapatkan keturunan padahal mereka memang saling mencintai. Istri dari Lian Wu ini masih satu kerabat dengan Lan Hua yaitu dari pihak ibu.


"Kakak tenanglah, putra mahkota akan sedih jika melihat kakak menangis seperti ini."


Entah sudah berapa kali kalimat itu Lan Hua katakan tetapi hanya sedikit membuat putri mahkota tenang tidak terlalu banyak.


"Lan Hua, aku melihatnya aku melihat dia muntah darah karena racun lalu dia mengejang dan meninggal. Aku—" tangisan itu kembali terdengar kecang.


Saat itu mereka memang tengah memakan kudapan bersama, tetapi entah mengapa tiba-tiba saja putra mahkota memuntahkan darah dan meninggal di depan mata istrinya. Hsl itu tentu sangat mengejutkan untuknya. Melihat orang tercinta meninggal di depan mata.


Wajah-wajah orang di aula ini semuanya tidak dapat dibaca satu persatu, mulai dari wajah sedih hingga yang menangis meraung seperti istri putra mahkota.


Seorang kasim maju membacakan sebuah hasil dari persidangan beberapa saat yang lalu. Mengenai pembunuh putra mahkota ini setelah dicari sehari semalam tanpa henti akhirnya sudah membuahkan hasil.


"Dayang Im telah meracuni putra mahkota negeri ini karena dendam pribadi, ini adalah kejahatan yang sangat besar ia dan seluruh keluarganya tidak diberi ampunan."

__ADS_1


Dayang dengan tangan terikat itu kini sudah menjadi bisik-bisikan para penonton dan tentu saja sumpah serapah sudah keluar dari mulut mereka. Bagaimana bisa seorang dayang rendahan memiliki nyali besar untuk membunuh putra mahkota negeri ini.


Istri putra mahkota sudah hilang kendali, ia bangkit dari sisi Lan Hua dan memukul dengan kuat dayang yang nampak sudah tidak berdaya itu.


"Mengapa kau membunuh suamiku! Kau sangat jahat! Mengapa kau mengirimnya mati!" teriakan itu bersamaan dengan air mata yang mengalir deras.


Tidak ada yang menenagkannya, seolah membiarkan wanita cantik itu meluapkan seluruh amarahnya. Lan Hua juga lebih memilih menyaksikan kakak sepupunya puas memukuli dayang itu.


"Memangnya kebencian seperti apa yang mampu membuat dayang itu meracuni putra mahkota, setahuku putra mahkota adalah seseorang lurus." celetukan itu hanya Lan Hua utarakan dalam hati.


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Dont forget to click the vote button!


════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2