
"Sudahlah Kakak harus berhenti bersedih, "
Mei Lan istri dari Lian Wu itu memang sudah tidak menangis lagi tetapi pandangannya masih kosong, ia masih sulit untuk menerima kenyataan yang menyakitkan itu.
"Lan Hua kau tidak tahu rasanya, sekarang aku tidak ada yang menemani tidur dan memberikan kasih sayang lagi."
Lan Hua tersenyum hambar, sejak pernikahannya yang baru berumur seminggu itu jangankan kasih sayang. Setiap hari ia justru dibuat marah dan kesal karena Qian Yue.
"Aku yang tidak pernah mendapatkannya saja biasa saja, lihatlah Qian Yue keparat itu. Saudaranya meninggal tetapi ia tidak menunjukkan batang hidungnya sedikitpun justru masih bersenang-senang di paviliun Anling. Kakak coba jadi aku, mau ditaruh dimana harga diriku ini."
Mei Lan membelalakan matanya, ia ingin tidak percaya dengan cerita Lan Hua tetapi nyatanya ia memang sama sekali tidak melihat Qian Yue sedari kemarin. Baik dari kemarin terdengarnya kabar Lian Wu mati hingga hari ini.
"Dia memang tidak pernah memiliki sopan santun," celetuk Mei Lan.
"Tentu saja Kak, ini adalah pernikahan yang akan menyiksaku seumur hidup. Kalau bisa aku ingin membunuhnya!"
"Kenapa tidak kau bunuh saja."
"Aku tidak mau masuk penjara."
Mei Lan menghela nafas sejenak, "Aku tahu kesusahanmu Lan Hua tetapi pangeran ketiga itu benar-benar pangeran terburuk. Kau akan menanggung malu seumur hidup jika tidak menyingkirkannya."
__ADS_1
"Apakah kakak punya saran?"
"Ada sebuah racun yang seperti air tetapi akan sangat mematikan jika dikonsumsi beberapa hari secara terus menerus. Racun itu bernama sari magnolia dari barat, tidak berbau dan tidak terdeteksi oleh jarum perak."
"Memangnya ada racun semengerikan itu?"
"Tentu saja ada, aku mendapatkan informasi ini dari putra mahkota saat dahulu racun itu hampir saja membunuhnya. Sesuai dengan kehebatan racun itu ia juga memiliki harga sangat mahal dan sulit untuk didapatkan."
Dahulu ada sebuah surat yang memperingatkan putra mahkota tentang dirinya yang akan mendapatkan racun berbahaya itu, putra mahkota menjadi waspada dan benar saja saat makanan itu diberikan pada semut semuanya langsung mati. Dalam surat itu dijelaskan juga jika jenis racun merupakan sari magnolia dari barat. Putra mahkota terus saja mencari informasi tentang racun itu dan akhirnya menemukan banyak fakta meski tidak bisa sampai mengungkap siapa yang meracuninya.
"Berapa harganya, aku menginginkannya!" seru Lan Hua dengan semangat.
"Harganya mahal dan kau pasti akan kesulitan mendapatkannya."
"Katakan Kak, dimana aku bisa mendapatkannya."
"Putra mahkota mengatakan racun langka ini hanya paviliun Fei yang memilikinya."
Lan Hua mengernyitkan dahinya, "Paviliun Fei Daying? Bukankah itu paviliun yang menjual informasi?"
Di seluruh penjuru Han siapa yang tidak mengetahui pavilun Fei Daying atau yang biasa disebut oleh paviliun Fei. Itu adalah sebuah paviliun besar yang menjual informasi, informasi seintim apapun pasti ada tetapi dijual dengan harga yang sesuai dengan kerahasiaannya.
__ADS_1
Meski sangat terkenal tetapi tidak ada yang tahu letak pasti paviliun itu, sangat rahasia dan siapapun yang mengetahui lalu membocorkannya akan langsung mati tanpa adanya jejak siapa pembunuhnya.
"Mereka juga memiliki banyak harta berharga, seperti penawar racun dan juga racun. Tetapi akses berhubungan dengan paviliun ini juga belum pasti bisa kau dapatkan meski kau memiliki banyak uang."
Paviliun yang hampir dikatakan hanya mitos karena kehebatannya yang tidak masuk akal, tetapi paviliun ini benar-benar ada. Dengan anggota tersembunyi yang menyamar sebagai untuk mengeruk informasi.
"Aku adalah Lian Lan Hua, bukan hal tidak mungkin untukku mendapatkannya." Lan Hua memang memiliki tekad yang teguh.
Mei Lan mendekatkan bibirnya ke telinga Lan Hua, "aku mendengar dari putra mahkota jika pemimpin mereka biasa dipanggil dengan tuan muda Fei yang sangat anggun dan gagah. Ia menggunakan pakaian bagus dengan topeng emas yang menutupi wajahnya .... Informasi ini sangat rahasia putra mahkota sendiri yang menemui tuan muda Fei, jika kau sampai membocorkannya tentu kau akan langsung meregang nyawa tidak peduli statusmu."
Lan Hua menyunggingkan satu sudut bibirnya, "Baiklah terimakasih informasinya, Kak. Aku pasti bisa menemukan pemilik pedangnya."
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
__ADS_1