
Langkah itu terus maju, semakin cepat hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk berlari. Menghindari keramaian pasar sembari terus saja menoleh ke belakang untuk memastikan orang-orang yang tengah mengejarnya itu sudah tertinggal jauh.
Rupanya praduga itu salah, mereka justru sudah lebih dekat, ia terus berlari hingga terkepung dari dua sisi. Pasar sudah jauh, kini ia sudah berada pada gang sepi, hanya ada dirinya dan selusin orang berpakaian hitam yang masing-masing memegang pedang.
"Siapa kalian?" tanya Lan Hua.
Tadi baru saja ia berpisah dengan Xiao Min, Lan Hua baru saja ingin pergi mencari toko kain yang lain tetapi ia merasa jika ada yang mengikutinya. Lan Hua memastikan itu dengan terus berjalan dan sesekali melihat belakang, benar saja memang ada yang tengah mengikutinya. Dan siapa sangka sekarang menjadi ada dua belas yang mengepungnya seperti ini.
"Tangkap!"
Saat salah dua ingin maju tiba-tiba saja sebuah kipas terbang menghantam tepat pada keduanya, perhatian mereka juga teralihkan pada orang yang baru saja datang. Seorang lelaki dengan topeng emas yang menutupi sebagian wajahnya.
"Pecundang sekali mengepung wanita, majulah hadapi aku!" ucapan itu terdengar sangat meremehkan.
Para lelaki berpakaian hitam itu kini mengalihkan perhatian pada lelaki itu, menyerangnya dengan formasi dua belas lawan satu. Pedang beberapa kali diulurkan tetapi lelaki itu selalu berhasil menghindar. Jurus demi jurus berhasil di tangkis dengan baik, sedangkan jurus yang tuan muda Fei itu keluarkan selalu berhasil mengenai lawannya.
Gerakan indah dengan tenaga dalam yang menjadi penutupnya karena setelah itu keduabelas orang itu tengah tergeletak di tanah, mereka semua sudah berhasil dikalahkan. Kekuatan tenaga dalam yang bukan sembarangan itu berhasil membuat Lan Hua berhenti berkedip, ia baru melihat orang yang beladirinya tinggi seperti itu. Lan Hua memang sempat terpukau.
"Kau baik-baik saja?" tanyanya sembari meraih tangan Lan Hua.
Lan Hua menghempaskan tangannya, ia masihlah marah dengan orang ini terkait kejadian beberapa waktu lalu.
"Berbahaya untuk keluar kediaman, sebaiknya kau jangan keluar terlebih dahulu."
"Kita tidak saling mengenal, aku berterima kasih karena kau telah menyelamatkanku. Kuharapa kita tidak akan pernah bertemu lagi!"
__ADS_1
Setelah mengatakannya Lan Hua melangkahkan kakinya pergi, lelaki itu hanya memandang tubuh Lan Hua yang semakin menjauh. Ia tidak beranjak hingga melihat Lan Hua menghilang dari pandangan barulah ia menghilang.
***
"Sangat menyebalkan, bagaimana bisa aku bertemu lagi dengan lelaki menyebalkan itu!"
Lan Hua baru saja tiba di kediaman, tetapi ia masih saja meruntuki pertemuannya dengan tuan muda Fei yang beberapa saat lalu menyelamatkannya.
"Bertemu dengan siapa?"
Jantung Lan Hua nyaris meloncat keluar, tiba-tiba saja Qian Yue ini sudah berdiri di depannya. Entah kapan lelaki itu datang karena ia sama sekali tidak bersuara sama sekali. Lan Hua dibuat terkejut olehnya.
"Qian Yue! Kau benar-benar ya!"
Lan Hua menghela nafas dalam, memang akhir-akhir ini temperamennya sangat buruk. Terlebih memang banyak hal yang menguji kesabarannya, Lan Hua yang memiliki kesabaran setipis kertas tentu saja tidak bisa mengendalikan kemarahannya dengan baik.
"Kau tidak pergi ke paviliun Anling lagi?"
Qian Yue menggelengkan kepalanya, "Aku masih harus berpura-pura sakit akibat terkena racun dingin."
"Terserah apapun itu motifmu, tetapi menyelamatkan orang lain dengan membiarkan diri sendiri yang terkena racun adalah hal yang bodoh."
"Bukankah kemarin aku sudah bilang aku sudah membidik dua burung sekaligus, menyelamatkan Qiu Min memanglah bagian dari rencana."
Untuk melawan para pembunuh itu tentu saja adalah hal yang sangat mudah untuk Qian Yue, dengan basis tenaga dalamnya yang sudah terlatih mereka semua bukanlah tandingan Qian Yue.
__ADS_1
Tetapi saat itu Qian Yue memang sengaja membiarkan lengannya terkena panah beracun, itu adalah luka kecil untuknya. Tetapi dari situ ia bisa mendapatkan kepercayaan Qiu Min agar tidak curiga padanya, dan itu berhasil.
Bukan hanya mendapatkan Qiu Min tetapi Qian Yue juga sudah memiliki salah dua dari pembunuh itu, Qian Yue suatu saat akan menggunakan mereka untuk memojokkan Su Ho.
"Kau harus melakukan suatu hal untukku."
"Mengapa aku harus melakukan suatu hal untukmu?"
"Bukankah seorang istri harus menuruti suaminya?"
"Memangnya kita ini suami istri sungguhan?"
"Tentu saja, karena pernikahan kita sah."
"Hais! Qian Yue kau ini sangat menyebalkan!"
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Dont forget to click the vote button!
════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
__ADS_1