The Secretary

The Secretary
PART 10


__ADS_3

Baru dua hari Alifia bekerja di perusahaan tuan Hafizh, ia sudah banyak memiliki kenalan dan berteman dengan beberapa karyawan di perusahaan itu karena keramahan nya pada orang lain memudahkan Alifia dalam bergaul


Selama bekerja baru dua hari itu juga Alifia sudah banyak mendengar rumor tentang sifat pak bos besar nya yang terkenal kejam dan dingin pada para karyawan nya juga tidak pernah segan-segan menindas para bawahan nya


Saat ini adalah jam istirahat bekerja, Alifia sedang berkumpul bersama teman-teman baru nya di kantin kantor itu


"Fi, Lo sebaiknya hati-hati deh sama pak bos baru Lo itu" kata divan memulai pembicaraan


"Iya fi, hati-hati. Asal Lo tau aja ya udah sering bangett si pak bos Gonta ganti sekretaris, mereka semua para mantan sekretaris itu berhenti dengan alasan berbeda-beda, ada yang karena sengaja di pecat dan ada juga yang punya alasan karena engga kuat ngadepin si bos yang super kejam nya minta ampun dah" timpal Mira


"He'em guys gue udah tau semuanya, asal kalian tau aja ya kemarin di hari pertama gue kerja, gue udah di kerjain habis-habisan dong. Sumpah kesel banget gue" kata Alifia dengan nada yang di buat-buat sedang marah


"Nah bener kan belum apa-apa udah di kerjain, gimana coba fi? Ceritain dong" ujar Mira


"Gue ngerasa jadi kucing Mir, kalo Lo pengen tau. Gue dibuat mainan alias di prank sama singa kutub sialan itu"


Biarkan saja semua orang dalam satu gedung tahu bahwa Alifia sang sekretaris baru berani membuat plesetan nama untuk bos besar nya alias CEO perusahaan itu yang bernama Hafizh Ardhana, siapa suruh dia jadi atasan dengan sifat yang sangat menyebalkan


Seorang Hafizh Ardhana terkenal dengan para pegawainya disana karena keanehan nya dan kedisiplinan nya yang terlalu disiplin! Bagaimana tidak? Setiap hari kerjaan nya keliling kesana kemari memeriksa setiap pegawainya apakah mereka semua bekerja dengan benar sesuai dengan keinginan nya? Dan kalo tidak atau salah seorang pegawai melakukan kesalahan dalam bekerja nya maka seorang pegawai itu pasti akan mendapat bentakan dan Omelan yang super pedas yang keluar dari mulut CEO muda nan tampan itu


Bahkan ada salah seorang mantan sekretaris nya yang mengundurkan diri dari perusahaan itu hanya dengan sekali membanting pintu! Ia sudah sangat depresi menghadapi kekejaman atasan nya yang sangat keterlaluan, setiap hari ia hanya akan mendapat Omelan saja dari atasan nya. Bahkan hanya meja nya sedikit miring pun itu sudah masuk kategori bagian dari cibiran tuan Hafizh. Sungguh terlalu! Orang itu lebih memilih membayar denda saja dari pada harus menunggu surat resign selama tiga bulan


"Di buat mainan kaya gimana fi?" Divan menyeruput es jeruk miliknya


"Di suruh bolak balik masuk ke ruangan nya" Alifia menyatukan kedua tangan nya di depan dada "gue kan di panggil lewat speaker yang terhubung ke ruangan sekretaris kata nya gue di suruh keruangan nya, nah gue langsung masuk dong eh dia malah minta ulangi cara gue masuk, nyuruh nya maksa katanya kalo gue engga mau apa perlu dia nyuruh gue nutup pintu nya dari luar, gila bener kan? Dia pikir gue titisan jin ap--"


Perkataan Alifia otomatis terjeda saat sepasang manusia yang berada di depan nya langsung tertawa terbahak-bahak, kan apa yang Alifia duga. Bos nya itu memang super aneh bin nyeleneh, bisa-bisanya dia ngomong seenaknya mentang-mentang dia seorang bos


"Nutup pintu dari luar?" Tanya Mira di sela-sela tawanya


"Ho'oh mir jahat banget kan" Alifia mendengus kesal

__ADS_1


"Mungkin si pak bos fikir Lo titisan Kunti yang bisa nembus pintu" divan kembali tertawa ngakak dengan perkataan nya sampai ia batuk karena tersedak nafas sendiri


Alifia menyodorkan air pada divan "makanya kalo ketawa tuh jangan ngabisin orang lain, jadi gini kan"


"Abisnya Lo fi, konyol banget sumpah"


"Bukan gue tapi si bos itu, apa gue di mata dia terlihat menyeramkan seperti pawang jin? Dasar emang singa kutub sialan!"


"Hahahahaha" kedua manusia yang berada di depan Alifia kembali menertawakan nya


Alifia menggeram "Udah udah kalian seneng banget ngetawain gue"


"Nih ya fi, gue sangat berharap supaya Lo selalu tetap stay di perusahaan ini jangan sampe mau ngundurin diri" ujar Mira setelah menghentikan tawa nya


"Iya fi, kita sangat berharap Lo tetep bertahan disini apapun yang terjadi" divan menimpali perkataan Mira


Alifia tersenyum penuh ambisi menatap dua pasangan manusia di depan nya "tenang aja, gue Alifia Putri Prameswari, gue engga bakal mau kalah dan mengundurkan diri cuma karena singa kutub sialan itu, gue juga udah punya banyak cara buat ngalahin dia"


Divan dan Mira mengacungkan kedua jempolnya untuk Alifia


"Oke, gue balik duluan ya guys" Alifia hendak beranjak berdiri dari duduknya


"Waktu istirahat belum kelar ini fi, kok Lo mau balik?" Divan memegang tangan Alifia mencegahnya berdiri


Alifia memutar bola matanya, apa divan ini sudah lupa? Bukan nya tadi juga dia yang bilang kalo bos nya itu super kejam makanya jangan buat kesalahan sedikitpun termasuk jangan sampai telat satu detikpun untuk balik ke ruangan nya


"Mau ngehindari amukan singa kutub" Jawab Alifia kemudian melengos pergi meninggalkan dua teman nya


Mira dan divan saling melempar pandangan "akhirnya kita bakal punya pawang bos beruang kutub nih" divan tersenyum bangga


Mira mengangguk menyetujui

__ADS_1


...


Alifia mengerjap dari lamunan nya saat seseorang mengetuk meja kerja nya


"Nona sekretaris baik-baik saja kan?"


"Tentu, maaf dengan siapa pak?" Tanya Alifia saat melihat seorang pria asing berdiri di depan meja kerja nya, wajah nya sungguh sangat tampan tak kalah tampan dengan pak bos singa kutub nya


"Apa benar anda sekertaris dari tuan Hafizh?" Tanya nya


"Benar sekali, maaf dengan siapa ya pak? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Alifia


Pria itu mendekatkan tubuhnya pada meja kerja "Tolong sampaikan pada Tuan Hafizh bahwa saya datang berkunjung, mungkin sekarang beliau sedang berada di ruangan nya?"


"Oh iya tentu sekarang pak Hafizh ada di ruangan nya" Alifia tersenyum profesional "apa bapak sudah punya janji bertemu dengan nya?"


"Katakan saja bahwa seseorang bernama Aditya Malik ingin bertemu dengan nya"


Alifia mengangguk patuh. Aditya Malik.. oke, ternyata dia CEO perusahaan yang sudah membuat janji temu dan akan mengadakan rapat kerja sama dengan pak bos singa kutub


"Permisi pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak atas nama bapak Aditya Mal--"


"Suruh masuk!"


Tentu saja di potong bebas padahal Alifia belum kelar bicara mungkin itu sudah menjadi kebiasaan favorit nya yaitu memotong pembicaraan orang lain, sekuat tenaga Alifia menahan diri supaya tidak menggerutui bos nya di depan rekan bisnis pak bos nya, bisa-bisa image nya sebagai seorang sekretaris hilang di mata bapak Aditya


"Baik pak" Alifia membalikkan tubuhnya ia kembali memamerkan senyuman profesional nya mempersilahkan pak Adit masuk "pak Adit di persilahkan masuk, pak Hafizh sudah menunggu di dalam"


"Baik, terima kasih" ucap pak Adit


Alifia membungkukkan sedikit tubuhnya saat pak Adit lewat di depan nya untuk masuk ke dalam ruangan tuan Hafizh kemudian ia membuang nafas lega, dan langsung keluar dari kandang singa kutub yang terasa panas dingin itu tak lupa ia menutup kembali pintu nya dengan sangat pelan sekali guna tidak menimbulkan suara sedikitpun

__ADS_1


__ADS_2